Tuesday, January 31, 2012

Menghargai & Menghormati | Honour & Respect

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 12

Sebagai bagian dari pertobatan mereka, orang Israel juga mempersembahkan persepuluhan dan persembahan khusus yang diperintahkan oleh Tuhan. Persembahan-persembahan ini adalah untuk orang Lewi dan untuk para imam dan umat Israel dengan sukacita memberi persembahan-persembahan ini karena tugas yang dilakukan oleh orang Lewi dan para imam. Umat Israel begitu menghargai dan menghormati orang Lewi dan para imam, yang memimpin mereka dalam ibadah, dalam pujian dan penyembahan dan dalam berhubungan dengan Tuhan.

Bagaimana dengan kita?  Sebagai manusia kita condong untuk tidak mudah puas dan akhirnya kita lebih sering komplain daripada mengucap syukur dan membangun. Tetapi biarlah ktia belajar juga dari Israel untuk hargai dan hormati mereka yang melayani rumah Tuhan dan yang memimpin kita di dalam ibadah, pujian dan penyembahan dan juga dalam pengenalan akan Tuhan. Marilah kita dukung, bangun, hargai dan hormati mereka yang melayani kita dan rumah Tuhan.


English:

Bible Reading: Nehemiah 12

As part of their repentance, the Israelites also gave tithes and offerings which the Lord had commanded. These offerings are for the Levites and the priests and the Israelites gave them with joy because of the ministry that the Levites and the priests did. The Israelites honour and respect the Levites and the priest so much because the Levites and the priests leads them in congregation, praise and worship and in building relationship with the Lord.

What about us? As men, we have the tendency to not be satisfied easily and in the end we tend to complain more than giving thanks and encouraging. But let us learn also from the Israelites to honour and respect those who ministers in the house of the Lord and those who leads us in congregation, praise and worship and also in knowing the Lord.. Let us support, encourage, honour and respect those who minister us and the house of the Lord.

Monday, January 30, 2012

Bersatu | United

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 11

Melalui pembuangan yang terjadi atas Israel sampai kepada pembangunan rumah Tuhan dan Yerusalem, kita dapat melihat bahwa Israel yang tadinya terpecah-pecah kembali menjadi satu. Mereka bahkan sampai menentukan bahwa sepersepuuh dari orang yang ada untuk menetap di Yerusalem, walaupun tiap bani memiliki tanah pusaka masing-masing. Bila bukan karena kesatuan dan rasa tanggung jawab terhadap rumah Tuhan, maka mereka tidak akan ada yang melakukan hal demikian.

Sayangnya, banyak sekali orang percaya yang hanya akan bersatu bila mengalami suatu musibah besar seperti apa yang Israel alami. Tetapi biarlah kita belajar dari sini untuk kita bersatu dan bersama-sama berjalan menuju Tuhan. Setiap orang, suku, bangsa, bahasa, denominasi dan gereja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Justru itu, dengan bersama-sama melakukan kehendak Tuhan, kita dapat menyenangkan Tuhan dan mengharumkan nama-Nya. Seperti Israel yang tinggal di Yerusalem tanpa perduli akan tanah pusaka miliknya sendiri, marilah kita semua fokus kepada Tuhan, kerajaan dan kebenaran-Nya. Biarlah kita lebih mementingkan Tuhan daripada diri kita sendiri. Dengan begitu, kita memiliki tujuan, hati dan Tuhan yang sama, sebab setiap dari kita hidup untuk Kristus dan akan memancarkan kehidupan Tuhan Yesus Kristus.


English:

Bible Reading: Nehemiah 11

Through the events where the Israelites were oppressed by other nations until the building of the house of the Lord and Jerusalem, we can see that the Israelites who were all broken up became united again. They even decided that a tenth of the people should stay in Jerusalem even though every tribe has their own land. If it is not because of unity and accountability towards the house of the Lord, they would not have done this.

Unfortunately, many believers only able to become united through great troubles like what the Israelites experienced. But let us learn from here to be united and to walk together towards the Lord. Every tribe, nation, tongue, denomination and church has their own weaknesses and strengths. That is why, by doing the Will of God together, we are able to please the Lord and to make His name fragrant. Just like the Israelites who lived in Jerusalem without care of their own land, let us focus on the Lord, His kingdom and truth. Let us put the Lord first above ourselves. That way, we have the same goal, heart and Lord, because every one of us lives for Christ and will reflect the life of the Lord Jesus Christ.

Kehidupan Baru | A New Life

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 10

Apa yang orang Israel alami di jaman ini sama seperti seseorang yang diberi kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kehidupannya. Misalnya, seseorang yang mungkin tercatat sebagai orang yang pernah membunuh atau lakukan kejahatan dan catatan itu dihapus bersih oleh hukum sehingga ia dapat memulai kehidupan yang baru. Orang Israel setelah bertobat oleh pimpinan Nehemia dan Ezra, mereka seperti memulai kehidupan yang baru. Yang perlu kita contoh adalah bagaimana mereka memulai kehidupan baru mereka. Mereka benar-benar membuang yang jahat dari kehidupan lama mereka dan mereka melakukan hal yang benar sesuai dengan Firman Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Ketika kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita, bagaimana kita memulai kehidupan baru kita? Apakah kita benar-benar membuang semua kehidupan yang lama kita? Ataukah kita kadang masih suka kembali kepada kehidupan yang lama? Marilah kita hargai kesempatan untuk mulai kehidupan baru yang Tuhan berikan. Biarlah kita benar-benar tinggalkan yang lama dan menghidupi lembaran yang baru setiap hari bersama dengan Tuhan.

English:

Bible Reading: Nehemiah 10

What the Israelites experienced in this era is like one who was given a secong chance to change and to fix his life. For example, one who has been convicted as murderer or have done other wicked thing and this criminal record was wiped clean so that he can start his new life. After the Israelites repented under the leadership of Nehemiah and Ezra, they are like one who started their new life what we need to follow is how thewy started their new life. They threw away all thw wicked ways of their old lifes and they did what was right according to the Word of God.

What about us? Whne we received Jesus Christ as our only personal lord and Saviour, how did we start our new life? Have we really throw away all the old lives? Or do we sometimes still like to go back to that old lives? Let us honour the second chhance that the lord gave. Let us really leave behind the old and start a new leaf every day with the Lord.
Blessings,

Maruli Saputra

Saturday, January 28, 2012

Beriman & Bertindak | Fauth & Action

Indo:

Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 3

Di sini kita dapat lihat secara langsung kuasa Tuhan yang bekerja ketika diimani dan disertai dengan tindakan. Ketika Petrus berkata kepada orang lumpuh itu untuk berjalan di dalam nama Yesus Kristus, mujizat itu terjadi ketika orang lumpuh itu bertindak untuk berdiri dengan bantuan Petrus. Jika orang lumpuh itu tidak mau berdiri, yakni bertindak sesuai dengan iman, maka ia tidak akan mengalami kuasa Tuhan.

Jika kita perhatikan mujizat yang Yesus lakukan ketika Ia di bumi, maka kita akan menemui hal yang sama. Jadi, bila kita ingin hidup dengan kuasa Kristus di dalam kehidupan kita setiap hari, maka kita perlu untuk beriman kepada kuasa-Nya dan bertindak dengan iman itu.


English:

Bible Reading: Acts 3

Here we can see clearly the power of God at work when it is believed in faith and is supported by action. When Peter told the lame person to walk in the name of Jesus Christ, the miracle happened when the lame took an action to stand with the help of Peter. If the lame person did not want to stand, that is to act according to his faith, then he will not experience the power of God.

If we look carefully of the miracle that Jesus did when He was on earth, then we will find the same principle. So if we want to live with the power of Christ in our lives daily, then we need to have faith in His power and act according to that faith.

Blessings,

Maruli Saputra

Friday, January 27, 2012

Pertobatan Israel Di Jaman Nehemia | Repentance of Israelites In Nehemiah's Generation

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 9

Bangsa Israel berdoa meminta pengampunan kepada Tuhan dengan sangat detil. Mereka mengingat akan pertama kali Tuhan memanggil Abraham, segala kebaikan, penyertaan dan kuasa tangan Tuhan atas bangsa Israel dan bagaimana nenek moyang mereka hidup dengan angkuh, bersitegang leher dan keras kepala. Angkatan Israel di jaman Nehemia ini belajar dari kesalahan nenek moyang mereka di mana nenek moyang mereka selalu melupakan Tuhan ketika mereka mulai merasa aman. Dan mereka bertobat dengan mengaku bahwa Tuhanlah yang benar dan merekalah yang fasik. Dengan pikiran seperti ini, mereka mengikat perjanjian dengan Tuhan untuk hidup benar di hadapan Tuhan.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita seperti nenek moyang Israel yang hanya ingat Tuhan ketika di dalam kesusahan dan melupakan Tuhan ketika sudah aman? Ataukah kita seperti Israel di jaman Nehemia yang sadar bahwa Tuhanlah yang benar dan kitalah yang perlu berubah sehingga kita bertobat dari semua keangkuhan, ketegar-tengkukan dan keras kepala kita. Yang penting untuk menjadi langkah pertobatan yang benar adalah bahwa ktia menyadari kesalahan dan kekurangan kita, menyadari kebesaran dan kebenaran Tuhan dan bertindak untuk mengikuti yang benar. Oleh karena itu, marilah kita berhenti hanya mencari Tuhan saat kita butuh saja, tetapi biarlah kita mencari Tuhan setiap hari sebab kehidupan yang kita miliki setiap harinya datang dari Tuhan.

English:

Bible Reading: Nehemiah 9

The Israelites asked for forgiveness to the Lord in detail. They remembered the first time the Lord called Abraham, all the goodness, the guidance and power of the Lord's hands over the Israelites and how their ancestors lived with boastfulness, are stiffnecked and hard-headed. The Israelites of the generation of Nehemiah learn from the mistakes of their ancestors where their ancestors always forget the Lord when they feel safe. And they repented by admitting that the Lord is true and they are wicked. With this mindset, they made a promise to the Lrod to live righteously before the Lord.

What about our lives? Are we living like the ancestors of the Israelites who only remembers the Lord in times of trouble and forgets the Lord when it is safe? Or are we like the Israelites of the generationof Nehemiah who realise that the Lord is true and right and we are the one who needs to change from all boastfullness, stiffnecked and hard-headed attitude. What's important to the step of repentance is the realisation of our lacking and weakness, realising the Lord's greatness and truth and act according to what is true. Therefore, let us stop seeking the Lord only when we need, but let us seek the Lord everyday, because our daily lives comes from the Lord.



Thursday, January 26, 2012

Api Kita | Our Fire

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 7-8

Orang Israel berlaku seperti orang yang baru pertama kali bertobat sehingga apapun yang mereka dengar dari Firman Tuhan, mereka laksanakan dengan sungguh-sungguh dan mereka meresponi Firman Tuhan dengan segenap hati mereka. Kebanyakan dari kitapun ketika pertama kali kita bertobat berlaku demikian. Kita sangatlah berapi-api, semangat dan sungguh-sungguh terhadap Firman Tuhan dan segala hal yang berhubungan dengan Tuhan. Tetapi bagaimana dengan sekarang?

Marilah kita ambil waktu sejenak untuk melihat kehidupan kita kembali. Sudah berapa lama sejak kita pertama kali bertobat dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita? Adakah kita masih memiliki semangat yang sama ketika kita pertama kali mengenal Tuhan? Apakah kita masih memiliki kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih lagi? Apakah kita juga masih memiliki hati untuk mau melakukan apapun untuk Tuhan seperti saat pertama? Bila tidak, marilah kita kembali kepada semangat, hati dan kerinduan yang bergebu-gebu untuk Tuhan, bukan hanya untuk sementara, tetapi setiap harinya. Biarlah api kita terus menyala bagi Tuhan dan makin hari makin besar.

English:

Bible Reading: Nehemiah 7-8

The Israelites here acts as people who have just repented such that whatever they hear from the Word of God, they respond and do it with their whole heart. Many of us are also like that when we first repented. We were on fire, full of energy and are serious about the Word of God and all things related to the Lord. But what about now?

Let us take some time to look at our lives. How long has it been since the first time we repented and received the Lord Jesus Christ as our personal Lord and Saviour? Do we still have the same energy as the first time we know the Lord? Do we still have the same desire to know the Lord more? Do we also still have the heart to want to do anything for the Lord just like our first time repenting? If not, let us come back to the energy, heart and desire that is on fire for the Lord, not only for short period of time, but every day. Let our fire keep on burning for the Lord and let it grow every day.

Wednesday, January 25, 2012

Fokus Kita | Our Focus

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 5-6

Ketika Nehemia dan orang Israel sedang membangun tembok Yerusalem, banyak sekali gangguan yang menyerang mereka untuk membuat mereka berhenti membangun. Ada cercaan, ejekan, ancaman, gosip dan juga rencana pembunuhan serta jebakan untuk membuat Nehemia takut dan berdosa. Serangan-serangan ini datang untuk mengubah fokus orang Israell agar mereka tidak lagi fokus kepada pembangunan tembok Yerusalem, tetapi fokus kepada diri mereka sendiri.

Hal yang sama juga terjadi di dalam kehidupan kita. Ketika kita sedang melakukan suatu hal untuk kerajaan Tuhan, seringkali banyak hal yang datang menyerang atau mengganggu kita sehingga foksu kita berubah. Banyak hal yang mungkin datang bertubi-tubi sehingga kita tidak lagi fokus kepada apa yang Tuhan ingin kita kerjakan, tetapi kita menjadi fokus akan diri kita sendiri, karena ketakutan, kekhawatiran yang muncul oleh karena serangan dan gangguan itu. Oleh karena itu, marilah kita belajar seperti Nehemia yang selalu fokus kepada Tuhan. Apapun yang datang, marilah kita tetap percaya kepada Tuhan dan memiliki iman bahwa Tuhan yang akan memimpin dan menjaga kita. Jagalah hati dan pikiran kita juga sehingga kita tidak mudah terbawa oleh ancaman, ketakutan, kekhawatiran ataupun gosip dan kabar-kabar yang dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa. Jadi,l biarlah kita tidak hilang fokus karena sekitar kita, tetapi biarlah kita tetap taat, percaya dan berpegang teguh kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab Dialah Allah yang besar!

English:

Bible Reading: Nehemiah 5-6

When Nehemiah and the Israelites was building the wall of Jerusalem, there were a lot of distractions that attacked them to make them stop building. There were jeering, mocking, threats, gossips, assassination plan and traps to make Nehemiah afraid and sinned. These attacks comes to change the focus of the Israelites so that they are no longer focusing on building the wall of Jerusalem but their focus is on themselves.

THe same thing also happens in our lives. When we are doing something for the kingdom of God, many times there are a lot of things that comes and attacks or distracts us that our focus changes. Many things may come one by one so that we are no longer focus on what the Lord wants us to do, but we becomes focus on ourselves because of fear and worries that comes because of those attacks and distractions. Therefore, let us learn to be like Nehemiah who was always focus on the Lord and have faith that the Lord will lead and protects us. Guard our hearts and minds so that we would not be dragged by threats, fears, worries, or gossips and other news which might traps us to sin. So, let us not lose focus because of our surroundings, but let us be obedient, believe and hold on true to the Lord Jesus Christ because He is a great God.