Wednesday, July 2, 2014
Melayani Karena Kasih Bukan Keharusan | Minister Because Of Love And Not A Duty
Tuesday, July 1, 2014
Mengikuti Rencana Tuhan | Folowing God's Plan
Monday, June 30, 2014
Kita Semua Adalah Satu Tubuh Kristus | We Are All One Body Of Christ
Sunday, June 29, 2014
Memuji & Mengucap Syukur | Giving Praise & Thanks
Saturday, June 28, 2014
Bergaul Dengan Tuhan | A Friendship With God
Friday, June 27, 2014
Apakah Semua Telah Menjadi Rutinitas Saja? | Has Everything Became Just A Routine?
Thursday, June 26, 2014
Mengerti Pengorbanan Tuhan | Understanding God's Sacrifice
Wednesday, June 25, 2014
Jadi Teladan Dalam Hidup Takut Akan Tuhan | An Example To Live With The Fear Of God
Indo
Pembacaan Alkitab: Mazmur 128-129
Seorang yamg takut akan Tuhan bukan hanya untuk dirinya sendiri saja, tetapi juga untuk keluarganya, untuk istrinya, untuk anak-anaknya. Bila kita hidup takut akan Tuhan, maka kita menjadi teladan dan co ntoh bagi keluarga kita. Kita juga patut memimpin keluarga kita untuk juga hidup takut akan Tuhan. Dengan begitu setiap orang di keluarga kita akan hidup bersama Tuhan, hidup mengikuti kebenaran Tuhan dan memenuhi bagiannya masing-masing di dalam rencana Tuhan dan juga di dalam keluarga. Inilah salah satu bukti bahwa Tuhan perduli akan keluarga kita dan akan menjaga keluarga kita. Tetapi ini juga salah satu bukti bahwa sebagai kepala keluarga, para suami dan ayah memiliki tanggung jawab untuk membawa keluarga mereka ke dalam hidup yang takut akan Tuhan. Dan ini tidak berhenti kepada keluarga kita saja, tetapi orang lain di sekitar kitapun akan melihat kesaksian hidup kita dan mereka akan dapat melihat perbedaannya kehidupan bersama Tuhan dan tidak bersama Tuhan. Jadi, biarlah kita hidup takut akan Tuhan, bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk menjadi teladan bagi orang-orang.
English
Bible Reading: Psalms 128-129
Someone who fears the Lord is not just for h8mself, but also for the whole family, for the wife and kids. If we live with the fear of the Lord, then we became an example for our family. We also need to lead our family tonlive with the fear of the Lord. That way every member of our family will live with God, live according to the righteousness of God and fulfilling their own portion in the plan of God and as well as in the family. This is one proof that God cares for our family. This is also one proof that as the head of the family, the fathers and husbands has the responsibility to bring their families to live with the fear of God. And this does not stop there, it also goes out to the people around us so that they can see our life testimonies amd they can see the difference of living with God and without. So, let us live with the fear of God, not just for ourselves but also to be example for others.
Tuesday, June 24, 2014
Tanpa Tuhan, Sia-Sialah | It Is In Vain Without The Lord
Sunday, June 22, 2014
Percaya Kepada Tuhan | Trust In God
Pembacaan Alkitab: Mazmur 124-125
Daud mengerti bahwa semua yang ia alami untuk dapat menang dan luput dari musuh adalah karena kekuatan, anug'rah dan perlindungan dari Tuhan. Daud bahkan menggambarkannya seperti gunung-gunung yang mengelilingi kita dan bahkan kitapun seperti gunung yang kokoh bila kita percaya kepada Tuhan. Kuncinya adalah percaya kepada Tuhan dalam segala hal. Kita mungkin percaya kepada Tuhan, percaya bahwa Tuhan itu penuh kuasa. Tetapi seringkali ketika kita menghadapi suatu tantangan ada suatu hal yang perlu ditangani, kita lebih percaya akan kekuatan kita dan kekuatan manusia dibanding kekuatan Tuhan. Sebab seringkali respon kita yang pertama bukan mencari Tuhan untuk mencari hikmat dan jalan keluar dari Tuhan, tetapi kita memutar otak kita dan banyak bertanya sana sini untuk mencari jalan keluarnya. Dan ketika kita tidak menemukan jalan keluar yang bagus, maka baru kita berseru kepada Tuhan. Hal ini tidak salah, tetapi hanya urutannya terbalik karena di bawah alam sadar kita, kita leibh percaya akan pengalaman manusia dibandingkan dengan kekuatan Tuhan. Bila kita percaya kepada Tuhan, percaya akan kekuatan-Nya dengan segenap hati kita, maka secara tidak sadar kita akan selalu mencari Tuhan lebih dahulu untuk meminta hikmat dan pimpinan-Nya. Dan ketika kita mencari jalan keluar, kita tidak mengandalkan kekuatan kita, tetapi kita dengan iman dan harapan tahu bahwa Tuhan yang akan mengatur segalanya sehingga kita akan menemukan jalan keluar yang Tuhan telah siapkan. Baik itu dari ide yang muncul dengan tiba-tiba karena Roh Kudus, atau Tuhan memakai situasi atau orang-orang di sekitar kita, selama perjalanan kita melewati tantangan itu, kita memiliki kepercayaan dan iman bahwa Tuhan yang memimpin dan kita akan ada damai serta harapan. Sedangkan bila kita mengandalkan kekuatan manusia lebih dahulu, maka yang kita alami adalah frustasi dan stress sampai kita tidak dapat lagi baru kita mencari harapan dari Tuhan. Jadi, biarlah kita mulai terus ingatkan jiwa dan pikiran kita untuk percaya kepada Tuhan, untuk selalu mencari Tuhan lebih dahulu dan bukan mengandalkan manusia. Maka kita akan mengalami apa yang Daud alami, kita akan melihat perlindungan Tuhan yang luar biasa atas hidup kita.
English
Bible Reading: Psalms 124-125
David understood what what he experienced where he was able to win or escape from his enemies are because of the strength, grace and protection of the Lord. David illustrated it as if there are mountains all around surrounding us and even we are like a mountain that is firm if we believe in God. The key here is to trust in the Lord in everything. We may believe in the Lord, believe that He is full of power. But many times when we face a challenge of something that we need to handle, we trust more in our own strength and the strength of men rather than the strength of God. Because many times our first response is not to seek the Lord, to seek His wisdom and way out, but we tend to search our minds out trying to think of a way out and asking for answers here and there. And when we do not find a way out, then we would cry out to the Lord. This is not wrong per se, but the order is the other way around, because subconsciousy we trust the experience of men more than the strength of God. IF we believe and trust in the Lord and His strength with our whole heart, then subconsiously we will always seek the Lord first to ask for wisdom and His guidance. And when we seek a way out, we do not rely on our own strength, but with faith and hope we know that the Lord will make things fall in its places, such that we would find the way out that the Lord has prepared for us. Whether it is an idea that just came because of the Holy Spirit, or the Lord is using the things and people around us, throughout the journey of seeking answers, we have trust and faith that the Lord is leading us and we will have peace and hope. Meanwhile, if we rely on the strength of men first, then what we will experience are frustration and stress until we cannot handle it anymore, then we seek hope in the Lord. So, let us remind our minds and soul to trust in the Lord, to always seek the Lord first and not to rely on men. Then we will experience what David experienced, we will see the protection of the Lord so amazingly over us.
Saturday, June 21, 2014
Hidup Sebagai Peserta Dalam Pertandingan | Living As An Athlete In Championship
Pembacaan Alkitab: 1Korintus 9
Paulus berkata-kata tentang bagaimana ia bertindak dalam pelayanannya untuk memberitakan Injil. Dan dalam apa yang dikatakannya, ia menyamakannya dengan pertandingan dan bagaimana seorang peserta akan menguasai dirinya dalam segala hal untuk dapat memenangkan pertandingan itu. BIla kita lihat olahragawan dunia, mereka hidup dalam suatu standar yang berbeda dengan rakyat jelata. Apa yang mereka makan dan minum sangatlah di jaga untuk menjaga kesehatan dan untuk menambahkan tenaga serta pertumbuhan badan agar lebih kuat dan berstamina. Apa yang mereka lakukan sehari-harinya adalah banyak latihan untuk memperkuat bagian-bagian tubuh yang dipergunakan dalam pertandingan dan juga berlatih dalam strategi dan sebagainya. Seorang olahragawan tidak akan membuang-buang waktu, tetapi akan mendorong dirinya untuk berlatih keras agar mereka dapat menang dalam pertandingan. Mereka juga memerlukan keseimbangan antara latihan dan juga istirahat agar tubuh mereka tetap prima. Mereka dibimbing, mereka diajari, didukung oleh orang-orang di sekitar mereka. Mereka juga sangat fokus kepada gol mereka. Dan untuk mereka dapat melakukan ini semua, mereka memerlukan disiplin, penguasaan diri, ketekunan dan ketaatan juga kepada pemimpin mereka. Inilah yang perlu kita juga lakukan secara rohani, kita perlu ada disiplin, penguasaan diri, ketekunan dan ketaatan dalam pertumbuhan kehidupan rohani kita. Jadi, biarlah kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi seperti Paulus, biarlah kita menjadi peserta dalam pertandingan dan biarlah kita ubah kehidupan kita, agar kita mulai mempersiapkan hidup kita agar kita memberitakan Injil, agar kita mendapatkan mahkota kemuliaan pada akhirnya nanti.
English
Bible Reading: 1Corinthians 9
Paul is talking about how he acts in his ministry to preach the Gospel. And in what he said, he is illustrating it as a race, where the athlete will need self control over everything to win that race. If we look at the world's athlete, they live in a different standard than commoners. What they eat and drink is very controlled to take care of their health and to add energy as well as the growth of their bodies for stronger bodies and more stamina. What they do everyday is a lot of practice and training to strengthen the body parts being used for the race and also in strategies and similar. An athlete would not waste time, but will push himself to practice hard so that they can win in a race. They also would need balance of rest and practice so that their body would stay at their prime. They are guided, taught, supported by the people around them. They are also very focused on their goals. And for them to do all these, they would need discipline, self control, perseverance and obedience to their coach. This is what we also need spiritually, we need to have discipline, self control, perseverance and obedience in our spiritual growth. So, let us not just be spectators, but let us be like Paul, let us be an athlete in the race and let us change our lifestyle so that we would start preparing ourselves to share the Gospel, so that we would receive that crown of glory in the end.
Friday, June 20, 2014
Memandang Kepada Tuhan | Lift Our Eyes To The Lord
Pembacaan Alkitab: Mazmur 122-123
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk memandang kepada Tuhan, bukan hanya sekedar memandang, tetapi seperti seorang hamba yang memandang kepada tuannya, yakni untuk meminta pelepasan, penuh dengan harapan dan memohon belas kasihan. Memandang Tuhan bukan hanya sekedar kita melihat sekilas saja, tetapi memandang memiliki arti agar kita meluangkan waktu dan melihat dengan seksama. Jadi, kita tidak akan dapat memandang Tuhan hanya dengan sekedar berdoa yang hanya menyebutkan daftar hal-hal yang kita perlukan. Kita hanya dapat memandang Tuhan bila kita meluangkan waktu untuk menyembah, memuji, mendengarkan dan merenungkan Firman Tuhan. Memandang juga seperti kita memandang pemandangan yang Tuhan ciptakan, kita tentunya akan meluangkan waktu untuk benar-benar menikmati pemandangan itu, yang menyegarkan kita. Jadi, kita juga perlu tinggal lebih lama lagi dalam hadirat Tuhan, lebih lama lagi meluangkan waktu dengan Tuhan agar kita menikmati keseluruhannya Tuhan. Jadi, biarlah kita meluangkan waktu lebih lagi dengan Tuhan, dan bukan hanya untuk menyebutkan daftar doa kita, tetapi untuk menjalin hubungan dengan Tuhan.
English
Bible Reading: Psalms 122-123
The Word of God teaches us to lift our eyes to the Lord, not just to do a glimpse, but as a servant looking to the masters to ask for deliverance, full of hope and asking for mercy. Lifting our eyes tot he Lord is not just catching a glimpse, but it is looking to the Lord in essence we spend time and look with intent. So, we cannot look to the Lord just by praying for our list of things alone. We can only look to the Lord if we spend time to worship, praise, listen and meditate on the Word of God. Looking is also as if we are enjoying the scenery of God's creation, we would surely spend time to really enjoy and let them sink in to refresh us. So we also need to dwell longer in the presence of God, longer spending time with the Lord so that we would enjoy His whole being. So, let us spend more time with the Lord and not just to list out things we need, but to build a relationship with the Lord.
Thursday, June 19, 2014
Tuhan Selalu Menjaga | The Lord Protects
Pembacaan Alkitab: Mazmur 120-121
Tuhan benar-benar adalah penjaga kita. Untuk seseorang berkata demikian dan dapat berkata-kata seperti yang tertulis dalam mazmur-mazmur ini, terlihat bahwa Tuhan benar-benar menolong pemazmur ini dan menunjukkan kasih setia-Nya dan penjagaan-Nya yang tidak pernah lalai. Dan ini memberikan kita harapan dan pegangan hidup agar dalam kehidupan kitapun, kita dapat memegang kebenaran ini. Agar dalam kesesakan kita, kita dapat tetap bersandar kepada Tuhan, menerima pertolongan Tuhan, melepaskan segala kesesakan kita kepada Tuhan dan menunggu pembelaan Tuhan daripada kesal dan mencari pembalasan sendiri. Dengan begitu kita juga dilatih karakternya agar kita makin seperti Tuhan, yakni ketika kita ditampar pipi kanan kita, kita dapat memberikan pipi kiri kita dan tidak dipenuhi dengan kebencian, amarah atau iri hati, tetapi kita selalu penuh dengan iman, kasih dan harapan.
English
Bible Reading: Psalms 120-121
The Lord really is our protector. For someone to say what it is written in these psalms, it can be seen that the Lord really helped this psalmist and showed His loving kindness and protection is always there. And this gives us hope and something to hold on to so that in our lives, we would hold on to this truth. So that in our own distress and weariness we can rely on the Lord, receiving His help, letting go of all distress to the Lord and wait for the Lord to defend us rather than being frustrated and looking for revenge. That way we are also being trained in our character to be more like the Lord, where when we are struck in our right cheek, we can give our left cheek and we would not be filled with hatred, anger or jealousy, but we will always be full of faith, love and hope.
Wednesday, June 18, 2014
Hidup Menjadi Teladan | Setting An Example
Pembacaan Alkitab: 1Korintus 8
Paulus mengajarkan bagaimana kita harus lebih sensitif kepada hati nurani orang-orang yang ada di sekitar kita. Sebab bila kita memiliki "pengetahuan" yang lebih dari pada saudara kita, maka apa yang kita lakukan tentunya akan dianggap sebagai benar dan boleh. Dan bila orang disekitar kita itu lebih lemah imannya dan hati nuraninya, maka kita mungkin telah menjadi batu sandungan bagi mereka. Kita harus ingat bahwa kita bukan lagi milik kita sendiri. Hal ini bukan hanya agar kita hiudp benar di hadapan Tuhan, tetapi kita juga menjadi teladan bagi saudara-saudari kita seiman. Sama seperti contoh yang Paulus katakan, makanan itu tidak salah apabila kita makan atau tidak makan, sebab segala sesuatu telah dikuduskan oleh Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak tahu akan kebenaran ini, maka bila kita makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, maka kita menjadi batu sandungan bagi mereka, karena kita memberikan contoh bahwa berhala itu boleh, atau kita menjadi batu sandungan karena mereka bisa jadi tidak percaya kepada kita dan jadi memiliki kesan yang buruk akan semua orang percaya. Jadi, bila kita bertindak, berkata-kata, biarlah kita jadi teladan dan selalu mencoba untuk membangun orang-orang di sekitar kita. Sebab itulah yang Yesus juga lakukan, menjadi teladan dan membangun orang-orang di sekitar-Nya.
English
Bible Reading: 1Corinthians 8
Paul teaches how we need to be more sensitive to the conscience of other others around us. Because if we have more "knowledge" than our brethren, then what we do will be taken as something that is right and allowed to do. And if the people around us have less faith and weaker conscience, then we may have been a stumbling block for them. We have to remember that we no longer belong to ourselves. This is not just living righteously before the Lord, but we need to be an example for our brethren in faith as well. Just as the example Paul gave, eating food or not eating food is not a problem because all things are sanctified by the Lord. But for those who does not know this truth, if we eat something that has been offered to idols, then we have become a stumbling block for them, because we gave them the example that idols are alright, or we became a stumbling block because they may not trust us and have bad impression on all believers. So, in our actions and words, let us be an example and always try to encourage and edify the people around us. Because this is what Jesus also did, setting an example and edifying the people around Him.
Tuesday, June 17, 2014
Pentingnya Firman Tuhan | The Importance Of The Word Of God
Pembacaan Alkitab: Mazmur 119
Mazmur ini mengungkapkan banyak sekali contoh-contoh dan juga keadaan-keadaan di mana Firman Tuhan itu sangat penting untuk kita pegang. Dalam kehidupan kita, ketika kita mengalami masalah, tantangan, mengalami godaan untuk berbuat dosa, menghadapi situasi yang menekan kita, dan sebagainya, FIrman Tuhan menjadi pegangan yang kuat, yang memberikan harapan kepada Tuhan. Jadi, biarlah kita benar-benar baca dan renungkan Firman Tuhan setiap harinya, sehingga kita tahu, mengenal dan sehinnga Firman Tuhan tinggal di dalam kita, agar hidup kita dipimpin oleh Firman Tuhan. Agar ketika kita menghadapi apapun, kita jadi ingat akan Firman Tuhan dan berjalan sesuai dengan Firman Tuhan. Biarlah kita hidup dengan bersandar kepada Firman Tuhan sebagai standar hidup kita Biarkanlah hidup kita berputar sekitar Firman Tuhan, yakni Firman Tuhan menjadi sumber dan fondasi kehidupan kita.
English
Bible Reading: Psalms 119
This psalms expreses a lot of examples and situations where the Word if God is very important for us to hold on to. In our lives, when we face troubles, challenges, temptations to sin, situations that pressures us and so on, the Word of God becomes a strong foundation that we hold on to, that gives us hope to the Lord. So, let us really read and meditate upon the Word of God everyday, such that we know, understand and so that the Word of God lives in us, and we are led by the Word of God. So that whatever we face, we will remember the Word of God and walk according to the Word of God. Let us rely on the Word of God as our standards in life. Let our lives revolves around the Word of God, meaning that the Word of God became the source and foundation of our lives.
Monday, June 16, 2014
Jelas Antara Firman Tuhan & Nasihat | Clear Distincition Between The Word Of God& Adivces
Pembacaan Alkitab: 1Korintus 7
Dari apa yang Paulus katakan kita dapat melihat bahwa jemaat di Korintus ada banyak pertanyaan soal pernikahan, hubungan, suami dan istri. Dan kita lihat bahwa Paulus sangat jelas menasihati jemaat di Korintus akan apa yang dipikirnya baik dan jelas membedakan bila memang itu adalah perintah Tuhan. Dan inilah yang perlu kita pelajari dari Paulus. Yakni, apa yang Firman Tuhan katakan, kita harus bagikan dan ajarkan kepada orang-orang yang bertanya atau yang kita pimpin. Tetapi kita juga harus dengan jelas memisahkan antara perintah Tuhan dan nasihat yang menurut kita baik untuk dilakukan, seperti Paulus. Dengan begitu jemaat tidak menjadi salah dengan menganggap bahwa nasihat kita itu adalah perintah Tuhan. Dan sebagai pemimpin di manapun kita memimpin, sangatlah mudah untuk kita mengikutsertakan ambisi dan visi kita sendiri ketika kita mengajarkan Firman Tuhan dan oleh karena itu biarlah kita belajar dari Paulus dan meminta hkmat dari Tuhan agar kita selalu jelas antara mengajarkan Firman Tuhan dan memberikan nasihat yang menurut kita baik.
English
Bible Reading: 1Corinthians 7
From what Paul said here, we can see that the congregation in Corinth had a lot of questions regarding marriage, relationships, husband and wives. And we see that Paul is very clear in advising the congregation in Corinth of what he thinks is good and clearly distinguish if it is the command of God. And this is what we need to learn from Paul. That is, what the Word of God said, we need to pass on and teach to those who asks of us or those whom we lead. But we also need to distinctively clarify between the Word of God and our own advices that we think are good to do, like Paul did. That way, the congregation would not take it wrongly and would not assume that our advices as the Word of God. And as leaders, whereever we lead, it is very easy to incorporate our own vision and ambition when we teach the Word of God and that is why we need to learn from Paul and ask wisdom from God so that we are always clear in teaching the Word of God and in giving advices that we think are good.
Sunday, June 15, 2014
Hidup Mengalami Tuhan | Experiencing God
Pembacaan Alkitab: Mazmur 116-118
Bila kita baca mazmur-mazmur ini, tidakkah kita juga mau mengalami hal yang sama? mungkin bukan masalah yang sama, tetapi kuasa Tuhan, mengalami kekuatan Tuhan yang menolong kita. Hal ini tidaklah mustahil, sebab Tuhan kita itu sama dari dulu sekarang dan selamanya dan bila dulu Tuhan dapat mendengarkan doa dan menolong umat-Nya, maka sekarangpun Ia dapat melakukan yang sama. Bahkan sekarang lebih lagi, sebab Roh-Nya telah dicurahkan bagi setiap orang yang mengingini-Nya. Jadi, apa yang menghalangi kita untuk mengalami apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan? Pertama, seringkali kita hanya menganggap sebagai cerita di masa lalu sehingga kita tidak benar-benar beriman bahwa Tuhan mendengar dan menolong kita. Jadi, kita perlu memiliki iman, kita perlu hidup dalam iman kepada Firman Tuhan, kepada janji-janji Tuhan. Kita juga perlu untuk mengucap syukur, bahkan atas hal-hal yang belum terjadi, tetapi yang akan terjadi karena iman kita kepada Tuhan. Bila kita lihat akan mazmur-mazmur ini, dikatakan bahwa mereka berseru kepada Tuhan, mereka bersandar kepada Tuhan dan berlindung kepada Tuhan daripada kepada manusia. Yakni mereka sadar bahwa Tuhanlah sumber segalanya dan Tuhanlah yang kuasa, sedangkan manusia hanyalah manusia. Jadi, bila kita ingin mengalami apa yang tertulis dalam Firman Tuhan, biarlah kita hidup, berjalan dan melhat dengan iman, bersyukur kepada Tuhan dengan iman dan bersandar serta berlindung kepada Tuhan dan bukan kepada manusia, termasuk diri kita sendiri. Hal ini berarti kita perlu rela melepaskan harga diri kita di hadapan Tuhan dan mengaku bahwa kita lemah tanpa Tuhan, bahwa kita tidak sanggup tanpa Tuhan. Sebab seringkali yang menahan iman kita adalah harga diri dan kesombongan kita, yang malu bila terlhat lemah, malu dan takut akan apa kata orang nantinya. Ingatlah bahwa di hadapan Tuhan, kita semua sama berharganya, jadi bila dibandingkan, tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah dan semua sama, jadi tidak perlu membanding-bandingkan harga diri antara sesama manusia. Biarlah kita fokus hanya kepada Tuhan dan perduli hanya apa kata Firman Tuhan daripada kata orang. Jadi, hidup dengan iman, buang kesombongan dan jangan biarkan harga diri menahan kita beriman dan berserah penuh kepada Tuhan. Maka kita akan mengalami Firman Tuhan yang kita imani.
English
Bible Reading: Psalms 116-118
If we read these psalms, do we not want to experience the same? Maybe not the same suffering, but the power of God, the strength of God that helps us. This is not impossible, because our Lord is the same yesterday, today and forever and if the Lord can hear prayers and help His people in the past, He can do the same now. In fact, He can do even more, because His Spirit has been poured out for those who asks of Him. So, what hinders us from experiencing what is written in the Word of God? Firstly, many times we only think of it as stories, as the past, such that we do not really have faith that the Lord hears and helps us. So, we need to have faith, we need to live in faith to the Word of God, to the promises of God. We also need to give thanks, for the unseen things, but will happen because our faith to God. If we look at these psalms, it is said that they cried out to God, relied on God and take shelter in God rather than men. Meaning that they realise that the Lord is everything and that He is powerful, while men are only men. So, if we want to experience what is written in the Word of God, let us live, walk and see with faith, giving thanks to the Lord by faith and relied as well as take shelter in the Lord and not in men, including ourselves. This means that we need to be willing to let go of our pride before the Lord, admitting that we are weak without God, that we cannot do it without God. Because many times what hinders our faith is our pride and arrogance, that makes us feel ashamed if we are seen weak and afraid of what others may say. Remember that before the Lord we are all the same, we are all precious and no pride is needed because no one is higher and no one is lower, so there is no need to compare each other with our pride. Let us focus only on God and care only what the Word of God says rather than what people say. So, live in faith, throw away all arrogance and pride and do not let pride hinders us from having faith and fully surrendering to God. Then, we will experience the Word of God that we have faith in.
Saturday, June 14, 2014
Tubuh Kita Adalah Bait Allah | Our Body Is The Temple Of God
Friday, June 13, 2014
Tuhanlah Allah | The Lord Is God
Pembacaan Alkitab: Mazmur 113-115
Tuhan telah melakukan begitu banyak mujizat di tengah-tengah Israel, dari ketika mereka di Mesir, di padang gurun bahkan sampai kepada mereka dapat menduduki tanah perjanjian. Dan banyak kejadian yang di mana bangsa-bangsa lain menantang Allah Israel dan terbukti bahwa memang Tuhan, Allah Israellah yang berkuasa dan bahwa dewa-dewa mereka hanyalah emas dan perak, mereka memiliki telinga, mulut, tangan dan sebagainya, tetapi tidak ada gunanya. Oleh karena itulah pemazmur ini dapat berkata dan menghimbau Israel untuk memuji dan percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah tempat perlindungan kita dan perisai kita. Seperti pada waktu Elia menantang 400 nabi Baal, di sana terbukti dengan nyata bahwa Tuhanlah yang kuasa dan satu-satunya Allah. Jadi, janganlah kita ragu, janganlah kita tertipu oleh iblis dan menjadi ragu akan Tuhan kita. Tetapi biarlah kita tetap percaya kepada Tuhan dalam segala hal, melalui segala macam perkara. Tetaplah setia dan bersandar kepada Tuhan, dan kita akan menyaksikan kuasa-Nya di dalam hidup kita. Sehingga kitapun dapat berkata Tuhanlah keselamatan kita, Tuhanlah perisai dan perlindungan kita, pujilah Tuhan.
English
Bible Reading: Psalms 113-115
The Lord has done so many miracles in the midst of Israel, from when they were in Egypt, in the desert and even until they occupied the promised land. And there are many incidents where other nations challenged the God of Israel and it was proven that the Lord, God of Israel is poweful and that their gods were only gold and silver, they have ears, mouths, hands and so on, but has no use. That is why the psalmist can say and encourage Israel to praise and believe in the Lord, because the Lord is our shelter and shield. Just like when Elijah challenged 400 of prophets of Baal and there it was proven that the Lord is powerful and the only God. So, do not doubt and do not be deceived by the devil such that we doubt the Lord our God. But let us keep on believing in the Lord in all things, through thick and thin. Keep on being faithful and rely on the Lord and we will witness His power in our lives. So that we can say, the Lord is our salvation, the Lord is our shield and shelter, praise be to the Lord.
Thursday, June 12, 2014
Hidup Sebagai Orang Percaya | Living As A Believer
Pembacaan Alkitab: 1Korintus 5
Paulus dengan jelas mengajar dan menasihati kita agar kita jangan bergaul dengan orang yang berdosa. Tetapi bukan orang berdosa pada umumnya, tetapi orang yang mengenal kebenaran tetapi masih saja memilih untuk hidup berdosa. Paulus bukan berkata soal orang yang jatuh dalam dosa, tetapi soal orang-orang percaya yang walaupun sudah diajar, tetapi hidupnya masih saja dalam kehidupan lamanya, yang masih memilih untuk hidup dalam percabulan dan sebagainya. Orang-orang yang Paulus maksudkan di sini adalah orang-orang percaya yang tahu bahwa sesuatu adalah dosa, tetapi dengan sengaja masih melakukannya karena mengikuti hawa nafsu dan tidak ada buah-buah pertobatan dalam kehidupannya. Ini berbeda dengan orang-orang yang ada perubahan walaupun lebih lambat. Orang-orang yang Paulus katakan lebih menuju kepada orang percaya yang sombong dan yang menganggap dirinya benar, walaupun kehidupannya tidak benar. Biarlah kita periksa kehidupan kita, agar kita tidak menjadi seperti orang-orang yang Paulus katakan di sini. Biarlah kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan tinggalkan kehidupan lama kita. Biarlah kita berakar kuat di dalam Firman Tuhan dan kebenaran-Nya serta melakukannya agar kita terus bertumbuh di dalam Tuhan. Biarlah kita selalu bertobat bila Tuhan tunjukkan hal-hal yang perlu kita buang dalam kehidupan kita. Biarlah kita selalu menjaga dan pastikan setiap hari bahwa kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang Paulus katakan. Hiduplah untuk Tuhan!
English
Bible Reading: 1Corinthians 5
Paul has clearly taught us and advises us to not be friends with the sinners. However, Paul is not talking about sinners in common, but he is talking about believers who still choose to live in sin. Paul is not talking about someone who fell into sin, but believers who has been taught but still lives in his/her old lives, who still chooses adultery and so on. The people whom Paul refers to are believers who knows it is sin, but still chose to do them because they follow their lusts and that there are no fruits of repentance in their lives. This is different than believers who have changes in their lives but slower. The people whom Paul refers to are more to believers who are arrogant and think of themselves righteous while their lives are not. Let us introspect ourselves so that we would not be these people whom Paul speak of. Let us repent whole-heartedly and leave our old lives behind. Let us be strongly rooted in the Word of God and His righteousness as well as actioning it so that we keep on growing in the Lord. Let us always repent whenever the Lord reveals things that we must let go in our lives. Let us always take care and make sure everyday that we do not become these beleivers that Paul speak of. Live for God!