Monday, September 16, 2013

Ketaatan | Obedience

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Samuel 15-16

Saul kembali berdosa di hadapan Tuhan. Dan kali inipun, ia melakukan hal yang sama. Yakni, ia tidak taat kepada perintah Tuhan dan bukannya langsung bertobat ketika ditegur. Tetapi Saul malah menyalahkan rakyatnya dan ia juga memakai alasan kalau itu untuk mempersembahkan korban bagi Tuhan, yakni Saul membenarkan diri di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, Saul ditolak menjadi raja dan tidak lama setelah itu Tuhanpun mengurapi Daud sebagai raja untuk menggantikan Saul. Dan dari Daud, Tuhan melihat hatinya yang setia dan taat kepada Tuhan. Dari sini kita belajar, bahwa ketaatan kepada Tuhan jauh lebih penting daripada segala perbuatan yang kita pikir akan menyenangkan hati Tuhan. Oleh sebab itu, biarlah kita belajar untuk taat kepada Tuhan dalam segala hal. Segala perbuatan baik kita itu memang baik, tetapi ketaatan kepada Tuhan jauh lebih penting dan menyenangkan hati Tuhan.


English

Bible Reading: 1Samuel 15-16

Saul sinned again before the Lord. And this time, he did the same thing. That is, he disobeyed God and did not repent when rebuked. Instead, he blamed his people and even used the reason of wanting to offer sacrifices for God as an excuse, Saul is basically justifying his action again. That is why Saul is rejected as king and not long after, God anointed David as king. And from David, the Lord looked at his heart who is faithful and obedient. We can learn from them, that obedience to the Lord is far more important than all the good deeds we do what we think, will please the Lord. Therefore, let us learn to obey the Lord in all aspects of our lives. All our good deeds are indeed good, but obedience to the Lord trumps that and pleases the Lord.

No comments:

Post a Comment