Wednesday, July 2, 2014

Melayani Karena Kasih Bukan Keharusan | Minister Because Of Love And Not A Duty

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 13

Paulus mengajarkan bahwa tanpa kasih, pelayanan kita adalah kosong. Sebagai orang percaya, terutama bila kita sudah lama bergereja, kita dapat melayani jemaat Tuhan hanya karena kita merasa itu sudah keharusan dan bukan karena kita mengasihi mereka. Dan hal ini yang Paulus tegur kepada jemaat di Korintus. Sebab mereka melayani dengan baik, tetapi tidak saling mengasihi dan akhirnya perpecahan terjadi. Biarlah teguran Paulus ini juga menegur kita dan membuat kita memeriksa hati dan hidup kita. Apakah kita melayani karena sudah seharusnya? Apakah kita mengasihi mereka yang kita layani? Ataukah kita hanya bertoleransi kepada mereka hanya di gereja dan tidak benar-benar mengasihi? Apakah kita seperti Yesus yang mengasihi tanpa kondisi ataukah kita seperti banyak orang Farisi yang hanya perduli akan tata cara tetapi tidak mengasihi? Yesus melayani dengan kasih dan karena kasih Ia melayani kita dan kita seharusnya melayani karena kasih dan bukan karena keharusan atau dibutuhkan pelayan di gereja. Sebab Tuhan memgasihi umat-Nya dan bila kita mengasihi Tuhan maka kita juga perlu belajar untuk mengasihi umat-Nya.


English

Bible Reading: 1Corinthians 13

Paul teaches that without love, our ministry is empty. As believers, especially if we have gone to church for a long time, we can minister to the people because we feel it is how it should be and not because we love the people. And this is what Paul rebuked the people in Corinth for. Because they minister well, but they did not have love for one another such that disunity occurs. Let this rebuke of Paul's also rebukes us amd makes us introspect on our hearts and lives. Do we minister because that's how it should be? Do we love those whom we minister? Do we tolerate them only at church and do not really love them? Are we like Jesus who loves unconditionally or are we like most of the Pharisees who only care about systems and have no love? Jesus ministersnwith love and because of love He ministers to us and we should be ministering because of love and not because that's how it should be or because the church needs more ministers. Because the Lord loves His people and if we love the Lord we need to learn to love His people as well.

Tuesday, July 1, 2014

Mengikuti Rencana Tuhan | Folowing God's Plan

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 137-139

Tuhan mengetahui segalamya. Ia tahu akan segala yang ada di pikiran kita, tahu akan apa yang ada di hati kita dan tahu apa yang akan kita lakukan. Ia juga yang telah membentuk kita dan tahu siapa jati diri kita yang sebenarnya, yang Ia telah bentuk dan ciptakan. Tetapi Ia tetap tidak memaksa kita untuk mengikuti kehendak-Nya, hal itu tetap menjadi pilihan kita. Walau demikian, Tuhan tetap terus mengasihi dan memberikan nasihat serta himbauan agar kita tidak ketinggalan akan apa yang Ia telah rencanakan. Hal ini menunjukkam betapa besarnya kasih Tuhan dan kemurahan-Nya. Jadi, biarlah kita pikirkan apa yang kita akan rasakan bila kita di posisi Tuhan, bahwa kita telah membuat sesuatu untuk suatu tujuan dan maksud tetapi malah dipakai untuk hal lain, bukankah kita akan frustrasi, sedih dan ingin agar semuanya sesuai dengan apa yang kita telah rancangkan? Lebih lagi Tuhan yang telah membentuk kita sedemikian rupa. Jadi biarlah kita tidak mengambil untung kemurahan-Nya, tetapi biarlah kita hargai dan cari tahu bagian kita yang telah Ia rancangkan agar kita menjadi seperti apa yang Ia telah rancangkan sejak awalnya.

 

English

Bible Reading: Psalms 137-139

The Lord knows all. He knows what is in our minds, our hearts and things we are about to do. He also has created us and knows who we really are as He has planned. But He does not forces His will for us and that remains as our own choices. Even so, He still loves us and keeps on giving us advice and encouragement to follow His plans so that we would not miss out. This shows how much God loves us amd how much His mercy is upon us. Think about how we would feel if we are in His position, that we have created something for a certain purpose but was used for something else instead, wouldn't we be sad, frustrated amd want things to be as they should be? The Lord would feel more since He has created us so detailed. So, let us not take granted of His kimdmess, but let us appreciate amd find out what He has planned for us so that we may be like what He has planned

Monday, June 30, 2014

Kita Semua Adalah Satu Tubuh Kristus | We Are All One Body Of Christ

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 12

Kita mungkin sudah sering mendengar khotbah akan pasal ini di mana kita memiliki bagian masing-masing dan bekerja sama sebagai satu tubuh Kristus. Tetapi mungkin yang lebih sering dibagikan adalah dalam konteks gereja. Sedangkan yang Tuhan maksudkan melebihi dari hanya konteks gereja. Dalam gereja kita semua memiliki keahlian masing-masing untuk membangun, mendidik dan melayani jemaat serta dalam melangkah keluar untuk menjangkau jiwa-jiwa. Yamg sering kita lupakan adalah bahwa setiap gereja adalah satu bagian dari satu tubuh Kristus sedunia dan oleh karena itu setiap gereja berbeda-beda dalam apa yang mereka lakukan, dalam cara mereka menjangkau jiwa dan dalam orang-orang yang mereka jangkau. Ada yang menjangkau orang yang lebih berada, ada yang menjangkau orang miskin, yatim piatu, janda, ada juga yang menjangkau pelacur, mereka yang terikat akan obat-obatan dan sebagainya. Dan tidak ada dari gereja-gereja ini yang lebih bagus atau lebih jelek, kita semua memiliki bagian kita masing-masing dalam menjangkau dunia melalui kasih Tuhan dengan cara yang berbeda-beda, tetapi satu Tuhan dan satu Roh. Dan salah satu yang juga sering dilupakan adalah mereka yang bukan terdaftar sebagai gereja, tetapi perusahaan-perusahaan yang dibangun dari dasar Firman Tuhan untuk meraih jiwa-jiwa dalam cara yang tidak dilakukan oleh gereja, walau banyak gereja yang menyumbang, seperti membangun perkembangan komunitas, pendidikan di daerah terpencil, membantu bemcana alam, membantu gelandangan dan sebagainya. Mereka juga adalah bagian dari tubuh Kristus yang menjangkau jiwa-jiwa dengan cara yang berbeda dengan gereja-gereja. Jadi, janganlah kita memasukkan pengertian akan tubuh Kristus hanya di dalam kotak kecil yang kita tahu sebagai gereja kita,  tetapi biarlah tembok-tembok itu diruntuhkan dan biarlah kita mulai melihat bahwa tubuh Kristus jauh lebih besar dari hanya satu gereja, atau gereja-gereja, tetapi setiap orang yang percaya adalah bagian dari tubuh Kristus dan apa yang Tuhan taruh dalam hidup mereka untuk dilakukan adalah berbeda-beda tetapi datang dari satu Tuhan dan Roh yang sama, yakni Tuhan Yesus Kristus. Jadi, marilah kita buang segala sudut pandang yang sempit dan menghakimi, dan biarlah kita bekerja sama sebagai satu tubub Kristus untuk mempersiapkan jiwa-jiwa menyambut kedatangan-Nya.

 

English

Bible Reading: 1Corinthians 12

We maybhave heard this chapter being preached many times. But maybe most of the times it is in the context of a church. But what God intended reaches out to more than just a church. In a church we all have our own abilities to edify, teach and serve the people as well as stepping out to reach the lost. What we tend to forget is that each church are a part of the body of Christ in the whole world and each church is differrnt in the way they reach out to the lost, the things that they do and who they reach out to. There are churches that reaches out to thoae who are more well off, some to those who are poor, orphaned, widowed and some to those who are prostitutes, drug addicts and so on. And there is no church that is better or worse in what they do, but each church has its own portion in the body of Christ in reaching out to the world through God's love with its own way, but with one Lord and one Spirit. Another one that we tend to forget is those who are not registered as a church but companies that are founded based on the Word of God and reaches out to the world in a way that some churches has not, even though they support with some financial support, such as comunity development, education in remote areas, helping with the natural disasters, taking care of the homeless and so on. They are also part of the body of Christ who reaches out to the world in a different way the church does. So do not put the understanding of the body of Christ in a box that we know as our church, but let these walls be broken down and let us start to see that the body of Christ is more than just one church or churches amd it also encompasses every believer as a portion of the body of Christ and that what Godnhas placed in their hearts are different but came from the same God and same Spirit, the Lord Jesus Christ. So let us throw away all of our narrow and judgemental perspective and start to work together as one body of Christ to prepare the world for His coming.

Sunday, June 29, 2014

Memuji & Mengucap Syukur | Giving Praise & Thanks

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 134-136

Mazmur-mazmur ini mengajak Israel untuk memuji Tuhan dan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala yang Tuhan telah lakukan bagi mereka. Dan sangatlah baik bagi kita bila kita juga memulai suatu kebiasaan yang baik untuk selalu memuji Tuhan dan mengucap syukur dalam segala hal. Dari hal yang kecil dan hal yang besar. Bila kita mulai memiliki sikap yang selalu bersyukur dan memuji, maka kita akan mulai melihat bahwa kehidupan kita banyak sekali mengalami anug'rah, perlindungan dan kebaikan Tuhan. Sehingga apapun tantangan yang kita alami, kita masih dapat beriman kepada Tuhan dan tidak hilang harapan karena kita melihat dan tahu bahwa Tuhan perduli. Jadi, biarlah kita selalu memuji dan mengucap syukur dalam segala hal.
 

English

Bible Reading: Psalms 134-136

These psalms encouraged the Israelites to praise and give thanks to the Lord, of what He has done in their lives. And it is good for us to start a new habit of giving praise and.give thanks to the Lord in everything. From the small things to the big things. If we start to have that persective and attitude of always giving praise and thanks to God, then we will start to see how our lives are full of His grace, protection and goodness. Such that whatever challenges we face, we can still have faith in the Lord and do not lose hope because we have seen and know that the Lord cares. So, let us always give praise and give thanks in everything.

Saturday, June 28, 2014

Bergaul Dengan Tuhan | A Friendship With God

Indo

 

Pembacaan Alkitab: Mazmur 132-133

 

Tuhan berjanji kepada Daud dan orang Israel meminta kepada Tuhan untuk menjaga Israel karena janji-Nya kepada Daud. Untuk orang Israel berharap kepada Tuhan dan juga mengingatkan Tuhan untuk mengingat akan Israel karena Daud, berarti Daud hidupnya begitu setia kepada Tuhan sehingga orang Israel tahu bahwa Tuhan mengasihi Daud. Dan dikatakan pula di dalam Alkitab bahwa Daud adalah seorang yang berkenan di hati Tuhan. Tetapi bukan hanya kepada Daud saja Tuhan berjanji. Tuhan juga berjanji kepada Abraham, Yakub, Musa dan beberapa orang lagi yang tertulis di dalam Alkitab. Orang-orang ini adalah orang-orang yang bergaul dengan Tuhan. Dan sekarang karena kita dapat datang kepada Tuhan kapanpun dan di manapun, biarlah kita juga menjadi orang yang bergaul dengan Tuhan. Bukan hanya meluangkan waktu untuk persekutuan dengan orang percaya dan diajar akan kebenaran Tuhan, tetapi juga meluangkan waktu pribadi dengan Tuhan untuk mendengarkan isi hati-Nya dan juga mengikut-sertakan Tuhan dalam segala sesuatu. Bila kita bergaul, kita sama-sama melakukan hal-hal dan selalu bercerita,  melakukan ini dan itu bersama-sama dan juga perlu waktu di mana hanya berbincang-bincang dan bukan hanya melakukan ini dan itu bersama-sama. Jadi biarlah kita ada keseimbangan antara bersekutu dengan orang percaya, diajar akan kebemaran, membaca Firman Tuhan sendiri, meluangkan waktu pribadi dengan Tuhan dan juga mengikut-sertakan Tuhan seperti Ia ada di sisi kita setiap saat sebagai teman baik kita. Biarlah kita bergaul dengan Tuhan seperti anak-anak-Nya yang tertulis dalam Alkitab.

 

English

 

Bible Reading: Psalms 132-133

 

The Lord made a promise to David and the Israelites asked the Lord to take care of them because of His promise to David. For the Israelites to hope in the Lord and asked the Lord to remember the Israelites because of David, his life must have been very faithful to the Lord such that the Lord loves David. It is even said that David was a man after God's heart. But the Lord did not just make promises to David. He made promises to Abraham, Jacob, Moses and others as well. These people are people who have a relationship with God,  a friendship with God. And now that we can come to God anytime anywhere, let us also be someone who have a friendship with God. It is not just spending time for felowship with other believers, to be taught of the Word of God, but also spending personal.time with God to hear His heart as well as involving Him in everything that we do. If we have a friendship, we will do things together, tell stories, do this and that together and also need time to just pour out each other's heart. So let us have a balance of fellowship with other believers,  to be taught the Word of God, to read the Word of God ourselves, spending private time with God as well as involving God in everything that we do as if He is there by our side every moment as our best friend. Let us have relationship with the Lord,  a friendship just as His children in the Bible did.

Friday, June 27, 2014

Apakah Semua Telah Menjadi Rutinitas Saja? | Has Everything Became Just A Routine?

Indo

 

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 11

 

Terkadang sebagai orang percaya kita terlalu sering melakukan hal-hal di gereja hanya sebagai rutinitas dan kadang kita juga jadi lupa akan makna dari apa yang kita lakukan. Paulus menegur jemaat di Korintus karena mereka demikian. Banyak dari mereka yang tidak menghormati dan mengerti makna dari pemecahan roti dan minum anggur yang dilakukan untuk memeringati akan pengorbanan Yesus bagi manusia. Dan karenanya banyak dari mereka yang lemah dan sakit, bukan karena terkena kutuk karena tidak mengerti. Tetapi karena tidak mengerti atau sudah menjadi biasa saja, mereka tidak lagi melakukannya dengan iman. Dan karena mereka tidak melakukannya dengan iman, maka apa yang mereka lakukan hanyalah makan dan minum biasa dan bukan mengimani bahwa dalam Tuhan kita mengambil bagian dari kuasa-Nya dan kita sembuh oleh darah-Nya dan telah dibebaskan. Pemecahan roti dan minum anggur berguna untuk mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus dan apa yang kita telah terima dari pada-Nya, tetapi seringkali itu hanya menjadi suatu ritual saja. Dan ini hanya salah satu contoh. Lihatlah sendiri ke dalam hidup kita. Apakah kita mulai hanya melakukan hal-hal bagi Tuhan hanya karena rutinitas dan kupa akan maknanya? Bila iya, marilah kita bertobat. Biarlah kita kembali untuk melakukan segala sesuatu dengan iman dan mengiyakan Firman Tuhan. Agar hidup kita tidak hanya begitu saja, biasa saja, tetapi kita hidup mengimani apa yang Firman Tuhan katakan dan hidup dengan kuasa Tuhan.

 

English

 

Bible Reading: 1Corinthians 11

 

Often, as believers we tend to do things at church just as a routine amd hence we tend to forget the meaning and reasons behind it. Paul rebuked the congregation in Corinth because they did that. Many of them dishonoured and did not understand the meaning of breaking the bread and drinking from the cup that is done to remind us of the sacrifice of Jesus for us. And as a result tlmanybof them were weak and sick, not because they are cursed due to them dishonouring, but because they did not understand or it became a routine, they did not do it with faith. And because they did not do it in faith, what they did was just eating and drinking and not claiming the power of God, the healing and the freedom in Jesus by faith. The breaking of bread and drinking from the cup reminds us of the sacrifice of Jesus and what we have received from Him, but many times it is just a ritual. And thia is just one example. Look at our own lives. Have we staryed to do things for God just as a routine and forgot about the meaning? If yes, let us repent. Let us go back to doing things with faith, confirming the Word of God. So that our lives are mot just so-so, but we live by having faith in what the Word of God said and live with the power of God.

Thursday, June 26, 2014

Mengerti Pengorbanan Tuhan | Understanding God's Sacrifice

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 130-131

Dikatakan di sini bahwa jika Tuhan mengingat dosa kita, siapa yang akan sanggup berdiri dan bertahan. Hal ini sangatlah benar dan sering kali kita lupa karena Tuhan mengampuni dan penuh dengan anug'rah. Dan dengan begitu kita lupa bahwa Tuhan adalah Allah yang tidak dapat tinggal bersama-sama dengan dosa.  Dengan begitu kita juga seringkali mengambil untung akan kemurahan hati, anug'rah dan pengampunan Tuhan. Maka dari itu, bila Tuhan tidak ada pengampunan dan bila Tuhan mengingat dosa kita, apakah kita dapat tinggal di hadapan Tuhan, apakah kita berani menunjukkan muka di hadapan Tuhan? Tentunya kita tidak akan berani sebab kita takut akan penghukuman yang ada dan karena kita takut karena kita telah mengkhianati dan menyakiti Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi, biarlah kita benar-benar mengerti pengorbanan Tuhan bagi kita dengan tidak mengingat dosa kita, dengan selalu mengampuni kita walaupun seringkali kita dengan sengaja melanggar perintah Tuhan. Sebab bila kita yang ada di posisi Tuhan, apakah kita sanggup berkorban seperti Tuhan? Dikhianati begitu rupa tetapi tetap mengampuni dan bahkan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita dan kita tetap saja mengkhianati dan menyakiti Tuhan dengan berdosa. Jadi, biarlah kita hidup takut akan Tuhan, biarlah kita mengerti pengorbanan Tuhan dan hidup di dalam harapan dalam-Nya, bukan mengambil untung kebaikan-Nya.
 

English

Bible Reading: Psalms 130-131

It is said here that if God counts our sins, then who could stand? This is so true and we always forget this because of His forgiveness and grace. And we tend to forget that the Lord cannot stay with sin. And we tend to take granted of His mercy, grace and forgiveness. Therefore, if there is no forgiveness, if the Lord counts our sins, can we stay with the Lord, are we able to face the Lord? Of course we would not dare, because we are afraid of the punishment and afraid because we have crossed and hurt the Almighty God. So, let us really understand the sacrifice the Lord has made for us by not remembering our sins, by always forgiving us even though many times we intentionally crossed and hurt God through disobedience. For if we are in God's position, are we able to sacrifice so much? Betrayed a yet still forgives, and even sacrificed His own life for us and yet we still crossed and hurt Him by sinning. So let us live with the fear of God, let us understand His sacrifice for us and live in hope rather than taking advantage of His goodness.

Wednesday, June 25, 2014

Jadi Teladan Dalam Hidup Takut Akan Tuhan | An Example To Live With The Fear Of God

Indo

 

Pembacaan Alkitab: Mazmur 128-129

 

Seorang yamg takut akan Tuhan bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk keluarganya,  untuk istrinya, untuk anak-anaknya. Bila kita hidup takut akan Tuhan, maka kita menjadi teladan dan co ntoh bagi keluarga kita. Kita juga patut memimpin keluarga kita untuk juga hidup takut akan Tuhan. Dengan begitu setiap orang di keluarga kita akan hidup bersama Tuhan, hidup mengikuti kebenaran Tuhan dan memenuhi bagiannya masing-masing di dalam rencana Tuhan dan juga di dalam keluarga. Inilah salah satu bukti bahwa Tuhan perduli akan keluarga kita dan akan menjaga keluarga kita. Tetapi ini juga salah satu bukti bahwa sebagai kepala keluarga, para suami dan ayah memiliki tanggung jawab untuk membawa keluarga mereka ke dalam hidup yang takut akan Tuhan. Dan ini tidak berhenti kepada keluarga kita saja, tetapi orang lain di sekitar kitapun akan melihat kesaksian hidup kita dan mereka akan dapat melihat perbedaannya kehidupan bersama Tuhan dan tidak bersama Tuhan. Jadi, biarlah kita hidup takut akan Tuhan, bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk menjadi teladan bagi orang-orang.

 

 

English

 

Bible Reading: Psalms 128-129

 

Someone who fears the Lord is not just for h8mself, but also for the whole family, for the wife and kids. If we live with the fear of the Lord, then we became an example for our family. We also need to lead our family tonlive with the fear of the Lord. That way every member of our family will live with God, live according to the righteousness of God and fulfilling their own portion in the plan of God and as well as in the family. This is one proof that God cares for our family. This is also one proof that as the head of the family, the fathers and husbands has the responsibility to bring their families to live with the fear of God. And this does not stop there, it also goes out to the people around us so that they can see our life testimonies amd they can see the difference of living with God and without. So, let us live with the fear of God, not just for ourselves but also to be example for others.

Tuesday, June 24, 2014

Tanpa Tuhan, Sia-Sialah | It Is In Vain Without The Lord

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 126-127

Raja Salomo mengerti bahwa yang membangun rumah adalah Tuhan dan bukan manusia dan dari sana matanya terbuka dan ia mengerti bahwa kalau bukan Tuhan yang menganug'rahkan atau kehendaki, maka sia-sialah manusia melakukan segala sesuatu. Dan dari pewahyuan yang Salomo dapatkan ini ia juga berkata bahwa tanpa Tuhan segalanya sia-sia. Salomo mengerti bahwa yang memberikan kepadanya kedamaian dalam jamannya adalah Tuhan, yang membuat ia kaya dan dihormati bangsa-bangsa serta raja-raja adalah Tuhan dan bukan manusia. Dan Salomo mengajarkannya kepada rakyatnya dan kepada kits kebenaran ini. Jadi, biarlah kita hidupi kebenaran ini. Tanpa Tuhan sia-sialah apa yang kita lakukan. Walaupun Tuhan menghendaki yang baik bagi kita, tetapi bila kita tidak bersandar kepada Tuhan, bila kita tidak berjalan sesuai dengan apa yang Ia rencanakan, maka sia-sialah semua itu. Sebab apa yamg baik di mata manusia belum tentu apa yang baik di mata Tuhan. Maka itu Tuhan berkata di dalam Yesaya 55:8-9 bahwa rancangan-Nya dan pikiran-Nya jauh lebih tinggj dari rancangan atau pikiran kita. Jadi, biarlah kita lakukan segala sesuatu bagi Tuhan,  untuk Tuhan dan sesuai dengan anugr'ah dan kehendak-Nya, yakni sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab Tuhanlah sumber segalanya.

 

English

Bible Reading: Psalms 126-127

King Solomon understood that the one who built the house is the Lord and not men and a rrvelation came to him that he understood that if it was not because grace and will of God, then what men doea are in vain. From this revelation that Solomon received, he also said that without the Lord everything is in vain. Solomon understood that the one who gave him peace in his reign was the Lord, the one who made him to be honoured amongst nations and kings was the Lord and not men. Ao Solomon taught this to his people and to us. So let us live in this truth. Without the Lord, all we do are in vain. Evwm though the Lord's will is good for us, but if we do not rely on the Lord and if we are not walking according to what He planned, then all will be in vain. Because what is good in the eyes of men are not necessarily good in the eyes of the Lord. That is why the Lord said in Isaiah 55:8-9 that His plans and ways are higher than ours. So, let us do everything for God, to God and in accordance to His grace and will, that is the Word od God. For the Lord is the source of everything

Sunday, June 22, 2014

Percaya Kepada Tuhan | Trust In God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 124-125

Daud mengerti bahwa semua yang ia alami untuk dapat menang dan luput dari musuh adalah karena kekuatan, anug'rah dan perlindungan dari Tuhan. Daud bahkan menggambarkannya seperti gunung-gunung yang mengelilingi kita dan bahkan kitapun seperti gunung yang kokoh bila kita percaya kepada Tuhan. Kuncinya adalah percaya kepada Tuhan dalam segala hal. Kita mungkin percaya kepada Tuhan, percaya bahwa Tuhan itu penuh kuasa. Tetapi seringkali ketika kita menghadapi suatu tantangan ada suatu hal yang perlu ditangani, kita lebih percaya akan kekuatan kita dan kekuatan manusia dibanding kekuatan Tuhan. Sebab seringkali respon kita yang pertama bukan mencari Tuhan untuk mencari hikmat dan jalan keluar dari Tuhan, tetapi kita memutar otak kita dan banyak bertanya sana sini untuk mencari jalan keluarnya. Dan ketika kita tidak menemukan jalan keluar yang bagus, maka baru kita berseru kepada Tuhan. Hal ini tidak salah, tetapi hanya urutannya terbalik karena di bawah alam sadar kita, kita leibh percaya akan pengalaman manusia dibandingkan dengan kekuatan Tuhan. Bila kita percaya kepada Tuhan, percaya akan kekuatan-Nya dengan segenap hati kita, maka secara tidak sadar kita akan selalu mencari Tuhan lebih dahulu untuk meminta hikmat dan pimpinan-Nya. Dan ketika kita mencari jalan keluar, kita tidak mengandalkan kekuatan kita, tetapi kita dengan iman dan harapan tahu bahwa Tuhan yang akan mengatur segalanya sehingga kita akan menemukan jalan keluar yang Tuhan telah siapkan. Baik itu dari ide yang muncul dengan tiba-tiba karena Roh Kudus, atau Tuhan memakai situasi atau orang-orang di sekitar kita, selama perjalanan kita melewati tantangan itu, kita memiliki kepercayaan dan iman bahwa Tuhan yang memimpin dan kita akan ada damai serta harapan. Sedangkan bila kita mengandalkan kekuatan manusia lebih dahulu, maka yang kita alami adalah frustasi dan stress sampai kita tidak dapat lagi baru kita mencari harapan dari Tuhan. Jadi, biarlah kita mulai terus ingatkan jiwa dan pikiran kita untuk percaya kepada Tuhan, untuk selalu mencari Tuhan lebih dahulu dan bukan mengandalkan manusia. Maka kita akan mengalami apa yang Daud alami, kita akan melihat perlindungan Tuhan yang luar biasa atas hidup kita.


English

Bible Reading: Psalms 124-125

David understood what what he experienced where he was able to win or escape from his enemies are because of the strength, grace and protection of the Lord. David illustrated it as if there are mountains all around surrounding us and even we are like a mountain that is firm if we believe in God. The key here is to trust in the Lord in everything. We may believe in the Lord, believe that He is full of power. But many times when we face a challenge of something that we need to handle, we trust more in our own strength and the strength of men rather than the strength of God. Because many times our first response is not to seek the Lord, to seek His wisdom and way out, but we tend to search our minds out trying to think of a way out and asking for answers here and there. And when we do not find a way out, then we would cry out to the Lord. This is not wrong per se, but the order is the other way around, because subconsciousy we trust the experience of men more than the strength of God. IF we believe and trust in the Lord and His strength with our whole heart, then subconsiously we will always seek the Lord first to ask for wisdom and His guidance. And when we seek a way out, we do not rely on our own strength, but with faith and hope we know that the Lord will make things fall in its places, such that we would find the way out that the Lord has prepared for us. Whether it is an idea that just came because of the Holy Spirit, or the Lord is using the things and people around us, throughout the journey of seeking answers, we have trust and faith that the Lord is leading us and we will have peace and hope. Meanwhile, if we rely on the strength of men first, then what we will experience are frustration and stress until we cannot handle it anymore, then we seek hope in the Lord. So, let us  remind our minds and soul to trust in the Lord, to always seek the Lord first and not to rely on men. Then we will experience what David experienced, we will see the protection of the Lord so amazingly over us.

Saturday, June 21, 2014

Hidup Sebagai Peserta Dalam Pertandingan | Living As An Athlete In Championship

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 9

Paulus berkata-kata tentang bagaimana ia bertindak dalam pelayanannya untuk memberitakan Injil. Dan dalam apa yang dikatakannya, ia menyamakannya dengan pertandingan dan bagaimana seorang peserta akan menguasai dirinya dalam segala hal untuk dapat memenangkan pertandingan itu. BIla kita lihat olahragawan dunia, mereka hidup dalam suatu standar yang berbeda dengan rakyat jelata. Apa yang mereka makan dan minum sangatlah di jaga untuk menjaga kesehatan dan untuk menambahkan tenaga serta pertumbuhan badan agar lebih kuat dan berstamina. Apa yang mereka lakukan sehari-harinya adalah banyak latihan untuk memperkuat bagian-bagian tubuh yang dipergunakan dalam pertandingan dan juga berlatih dalam strategi dan sebagainya. Seorang olahragawan tidak akan membuang-buang waktu, tetapi akan mendorong dirinya untuk berlatih keras agar mereka dapat menang dalam pertandingan. Mereka juga memerlukan keseimbangan antara latihan dan juga istirahat agar tubuh mereka tetap prima. Mereka dibimbing, mereka diajari, didukung oleh orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga sangat fokus kepada gol mereka. Dan untuk mereka dapat melakukan ini semua, mereka memerlukan disiplin, penguasaan diri, ketekunan dan ketaatan juga kepada pemimpin mereka. Inilah yang perlu kita juga lakukan secara rohani, kita perlu ada disiplin, penguasaan diri, ketekunan dan ketaatan dalam pertumbuhan kehidupan rohani kita. Jadi, biarlah kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi seperti Paulus, biarlah kita menjadi peserta dalam pertandingan dan biarlah kita ubah kehidupan kita, agar kita mulai mempersiapkan hidup kita agar kita memberitakan Injil, agar kita mendapatkan mahkota kemuliaan pada akhirnya nanti.


English

Bible Reading: 1Corinthians 9

Paul is talking about how he acts in his ministry to preach the Gospel. And in what he said, he is illustrating it as a race, where the athlete will need self control over everything to win that race. If we look at the world's athlete, they live in a different standard than commoners. What they eat and drink is very controlled to take care of their health and to add energy as well as the growth of their bodies for  stronger bodies and more stamina. What they do everyday is a lot of practice and training to strengthen the body parts being used for the race and also in strategies and similar. An athlete would not waste time, but will push himself to practice hard so that they can win in a race. They also would need balance of rest and practice so that their body would stay at their prime. They are guided, taught, supported by the people around them. They are also very focused on their goals. And for them to do all these, they would need discipline, self control, perseverance and obedience to their coach. This is what we also need spiritually, we need to have discipline, self control, perseverance and obedience in our spiritual growth. So, let us not just be spectators, but let us be like Paul, let us be an athlete in the race and let us change our lifestyle so that we would start preparing ourselves to share the Gospel, so that we would receive that crown of glory in the end.

Friday, June 20, 2014

Memandang Kepada Tuhan | Lift Our Eyes To The Lord

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 122-123

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk memandang kepada Tuhan, bukan hanya sekedar memandang, tetapi seperti seorang hamba yang memandang kepada tuannya, yakni untuk meminta pelepasan, penuh dengan harapan dan memohon belas kasihan. Memandang Tuhan bukan hanya sekedar kita melihat sekilas saja, tetapi memandang memiliki arti agar kita meluangkan waktu dan melihat dengan seksama. Jadi, kita tidak akan dapat memandang Tuhan hanya dengan sekedar berdoa yang hanya menyebutkan daftar hal-hal yang kita perlukan. Kita hanya dapat memandang Tuhan bila kita meluangkan waktu untuk menyembah, memuji, mendengarkan dan merenungkan Firman Tuhan. Memandang juga seperti kita memandang pemandangan yang Tuhan ciptakan, kita tentunya akan meluangkan waktu untuk benar-benar menikmati pemandangan itu, yang menyegarkan kita. Jadi, kita juga perlu tinggal lebih lama lagi dalam hadirat Tuhan, lebih lama lagi meluangkan waktu dengan Tuhan agar kita menikmati keseluruhannya Tuhan. Jadi, biarlah kita meluangkan waktu lebih lagi dengan Tuhan, dan bukan hanya untuk menyebutkan daftar doa kita, tetapi untuk menjalin hubungan dengan Tuhan.


English

Bible Reading: Psalms 122-123

The Word of God teaches us to lift our eyes to the Lord, not just to do a glimpse, but as a servant looking to the masters to ask for deliverance, full of hope and asking for mercy. Lifting our eyes tot he Lord is not just catching a glimpse, but it is looking to the Lord in essence we spend time and look with intent. So, we cannot look to the Lord just by praying for our list of things alone. We can only look to the Lord if we spend time to worship, praise, listen and meditate on the Word of God. Looking is also as if we are enjoying the scenery of God's creation, we would surely spend time to really enjoy and let them sink in to refresh us. So we also need to dwell longer in the presence of God, longer spending time with the Lord so that we would enjoy His whole being. So, let us spend more time with the Lord and not just to list out things we need, but to build a relationship with the Lord.

Thursday, June 19, 2014

Tuhan Selalu Menjaga | The Lord Protects

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 120-121

Tuhan benar-benar adalah penjaga kita. Untuk seseorang berkata demikian dan dapat berkata-kata seperti yang tertulis dalam mazmur-mazmur ini, terlihat bahwa Tuhan benar-benar menolong pemazmur ini dan menunjukkan kasih setia-Nya dan penjagaan-Nya yang tidak pernah lalai. Dan ini memberikan kita harapan dan pegangan hidup agar dalam kehidupan kitapun, kita dapat memegang kebenaran ini. Agar dalam kesesakan kita, kita dapat tetap bersandar kepada Tuhan, menerima pertolongan Tuhan, melepaskan segala kesesakan kita kepada Tuhan dan menunggu pembelaan Tuhan daripada kesal dan mencari pembalasan sendiri. Dengan begitu kita juga dilatih karakternya agar kita makin seperti Tuhan, yakni ketika kita ditampar pipi kanan kita, kita dapat memberikan pipi kiri kita dan tidak dipenuhi dengan kebencian, amarah atau iri hati, tetapi kita selalu penuh dengan iman, kasih dan harapan.


English

Bible Reading: Psalms 120-121

The Lord really is our protector. For someone to say what it is written in these psalms, it can be seen that the Lord really helped this psalmist and showed His loving kindness and protection is always there.  And this gives us hope and something to hold on to so that in our lives, we would hold on to this truth. So that in our own distress and weariness we can rely on the Lord, receiving His help, letting go of all distress to the Lord and wait for the Lord to defend us rather than being frustrated and looking for revenge. That way we are also being trained in our character to be more like the Lord, where when we are struck in our right cheek, we can give our left cheek and we would not be filled with hatred, anger or jealousy, but we will always be full of faith, love and hope.

Wednesday, June 18, 2014

Hidup Menjadi Teladan | Setting An Example

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 8

Paulus mengajarkan bagaimana kita harus lebih sensitif kepada hati nurani orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebab bila kita memiliki "pengetahuan" yang lebih dari pada saudara kita, maka apa yang kita lakukan tentunya akan dianggap sebagai benar dan boleh. Dan bila orang disekitar kita itu lebih lemah imannya dan hati nuraninya, maka kita mungkin telah menjadi batu sandungan bagi mereka. Kita harus ingat bahwa kita bukan lagi milik kita sendiri. Hal ini bukan hanya agar kita hiudp benar di hadapan Tuhan, tetapi kita juga  menjadi teladan bagi saudara-saudari kita seiman. Sama seperti contoh yang Paulus katakan, makanan itu tidak salah apabila kita makan atau tidak makan, sebab segala sesuatu telah dikuduskan oleh Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak tahu akan kebenaran ini, maka bila kita makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, maka kita menjadi batu sandungan bagi mereka, karena kita memberikan contoh bahwa berhala itu boleh, atau kita menjadi batu sandungan karena mereka bisa jadi tidak percaya kepada kita dan jadi memiliki kesan yang buruk akan semua orang percaya. Jadi, bila kita bertindak, berkata-kata, biarlah kita jadi teladan dan selalu mencoba untuk membangun orang-orang di sekitar kita. Sebab itulah yang Yesus juga lakukan, menjadi teladan dan membangun orang-orang di sekitar-Nya.


English

Bible Reading: 1Corinthians 8

Paul teaches how we need to be more sensitive to the conscience of other others around us. Because if we have more "knowledge" than our brethren, then what we do will be taken as something that is right and allowed to do. And if the people around us have less faith and weaker conscience, then we may have been a stumbling block for them. We have to remember that we no longer belong to ourselves. This is not just living righteously before the Lord, but we need to be an example for our brethren in faith as well. Just as the example Paul gave, eating food or not eating food is not a problem because all things are sanctified by the Lord. But for those who does not know this truth, if we eat something that has been offered to idols, then we have become a stumbling block for them, because we gave them the example that idols are alright, or we became a stumbling block because they may not trust us and have bad impression on all believers. So, in our actions and words, let us be an example and always try to encourage and edify the people around us. Because this is what Jesus also did, setting an example and edifying the people around Him.

Tuesday, June 17, 2014

Pentingnya Firman Tuhan | The Importance Of The Word Of God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 119

Mazmur ini mengungkapkan banyak sekali contoh-contoh dan juga keadaan-keadaan di mana Firman Tuhan itu sangat penting untuk kita pegang. Dalam kehidupan kita, ketika kita mengalami masalah, tantangan, mengalami godaan untuk berbuat dosa, menghadapi situasi yang menekan kita, dan sebagainya, FIrman Tuhan menjadi pegangan yang kuat, yang memberikan harapan kepada Tuhan. Jadi, biarlah kita benar-benar baca dan renungkan Firman Tuhan setiap harinya, sehingga kita tahu, mengenal dan sehinnga Firman Tuhan tinggal di dalam kita, agar hidup kita dipimpin oleh Firman Tuhan. Agar ketika kita menghadapi apapun, kita jadi ingat akan Firman Tuhan dan berjalan sesuai dengan Firman Tuhan. Biarlah kita hidup dengan bersandar kepada Firman Tuhan sebagai standar hidup kita Biarkanlah hidup kita berputar sekitar Firman Tuhan, yakni Firman Tuhan menjadi sumber dan fondasi kehidupan kita.


English

Bible Reading: Psalms 119

This psalms expreses a lot of examples and situations where the Word if God is very important for us to hold on to. In our lives, when we face troubles, challenges, temptations to sin, situations that pressures us and so on, the Word of God becomes a strong foundation that we hold on to, that gives us hope to the Lord. So, let us really read and meditate upon the Word of God everyday, such that we know, understand and so that the Word of God lives in us, and we are led by the Word of God. So that whatever we face, we will remember the Word of God and walk according to the Word of God. Let us rely on the Word of God as our standards in life. Let our lives revolves around the Word of God, meaning that the Word of God became the source and foundation of our lives.

Monday, June 16, 2014

Jelas Antara Firman Tuhan & Nasihat | Clear Distincition Between The Word Of God& Adivces

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 7

Dari apa yang Paulus katakan kita dapat melihat bahwa jemaat di Korintus ada banyak pertanyaan soal pernikahan, hubungan, suami dan istri. Dan kita lihat bahwa Paulus sangat jelas menasihati jemaat di Korintus akan apa yang dipikirnya baik dan jelas membedakan bila memang itu adalah perintah Tuhan. Dan inilah yang perlu kita pelajari dari Paulus. Yakni, apa yang Firman Tuhan katakan, kita harus bagikan dan ajarkan kepada orang-orang yang bertanya atau yang kita pimpin. Tetapi kita juga harus dengan jelas memisahkan antara perintah Tuhan dan nasihat yang menurut kita baik untuk dilakukan, seperti Paulus. Dengan begitu jemaat tidak menjadi salah dengan menganggap bahwa nasihat kita itu adalah perintah Tuhan. Dan sebagai pemimpin di manapun kita memimpin, sangatlah mudah untuk kita mengikutsertakan ambisi dan visi kita sendiri ketika kita mengajarkan Firman Tuhan dan oleh karena itu biarlah kita belajar dari Paulus dan meminta hkmat dari Tuhan agar kita selalu jelas antara mengajarkan Firman Tuhan dan memberikan nasihat yang menurut kita baik.


English

Bible Reading: 1Corinthians 7

From what Paul said here, we can see that the congregation in Corinth had a lot of questions regarding marriage, relationships, husband and wives. And we see that Paul is very clear in advising the congregation in Corinth of what he thinks is good and clearly distinguish if it is the command of God. And this is what we need to learn from Paul. That is, what the Word of God said, we need to pass on and teach to those who asks of us or those whom we lead. But we also need to distinctively clarify between the Word of God and our own advices that we think are good to do, like Paul did. That way, the congregation would not take it wrongly and would not assume that our advices as the Word of God. And as leaders, whereever we lead, it is very easy to incorporate our own vision and ambition when we teach the Word of God and that is why we need to learn from Paul and ask wisdom from God so that we are always clear in teaching the Word of God and in giving advices that we think are good.

Sunday, June 15, 2014

Hidup Mengalami Tuhan | Experiencing God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 116-118

Bila kita baca mazmur-mazmur ini, tidakkah kita juga mau mengalami hal yang sama? mungkin bukan masalah yang sama, tetapi kuasa Tuhan, mengalami kekuatan Tuhan yang menolong kita. Hal ini tidaklah mustahil, sebab Tuhan kita itu sama dari dulu sekarang dan selamanya dan bila dulu Tuhan dapat mendengarkan doa dan menolong umat-Nya, maka sekarangpun Ia dapat melakukan yang sama. Bahkan sekarang lebih lagi, sebab Roh-Nya telah dicurahkan bagi setiap orang yang mengingini-Nya. Jadi, apa yang menghalangi kita untuk mengalami apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan? Pertama, seringkali kita hanya menganggap sebagai cerita di masa lalu sehingga kita tidak benar-benar beriman bahwa Tuhan mendengar dan menolong kita. Jadi, kita perlu memiliki iman, kita perlu hidup dalam iman kepada Firman Tuhan, kepada janji-janji Tuhan. Kita juga perlu untuk mengucap syukur, bahkan atas hal-hal yang belum terjadi, tetapi yang akan terjadi karena iman kita kepada Tuhan. Bila kita lihat akan mazmur-mazmur ini, dikatakan bahwa mereka berseru kepada Tuhan, mereka bersandar kepada Tuhan dan berlindung kepada Tuhan daripada kepada manusia. Yakni mereka sadar bahwa Tuhanlah sumber segalanya dan Tuhanlah yang kuasa, sedangkan manusia hanyalah manusia. Jadi, bila kita ingin mengalami apa yang tertulis dalam Firman Tuhan, biarlah kita hidup, berjalan dan melhat dengan iman, bersyukur kepada Tuhan dengan iman dan bersandar serta berlindung kepada Tuhan dan bukan kepada manusia, termasuk diri kita sendiri. Hal ini berarti kita perlu rela melepaskan harga diri kita di hadapan Tuhan dan mengaku bahwa kita lemah tanpa Tuhan, bahwa kita tidak sanggup tanpa Tuhan. Sebab seringkali yang menahan iman kita adalah harga diri dan kesombongan kita, yang malu bila terlhat lemah, malu dan takut akan apa kata orang nantinya. Ingatlah bahwa di hadapan Tuhan, kita semua sama berharganya, jadi bila dibandingkan, tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah dan semua sama, jadi tidak perlu membanding-bandingkan harga diri antara sesama manusia. Biarlah kita fokus hanya kepada Tuhan dan perduli hanya apa kata Firman Tuhan daripada kata orang. Jadi, hidup dengan iman, buang kesombongan dan jangan biarkan harga diri menahan kita beriman dan berserah penuh kepada Tuhan. Maka kita akan mengalami Firman Tuhan yang kita imani.


English

Bible Reading: Psalms 116-118

If we read these psalms, do we not want to experience the same? Maybe not the same suffering, but the power of God, the strength of God that helps us. This is not impossible, because our Lord is the same yesterday, today and forever and if the Lord can hear prayers and help His people in the past, He can do the same now. In fact, He can do even more, because His Spirit has been poured out for those who asks of Him. So, what hinders us from experiencing what is written in the Word of God? Firstly, many times we only think of it as stories, as the past, such that we do not really have faith that the Lord hears and helps us. So, we need to have faith, we need to live in faith to the Word of God, to the promises of God. We also need to give thanks, for the unseen things, but will happen because our faith to God. If we look at these psalms, it is said that they cried out to God, relied on God and take shelter in God rather than men. Meaning that they realise that the Lord is everything and that He is powerful, while men are only men. So, if we want to experience what is written in the Word of God, let us live, walk and see with faith, giving thanks to the Lord by faith and relied as well as take shelter in the Lord and not in men, including ourselves. This means that we need to be willing to let go of our pride before the Lord, admitting that we are weak without God, that we cannot do it without God. Because many times what hinders our faith is our pride and arrogance, that makes us feel ashamed if we are seen weak and afraid of what others may say. Remember that before the Lord we are all the same, we are all precious and no pride is needed because no one is higher and no one is lower, so there is no need to compare each other with our pride. Let us focus only on God and care only what the Word of God says rather than what people say. So, live in faith, throw away all arrogance and pride and do not let pride hinders us from having faith and fully surrendering to God. Then, we will experience the Word of God that we have faith in.

Saturday, June 14, 2014

Tubuh Kita Adalah Bait Allah | Our Body Is The Temple Of God

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 6

Tuhan telah menebus hidup kita dengan nyawa-Nya dan dengan darah-Nya kita telah dibeli dan menjadi milik-Nya. Oleh karena itulah tubuh kita adalah bait Alah, sebab Tuhan tinggal di dalam kita. Tetapi bagaimana Tuhan dapat tetap tinggal di dalam kita bila kitanya masih mengisi tubuh kita dengan dosa, dan terutama dosa percabulan. Firman Tuhan katakan agar kita lari dari percabulan. Bila kita mengerti bahwa tubuh kita itu tempat Tuhan tinggal,dan bila kita ingin Tuhan selalu ada di dalam kita dan memimpin kita, maka kita perlu membereskan hidup kita. Buanglah segala yang tidak benar dan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Dan bila ada godaan dan bila kita mau memasukkan hal-hal yang tidak benar, Tuhan akan menegur dan mengingatkan kita melalui Roh Kudus-Nya sebelum kita memasukkannya ke dalam hidup kita. Dan bila Roh Kudus mengingatkan dan menegur, biarlah kita dengarkan. Ingatlah bahwa Tuhan itu kudus dan tidak akan dapat tinggal di tempat yang sama dengan hal-hal yang tidak kudus. Jadi, biarlah kita jaga kehidupan kita sebab tubuh kita adalah bait Allah.


English

Bible Reading: 1Corinthians 6

The Lord has redeemed our lives with His life and by His bloodwe have been bought and became His. That is why our body is the temple of God for the Lord abides in us. But how can the Lord stay in us if we are still filling our lives with sins and especially sexual immorality. The word of God told us to flee from sexual immorality. If we understand that our body is where God stays, and if we want the Lord to stay in us amd lead us, then we need to clean our lives. Get rid of all the things that are unrighteous and not in accordance with the Word of God. And if there are temptations and if we want to let it in to our lives, the Lord will surely rebuke and remind us through His Holy Spirit before let them in to our lives. And if the Holy Spirit reminds us, losten. Remember that the Lord is holy and cannot stay in the same place as unholy things. So, let us take care of our lives because our body is the temple of God.

Friday, June 13, 2014

Tuhanlah Allah | The Lord Is God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 113-115

Tuhan telah melakukan begitu banyak mujizat di tengah-tengah Israel, dari ketika mereka di Mesir, di padang gurun bahkan sampai kepada mereka dapat menduduki tanah perjanjian. Dan banyak kejadian yang di mana bangsa-bangsa lain menantang Allah Israel dan terbukti bahwa memang Tuhan, Allah Israellah yang berkuasa dan bahwa dewa-dewa mereka hanyalah emas dan perak, mereka memiliki telinga, mulut, tangan dan sebagainya, tetapi tidak ada gunanya. Oleh karena itulah pemazmur ini dapat berkata dan menghimbau Israel untuk memuji dan percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah tempat perlindungan kita dan perisai kita. Seperti pada waktu Elia menantang 400 nabi Baal, di sana terbukti dengan nyata bahwa Tuhanlah yang kuasa dan satu-satunya Allah. Jadi, janganlah kita ragu, janganlah kita tertipu oleh iblis dan menjadi ragu akan Tuhan kita. Tetapi biarlah kita tetap percaya kepada Tuhan dalam segala hal, melalui segala macam perkara. Tetaplah setia dan bersandar kepada Tuhan, dan kita akan menyaksikan kuasa-Nya di dalam hidup kita. Sehingga kitapun dapat berkata Tuhanlah keselamatan kita, Tuhanlah perisai dan perlindungan kita, pujilah Tuhan.


English

Bible Reading: Psalms 113-115

The Lord has done so many miracles in the midst of Israel, from when they were in Egypt, in the desert and even until they occupied the promised land. And there are many incidents where other nations challenged the God of Israel and it was proven that the Lord, God of Israel is poweful and that their gods were only gold and silver, they have ears, mouths, hands and so on, but has no use. That is why the psalmist can say and encourage Israel to praise and believe in the Lord, because the Lord is our shelter and shield. Just like when Elijah challenged 400 of prophets of Baal and there it was proven that the Lord is powerful and the only God. So, do not doubt and do not be deceived by the devil such that we doubt the Lord our God. But let us keep on believing in the Lord in all things, through thick and thin. Keep on being faithful and rely on the Lord and we will witness His power in our lives. So that we can say, the Lord is our salvation, the Lord is our shield and shelter, praise be to the Lord.

Thursday, June 12, 2014

Hidup Sebagai Orang Percaya | Living As A Believer

Indo

Pembacaan Alkitab: 1Korintus 5

Paulus dengan jelas mengajar dan menasihati kita agar kita jangan bergaul dengan orang yang berdosa. Tetapi bukan orang berdosa pada umumnya, tetapi orang yang mengenal kebenaran tetapi masih saja memilih untuk hidup berdosa. Paulus bukan berkata soal orang yang jatuh dalam dosa, tetapi soal orang-orang percaya yang walaupun sudah diajar, tetapi hidupnya masih saja dalam kehidupan lamanya, yang masih memilih untuk hidup dalam percabulan dan sebagainya. Orang-orang yang Paulus maksudkan di sini adalah orang-orang percaya yang tahu bahwa sesuatu adalah dosa, tetapi dengan sengaja masih melakukannya karena mengikuti hawa nafsu dan tidak ada buah-buah pertobatan dalam kehidupannya. Ini berbeda dengan orang-orang yang ada perubahan walaupun lebih lambat. Orang-orang yang Paulus katakan lebih menuju kepada orang percaya yang sombong dan yang menganggap dirinya benar, walaupun kehidupannya tidak benar. Biarlah kita periksa kehidupan kita, agar kita tidak menjadi seperti orang-orang yang Paulus katakan di sini. Biarlah kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan tinggalkan kehidupan lama kita. Biarlah kita berakar kuat di dalam Firman Tuhan dan kebenaran-Nya serta melakukannya agar kita terus bertumbuh di dalam Tuhan. Biarlah kita selalu bertobat bila Tuhan tunjukkan hal-hal yang perlu kita buang dalam kehidupan kita. Biarlah kita selalu menjaga dan pastikan setiap hari bahwa kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang Paulus katakan. Hiduplah untuk Tuhan!


English

Bible Reading: 1Corinthians 5

Paul has clearly taught us and advises us to not be friends with the sinners. However, Paul is not talking about sinners in common, but he is talking about believers who still choose to live in sin. Paul is not talking about someone who fell into sin, but believers who has been taught but still lives in his/her old lives, who still chooses adultery and so on. The people whom Paul refers to are believers who knows it is sin, but still chose to do them because they follow their lusts and that there are no fruits of repentance in their lives. This is different than believers who have changes in their lives but slower. The people whom Paul refers to are more to believers who are arrogant and think of themselves righteous while their lives are not. Let us introspect ourselves so that we would not be these people whom Paul speak of. Let us repent whole-heartedly and leave our old lives behind. Let us be strongly rooted in the Word of God and His righteousness as well as actioning it so that we keep on growing in the Lord. Let us always repent whenever the Lord reveals things that we must let go in our lives. Let us always take care and make sure everyday that we do not become these beleivers that Paul speak of. Live for God!