Indo:
Pembacaan Alkitab: Yohanes 5
Tuhan Yesus di sini mengajarkan suatu kebenaran yang mutlak dan yang mungkin tidak enak di dengar oleh orang-orang Farisi. Tuhan menegur mereka bahwa mereka tahu banyak, mereka menyelidiki Firman Tuhan, tetapi mereka tidak percaya kepada-Nya, tidak mau datang kepada Yesus untuk menerima kehidupan kekal. Teguran ini bukan hanya untuk orang-orang Farisi, tetapi teguran ini juga untuk kita orang Kristen. Sebab banyak dari kita yang hidup hanya untuk pengetahuan, untuk tahu banyak akan Firman Tuhan, menyelidiki Firman Tuhan, mungkin juga menyelidiki akan sejarah, seluk beluk yang ada di Alkitab, tetapi kita hanya mengisi kehidupan kita dengan pengetahuan dan bukan dengan Tuhan Yesus Kristus. Kita sering hanya tahu kebenaran tetapi tidak mengenal kebenaran dan itu karena kita tidak pernah datang kepada Tuhan Yesus Kristus.
Biarlah kita terima teguran Tuhan ini. Biarlah kita mulai datang kepada Tuhan Yesus dan menjadikan itu yang utama, melebihi pengetahuan. Sehingga kita beroleh kehidupan kekal yang Tuhan telah siapkan bagi kita. Biarlah kita terus membaca, merenungkan dan belajar akan Firman Tuhan, tetapi juga percaya dan datang kepada Tuhan Yesus agar kita mengenal Tuhan. Marilah kita mengenal Tuhan dan bukan hanya tahu akan Tuhan.
English:
Bible Reading: John 5
The Lord Jesus teaches a truth that is absolute and maybe is not pleasant to hear by the Pharisees. The Lord rebuke them that they know a lot, they study the Word of God, but they do not believe in Him, do not want to come to Jesus to receive the eternal life. This rebuke is not just for the Pharisees, but it is also for us Christians. Because many of us only live for knowledge, to know a lot about the Word of God, to study the Word of God, and maybe to study the history too, but we are only filling our lives with knowledge and not with the Lord Jesus Christ. We often know the truth but do not experience the truth because we never come to the Lord Jesus Christ.
Let us receive this rebuke. Let us come to the Lord Jesus and make that the utmost important thing above knowledge. So that we may receive eternal life that the Lord had prepared for us. Let us keep on reading, meditating and studying the Word of God, but also believe and coming to the Lord Jesus so that we may know the Lord. Let us know the Lord and not just have knowledge about the Lord.
Monday, December 5, 2011
Sunday, December 4, 2011
Perkenanan | Favour
Indo:
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 11-12
Bila kita melihat akan bagaimana banyak orang yang pelan-pelan mulai datang kepada Daud dan mendukung dia dalam segala hal, kita dapat lihat bagaimana Tuhan menyertai Daud. Tuhan mengirimkan orang-orang yang gagah perkasa untuk menjadi bagian dari pasukan Daud dan itu membuat Daud makin berkuasa dan makin besar pengaruhnya. Dan bila kita perhatikan, Daud makin lama, makin besar dan Tuhan membawa Daud untuk naik pelan-pelan sehingga Daudpun selalu ingat bahwa hanya karena Tuhanlah ia dapat melakukan semua ini. Kita tahu bahwa Daud dikatakan sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan, tetapi apakah hanya kekuasaan yang dia dapat? Tidak, yang Daud dapat bukan hanya kekuasaan, tetapi yang ia dapati adalah perkenanan Tuhan dan manusia atas dirinya, sehingga Tuhan dan manusia memihak dia, mendukung dan membantu dia.
Hal ini jugalah yang Tuhan janjikan bila kita setia terhadap-Nya. Bila kita setia dan penuh dengan kasih, maka perkenanan Tuhan dan manusia akan ada bersama kita (Amsal 3:3-4). Inilah salah satu kunci dari kehidupan Daud. Oleh sebab itu marilah kita berlaku setia dan penuh dengan kasih di manapun kita berada dan dalam situasi apapun. Agar kita memancarkan kasih Tuhan dan melakukannya sehingga perkenanan Tuhan dan manusia ada atas hidup kita.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 11-12
If we look at how many people starts to come to David and supports him in all things, we can see how the Lord is with him. The Lord sent mighty men to be part of David's army and that made David to be more powerful and have greater influence. And if we look carefully, David is becoming greater and the Lord is bringing David to go up slowly so that David will always remember that it is only because of the Lord that he is able. We know that David is said to be a man after God's own heart, but is power the only thing he received? No, David did not only receive power, but what he received is the favour of God and men upon himself, that the Lord and men take sides with him, supports and helps him.
This is what the Lord promises to us to if we are faithful to Him. If we are faithful and full of love, then the favour of God and men will be upon us (Proverbs 3:3-4). This is one of the keys of life of David. Therefore, let us act faithfully and full of love where ever we are and in what ever situation. So that we would reflect the love of God and act on it, that the favour of God and men will be upon us.
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 11-12
Bila kita melihat akan bagaimana banyak orang yang pelan-pelan mulai datang kepada Daud dan mendukung dia dalam segala hal, kita dapat lihat bagaimana Tuhan menyertai Daud. Tuhan mengirimkan orang-orang yang gagah perkasa untuk menjadi bagian dari pasukan Daud dan itu membuat Daud makin berkuasa dan makin besar pengaruhnya. Dan bila kita perhatikan, Daud makin lama, makin besar dan Tuhan membawa Daud untuk naik pelan-pelan sehingga Daudpun selalu ingat bahwa hanya karena Tuhanlah ia dapat melakukan semua ini. Kita tahu bahwa Daud dikatakan sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan, tetapi apakah hanya kekuasaan yang dia dapat? Tidak, yang Daud dapat bukan hanya kekuasaan, tetapi yang ia dapati adalah perkenanan Tuhan dan manusia atas dirinya, sehingga Tuhan dan manusia memihak dia, mendukung dan membantu dia.
Hal ini jugalah yang Tuhan janjikan bila kita setia terhadap-Nya. Bila kita setia dan penuh dengan kasih, maka perkenanan Tuhan dan manusia akan ada bersama kita (Amsal 3:3-4). Inilah salah satu kunci dari kehidupan Daud. Oleh sebab itu marilah kita berlaku setia dan penuh dengan kasih di manapun kita berada dan dalam situasi apapun. Agar kita memancarkan kasih Tuhan dan melakukannya sehingga perkenanan Tuhan dan manusia ada atas hidup kita.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 11-12
If we look at how many people starts to come to David and supports him in all things, we can see how the Lord is with him. The Lord sent mighty men to be part of David's army and that made David to be more powerful and have greater influence. And if we look carefully, David is becoming greater and the Lord is bringing David to go up slowly so that David will always remember that it is only because of the Lord that he is able. We know that David is said to be a man after God's own heart, but is power the only thing he received? No, David did not only receive power, but what he received is the favour of God and men upon himself, that the Lord and men take sides with him, supports and helps him.
This is what the Lord promises to us to if we are faithful to Him. If we are faithful and full of love, then the favour of God and men will be upon us (Proverbs 3:3-4). This is one of the keys of life of David. Therefore, let us act faithfully and full of love where ever we are and in what ever situation. So that we would reflect the love of God and act on it, that the favour of God and men will be upon us.
Saturday, December 3, 2011
Kesalahan Saul | The Fault of Saul
Indo:
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 10
Di sini kita melihat lagi akhir dari kehidupan Saul, raja Israel yang pertama. Kita lihat bagaimana ia dan keluarganya mati terbunuh oleh karena ketidak-setiaannya kepada Tuhan. Saul tidak setia kepada Tuhan dengan tidak melakukan Firman Tuhan. Dan ketika ada masalah datang dan ada kesempatan untuk mencari Tuhan, Saul tidak mencari Tuhan tetapi ia mencari penenung untuk minta petunjuk dari arwah. Terkadang kita berlaku seperti Saul dalam hal ini, yakni untuk kita mengandalkan kekuatan kita atau dunia daripada kita mencari dan bersandar kepada Tuhan. Memang mungkin kita dari kecil sudah di ajarkan untuk seperti itu, tetapi kita sekarang tahu kebenaran dan biarlah kebenaran itu mengubah kehidupan kita, mengubah cara kita berpikir dan cara hidup kita. Tuhan bahkan memakai kehidupan Saul sebagai contoh untuk mengajarkan kita, agar kita tidak berlaku serupa dengan Saul, tetapi agar kita belajar dari kesalahannya.
Oleh sebab itu, marilah kita bersandar kepada Tuhan dalam segala hal dan segala situasi dan kondisi. Baik kita lagi diberkati, dirundung masalah, ada tantangan besar dan sebagainya, baiklah kita mencari Tuhan dan bersandar kepada-Nya saja dan bukan kepada diri kita sendiri, orang lain atau dunia.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 10
Here we can see again the end of Saul, the first king of Israel's life. We can see how he and his family died because of his unfaithfulness towards the Lord. Saul was not faithful to the Lord by not doing His Words. And when there was a problem and a chance to seek the Lord, Saul did not seek the Lord but he sought a medium to ask guidance from the dead. Sometimes we act the same as Saul, that we rely on our own strength or the world instead of seeking and relying on the Lord. Maybe because we have been raised like this since we were small, but now we know the truth and let that truth change our lives, our ways fo thinking and our ways of life. The Lord even used the life of Saul as an example to teach us, so that we won't act the same way as Saul did.
Therefore, let us rely on the Lord in all things and in all situation and conditions. May it be when we are blessed, overwhelmed by problems, facing a big challenge and etc, let us seek the Lord and rely on Him alone and not on ourselves, others or the world.
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 10
Di sini kita melihat lagi akhir dari kehidupan Saul, raja Israel yang pertama. Kita lihat bagaimana ia dan keluarganya mati terbunuh oleh karena ketidak-setiaannya kepada Tuhan. Saul tidak setia kepada Tuhan dengan tidak melakukan Firman Tuhan. Dan ketika ada masalah datang dan ada kesempatan untuk mencari Tuhan, Saul tidak mencari Tuhan tetapi ia mencari penenung untuk minta petunjuk dari arwah. Terkadang kita berlaku seperti Saul dalam hal ini, yakni untuk kita mengandalkan kekuatan kita atau dunia daripada kita mencari dan bersandar kepada Tuhan. Memang mungkin kita dari kecil sudah di ajarkan untuk seperti itu, tetapi kita sekarang tahu kebenaran dan biarlah kebenaran itu mengubah kehidupan kita, mengubah cara kita berpikir dan cara hidup kita. Tuhan bahkan memakai kehidupan Saul sebagai contoh untuk mengajarkan kita, agar kita tidak berlaku serupa dengan Saul, tetapi agar kita belajar dari kesalahannya.
Oleh sebab itu, marilah kita bersandar kepada Tuhan dalam segala hal dan segala situasi dan kondisi. Baik kita lagi diberkati, dirundung masalah, ada tantangan besar dan sebagainya, baiklah kita mencari Tuhan dan bersandar kepada-Nya saja dan bukan kepada diri kita sendiri, orang lain atau dunia.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 10
Here we can see again the end of Saul, the first king of Israel's life. We can see how he and his family died because of his unfaithfulness towards the Lord. Saul was not faithful to the Lord by not doing His Words. And when there was a problem and a chance to seek the Lord, Saul did not seek the Lord but he sought a medium to ask guidance from the dead. Sometimes we act the same as Saul, that we rely on our own strength or the world instead of seeking and relying on the Lord. Maybe because we have been raised like this since we were small, but now we know the truth and let that truth change our lives, our ways fo thinking and our ways of life. The Lord even used the life of Saul as an example to teach us, so that we won't act the same way as Saul did.
Therefore, let us rely on the Lord in all things and in all situation and conditions. May it be when we are blessed, overwhelmed by problems, facing a big challenge and etc, let us seek the Lord and rely on Him alone and not on ourselves, others or the world.
Friday, December 2, 2011
Bait Allah | Temple of God
Indo:
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 9
Orang Israel dan Bangsa Yehuda semuanya masuk ke dalam pembuangan karena mereka telah berdosa terhadap Tuhan. Dan selama pembuangan itu, ada beberapa orang yang kembali menetap di Yerusalem, kota di mana Bait Allah berada, dan yang kembali adalah beberapa orang Israel awam, para imam, orang Lewi dan para budak di Bait Allah. Apakah kita pernah berpikir kenapa Yerusalem adalah kota pertama yang di isi kembali dengan orang-orang Israel? Dan mengapa ada para imam dan orang Lewi yang termasuk dari orang-orang pertama yang kembali ke sana?
Kita tahu bahwa Bait Allah adanya di Yerusalam dan Bait Allah itu adalah tempat di mana Tuhan hadir dan ada. Yerusalem adalah tempat di mana orang Israel perlu kembali untuk bertobat dan berseru kepada Tuhan oleh karena Bait Allah. Dan ketika mereka kembali ke dalam Yerusalem dan Bait Allah, ada para imam dan orang-orang Lewi yang mengurus segalanya dari menjaga pintu gerbang, mengurus perkakas-perkakas rumah Tuhan, penyanyi dan sebagainya. Hal ini menunjukkan kepada kita perlu mengurusi Bait Allah yang telah begitu lama ditinggal begitu saja. Dan kita tahu bahwa Bait Allah itu adalah tubuh kita sendiri (1Korintus 3:16). Ini berarti ketika kita bertobat, ada banyak hal yang perlu di bereskan di dalam kehidupan kita, agar itu layak kembali untuk Tuhan hadir dan dipakai untuk menaikkan penyembahan-penyembahan kita kepada Tuhan. Dan hal ini dilakukan oleh para imam dan orang Lewi setiap harinya. Oleh karena itu, marilah kita selalu pastikan bahwa kehidupan kita, yakni Bait Allah ini, layak untuk menaikkan penyembahan bagi Tuhan setiap harinya.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 9
The Israelites and the tribe of Judah all were taken as captive because they have sinned against the Lord. And while they were taken as captives, some went back to stay at Jerusalem, where the Temple of the Lord is and those who came back are a few Israelites, priests, Levites and temple servants. Have we ever thought as to why Jerusalem is the first city that is filled with its people again? And why are there priests and Levites that were part of those who came back the first time?
We know that the Temple of God is in Jerusalem and it is where the Lord is present. Jerusalem is a place where Israelites need to come back and repent and cry out to the Lord because of the Temple of God. And when they comes back to Jerusalem and the temple of God, there are priests and Levites to take care of the gates, the things of the temple of God, as singers and etc. This shows that we need to take care of the Temple of God that has been left for so long. And we know that the Temple of God is ourselves (1Corinthians 3:16). This means that when we repent, there are many things that we need to settle in our lives, so that it is worthy to used to lift up worships to the Lord and for the Lord to be present. And this is done by the priests and Levites every day. Therefore, let us always make sure that our lives, the Temple of God, is worthy to lift up worships to the Lord every day.
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 9
Orang Israel dan Bangsa Yehuda semuanya masuk ke dalam pembuangan karena mereka telah berdosa terhadap Tuhan. Dan selama pembuangan itu, ada beberapa orang yang kembali menetap di Yerusalem, kota di mana Bait Allah berada, dan yang kembali adalah beberapa orang Israel awam, para imam, orang Lewi dan para budak di Bait Allah. Apakah kita pernah berpikir kenapa Yerusalem adalah kota pertama yang di isi kembali dengan orang-orang Israel? Dan mengapa ada para imam dan orang Lewi yang termasuk dari orang-orang pertama yang kembali ke sana?
Kita tahu bahwa Bait Allah adanya di Yerusalam dan Bait Allah itu adalah tempat di mana Tuhan hadir dan ada. Yerusalem adalah tempat di mana orang Israel perlu kembali untuk bertobat dan berseru kepada Tuhan oleh karena Bait Allah. Dan ketika mereka kembali ke dalam Yerusalem dan Bait Allah, ada para imam dan orang-orang Lewi yang mengurus segalanya dari menjaga pintu gerbang, mengurus perkakas-perkakas rumah Tuhan, penyanyi dan sebagainya. Hal ini menunjukkan kepada kita perlu mengurusi Bait Allah yang telah begitu lama ditinggal begitu saja. Dan kita tahu bahwa Bait Allah itu adalah tubuh kita sendiri (1Korintus 3:16). Ini berarti ketika kita bertobat, ada banyak hal yang perlu di bereskan di dalam kehidupan kita, agar itu layak kembali untuk Tuhan hadir dan dipakai untuk menaikkan penyembahan-penyembahan kita kepada Tuhan. Dan hal ini dilakukan oleh para imam dan orang Lewi setiap harinya. Oleh karena itu, marilah kita selalu pastikan bahwa kehidupan kita, yakni Bait Allah ini, layak untuk menaikkan penyembahan bagi Tuhan setiap harinya.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 9
The Israelites and the tribe of Judah all were taken as captive because they have sinned against the Lord. And while they were taken as captives, some went back to stay at Jerusalem, where the Temple of the Lord is and those who came back are a few Israelites, priests, Levites and temple servants. Have we ever thought as to why Jerusalem is the first city that is filled with its people again? And why are there priests and Levites that were part of those who came back the first time?
We know that the Temple of God is in Jerusalem and it is where the Lord is present. Jerusalem is a place where Israelites need to come back and repent and cry out to the Lord because of the Temple of God. And when they comes back to Jerusalem and the temple of God, there are priests and Levites to take care of the gates, the things of the temple of God, as singers and etc. This shows that we need to take care of the Temple of God that has been left for so long. And we know that the Temple of God is ourselves (1Corinthians 3:16). This means that when we repent, there are many things that we need to settle in our lives, so that it is worthy to used to lift up worships to the Lord and for the Lord to be present. And this is done by the priests and Levites every day. Therefore, let us always make sure that our lives, the Temple of God, is worthy to lift up worships to the Lord every day.
Thursday, December 1, 2011
Kebenaran Yang Mutlak | The Absolute Truth
Indo:
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 8
Dengan adanya silsilah keturunan setiap suku Israel, Tuhan meneguhkan dan mengkonfirmasikan bahwa apa yang tertulis sebelumnya itu benar. Misalnya, Saul, raja pertama di Israel adalah keturunan Benyamin. Dan dengan adanya dafter keturunan anak-anak Benyamin kita jadi tahu dan dengan yakin dapat berkata bahwa memang Saul itu orang Benyamin. Inilah cara Tuhan menyusun Firman Tuhan, yakni bahwa isi Firman Tuhan dari awal sampai akhir tidak ada yang bertentangan. Tetapi justru isinya saling mendukung, saling melengkapi, mengkonfirmasikan dan meneguhkan satu dan yang lain. Tuhan menunjukkan bahwa Firman Tuhan itu mutlak dan tidak bertentangan melalui hal-hal kecil yang dapat dilacak ini, sehingga kita dapat percaya akan hal-hal yang masih belum terjadi, seperti nubuatan-nubuatan yang ada di dalam Firman Tuhan, ataupun akan adanya nubuatan tentang Yesus yang telah terjadi dan yang mendukung kebenaran bahwa Yesus adalah rencana Tuhan untuk keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dan masih ada banyak lagi rahasia-rahasia Surgawi yang terkandung di dalam Firman Tuhan ini.
Marilah kita buka pikiran dan hati kita untuk menerima kebenaran Kristus di dalam kehidupan kita. Marilah kita sadari bahwa Firman Tuhan itu mutlak dan benar dan bahwa di dalamnya terdapat rahasia-rahasia Surgawi. Tetapi kita tidak dapat mengandalkan pikiran kita untuk mengerti Firman Tuhan. Kita perlu untuk mengandalkan Roh Kudus dan minta diajarkan dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita tidak salah mengartikan dan sehinga kita mengerti apa rencana dan isi hati Tuhan. Sebab Firman Tuhan itu diilhamkan oleh Roh Allah dan hanya dengan Roh Allah kita dapat mengerti isinya. Oleh karena itu, biarlah kita mulai bersandar dan meminta kepada Roh Kudus untuk memimpin kita dan mengajarkan kita akan Firman Tuhan agar kita mengerti rencana dan isi hati Tuhan.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 8
With the existence of the list of descendants of each tribe of Israel, the Lord is confirming that what was written before is true. For example, Saul, the first king of Israel was from the tribe of Benjamin. With the existence of the list of descendants of Benjamin, we know and sure that Saul is a Benjamite. This is the way the Lord complied the Bible, that its contents from beginning to the end does not contradict. But it actually is supporting, completing, confirming and strengthening each other. The Lord showed that the Word of God is absolute and is not contradicting from the small things that can be investigated, so that we may believe in the things that has not yet happened, such as the prophecies that is in the Bible, or that we believe in the prophecies about Jesus which has happened and that supports the truth that Jesus is the plan of the Lord for salvation upon all mankind. And there are many more heavenly secrets that is in the Bible.
Let us open our minds and hearts to receive the truth of Christ in our lives. Let us realise that the Word of God is absolute and true and that in it there are heavenly secrets. But we cannot rely on our own mind to understand the Word of God. We need to rely on the Holy Spirit and ask to be taught and led by the Holy Spirit so that we do not misunderstand or misinterpret and so that we may understand the plans and hearts desire of the Lord. Because the Word of God is inspired by the Holy Spirit and only by the Holy Spirit we will be able to understand it. Therefore, let us rely and ask the Holy Spirit to lead us and teach us the Word of God so that we may know the plans and hearts desire of the Lord.
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 8
Dengan adanya silsilah keturunan setiap suku Israel, Tuhan meneguhkan dan mengkonfirmasikan bahwa apa yang tertulis sebelumnya itu benar. Misalnya, Saul, raja pertama di Israel adalah keturunan Benyamin. Dan dengan adanya dafter keturunan anak-anak Benyamin kita jadi tahu dan dengan yakin dapat berkata bahwa memang Saul itu orang Benyamin. Inilah cara Tuhan menyusun Firman Tuhan, yakni bahwa isi Firman Tuhan dari awal sampai akhir tidak ada yang bertentangan. Tetapi justru isinya saling mendukung, saling melengkapi, mengkonfirmasikan dan meneguhkan satu dan yang lain. Tuhan menunjukkan bahwa Firman Tuhan itu mutlak dan tidak bertentangan melalui hal-hal kecil yang dapat dilacak ini, sehingga kita dapat percaya akan hal-hal yang masih belum terjadi, seperti nubuatan-nubuatan yang ada di dalam Firman Tuhan, ataupun akan adanya nubuatan tentang Yesus yang telah terjadi dan yang mendukung kebenaran bahwa Yesus adalah rencana Tuhan untuk keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dan masih ada banyak lagi rahasia-rahasia Surgawi yang terkandung di dalam Firman Tuhan ini.
Marilah kita buka pikiran dan hati kita untuk menerima kebenaran Kristus di dalam kehidupan kita. Marilah kita sadari bahwa Firman Tuhan itu mutlak dan benar dan bahwa di dalamnya terdapat rahasia-rahasia Surgawi. Tetapi kita tidak dapat mengandalkan pikiran kita untuk mengerti Firman Tuhan. Kita perlu untuk mengandalkan Roh Kudus dan minta diajarkan dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita tidak salah mengartikan dan sehinga kita mengerti apa rencana dan isi hati Tuhan. Sebab Firman Tuhan itu diilhamkan oleh Roh Allah dan hanya dengan Roh Allah kita dapat mengerti isinya. Oleh karena itu, biarlah kita mulai bersandar dan meminta kepada Roh Kudus untuk memimpin kita dan mengajarkan kita akan Firman Tuhan agar kita mengerti rencana dan isi hati Tuhan.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 8
With the existence of the list of descendants of each tribe of Israel, the Lord is confirming that what was written before is true. For example, Saul, the first king of Israel was from the tribe of Benjamin. With the existence of the list of descendants of Benjamin, we know and sure that Saul is a Benjamite. This is the way the Lord complied the Bible, that its contents from beginning to the end does not contradict. But it actually is supporting, completing, confirming and strengthening each other. The Lord showed that the Word of God is absolute and is not contradicting from the small things that can be investigated, so that we may believe in the things that has not yet happened, such as the prophecies that is in the Bible, or that we believe in the prophecies about Jesus which has happened and that supports the truth that Jesus is the plan of the Lord for salvation upon all mankind. And there are many more heavenly secrets that is in the Bible.
Let us open our minds and hearts to receive the truth of Christ in our lives. Let us realise that the Word of God is absolute and true and that in it there are heavenly secrets. But we cannot rely on our own mind to understand the Word of God. We need to rely on the Holy Spirit and ask to be taught and led by the Holy Spirit so that we do not misunderstand or misinterpret and so that we may understand the plans and hearts desire of the Lord. Because the Word of God is inspired by the Holy Spirit and only by the Holy Spirit we will be able to understand it. Therefore, let us rely and ask the Holy Spirit to lead us and teach us the Word of God so that we may know the plans and hearts desire of the Lord.
Wednesday, November 30, 2011
Kehidupan Yang Dicatat Tuhan | Life That Is Written by The Lord
Indo:
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 7
Seperti Tuhan menulis dengan detil kehidupan masing-masing suku Israel, begitu juga Tuhan menulis secara detil kehidupan kita di dunia ini. Kapan kita dikandung, lahir, apa yang kita lakukan saat kita tumbuh dewasa, semuanya itu tercatat. Tetapi ada satu hal yang penting, yaitu apakah nama kita tercatat di dalam kitab kehidupan? Bila kita melihat kehidupan kita seperti Tuhan melihat semuanya, apa yang telah kita lakukan, akan hal apa saja yang kita masih belum mau bertobat, bila dibandingkan dengan apa yang kita ketahui dalam Alkitab, apakah kita melakukan semuanya itu? Bila kita lihat di dalam Wahyu 20:15 dikatakan bahwa mereka yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan, akan dilemparkan ke dalam lautan api.
Oleh karenai itu, biarlah kita hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan kebenaran yang kita ketahui. Sebab kebenaran yang kita ketahui itu yang akan membebaskan kita (Yohanes 8:32). Tetapi bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran itu bila kita tidak pernah mengalaminya? Jadi, marilah kita alami Firman Tuhan di dalam hidup kita. Carilah dan hidupilah Firman dan Kebenaran Tuhan setiap harinya. Bila Firman Tuhan tegur kita untuk bertobat dalam hal apapun, marilah kita bertobat, bila kita diajar untuk lebih sabar, mengucap syukur, memberi dengan sukacita, membuang benci dan dengki dan sebagainya, biarlah kita taati, lakukan dengan setia dan alami Firman Tuhan yang akan memerdekakan kita. Sehingga bukan hanya apa yang kita lakukan yang dicatat, tetapi agar nama kita ada di dalam kitab kehidupan.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 7
Just as the Lord writes in detail of the lives of the tribes of Israel, the Lord also writes in details of our lives in this world. When were we conceived, born, what we did when we grew up, all of it are written. But there is one thing that is important, that is, whether or not our names are written in the book of life. If we look at our lives as the Lord sees all of it, what we did, the things that we are still refuse to repent on, if it is compared to what we know from the Bible, have we done all of it? If we look at in Revelation 20:15, it is said that those whose names are not written in the book of life will be thrown into the lake of fire.
Therefore, let us live according to the Word of God and truth that we know. Because the truth that we know will set us free (John 8:32). However, how do we know the truth if we never experience it? So, let us experience the Word of God in our lives. Seek and live the Word and Truth of the Lord everyday. If the Word of God rebukes us to repent in anything, let us repent, if it is teaching us to be more patient, to give thanks, to give with a joyful heart, to throw away all hatred and jealousy and etc, let us obey, do it faithfully and experience the Word of God that will free us. So that it is not only what we did what was written, but so that our names are written in the book of life.
Pembacaan Alkitab: 1Tawarikh 7
Seperti Tuhan menulis dengan detil kehidupan masing-masing suku Israel, begitu juga Tuhan menulis secara detil kehidupan kita di dunia ini. Kapan kita dikandung, lahir, apa yang kita lakukan saat kita tumbuh dewasa, semuanya itu tercatat. Tetapi ada satu hal yang penting, yaitu apakah nama kita tercatat di dalam kitab kehidupan? Bila kita melihat kehidupan kita seperti Tuhan melihat semuanya, apa yang telah kita lakukan, akan hal apa saja yang kita masih belum mau bertobat, bila dibandingkan dengan apa yang kita ketahui dalam Alkitab, apakah kita melakukan semuanya itu? Bila kita lihat di dalam Wahyu 20:15 dikatakan bahwa mereka yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan, akan dilemparkan ke dalam lautan api.
Oleh karenai itu, biarlah kita hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan kebenaran yang kita ketahui. Sebab kebenaran yang kita ketahui itu yang akan membebaskan kita (Yohanes 8:32). Tetapi bagaimana kita dapat mengetahui kebenaran itu bila kita tidak pernah mengalaminya? Jadi, marilah kita alami Firman Tuhan di dalam hidup kita. Carilah dan hidupilah Firman dan Kebenaran Tuhan setiap harinya. Bila Firman Tuhan tegur kita untuk bertobat dalam hal apapun, marilah kita bertobat, bila kita diajar untuk lebih sabar, mengucap syukur, memberi dengan sukacita, membuang benci dan dengki dan sebagainya, biarlah kita taati, lakukan dengan setia dan alami Firman Tuhan yang akan memerdekakan kita. Sehingga bukan hanya apa yang kita lakukan yang dicatat, tetapi agar nama kita ada di dalam kitab kehidupan.
English:
Bible Reading: 1Chronicles 7
Just as the Lord writes in detail of the lives of the tribes of Israel, the Lord also writes in details of our lives in this world. When were we conceived, born, what we did when we grew up, all of it are written. But there is one thing that is important, that is, whether or not our names are written in the book of life. If we look at our lives as the Lord sees all of it, what we did, the things that we are still refuse to repent on, if it is compared to what we know from the Bible, have we done all of it? If we look at in Revelation 20:15, it is said that those whose names are not written in the book of life will be thrown into the lake of fire.
Therefore, let us live according to the Word of God and truth that we know. Because the truth that we know will set us free (John 8:32). However, how do we know the truth if we never experience it? So, let us experience the Word of God in our lives. Seek and live the Word and Truth of the Lord everyday. If the Word of God rebukes us to repent in anything, let us repent, if it is teaching us to be more patient, to give thanks, to give with a joyful heart, to throw away all hatred and jealousy and etc, let us obey, do it faithfully and experience the Word of God that will free us. So that it is not only what we did what was written, but so that our names are written in the book of life.
Tuesday, November 29, 2011
Mendekat Pada Yesus | Drawing Near To Jesus
Indo:
Pembacaan Alkitab: Yohanes 4
Kita sudah banyak mendengar tentang wanita Samaria yang bertemu dengan Yesus. Wanita Samaria itu bercakap-cakap dengan Yesus menjadi percaya bahwa Yesuslah Kristus. Setelah itu ia menceritakan hal itu kepada seluruh orang-orang di kota Samaria dan banyak orang yang menjadi percaya karena kesaksian wanita Samaria itu. Tetapi mereka tidak berhenti sampai di sana, mereka menghampiri Yesus dan mereka ingin mendengar lebih lagi akan perkataan-perkataan Yesus. Setelah mereka mendengar sendiri akan ucapan Yesus, maka mereka menjadi percaya juga, bukan hanya karena kesaksian wanita Samaria itu, tetapi karena mereka sendiri telah menyaksikannya.
Kita dapat belajar dari orang-orang Samaria ini. Mereka tidak hanya percaya ketika mendengar kesaksian, tetapi mereka ingin mengalaminya sendiri, mereka ingin mengalami Yesus secara pribadi, sehingga mereka datang kepada-Nya dan ingin mendengarkan-Nya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita puas hanya dengan mendengar kesaksian orang-orang akan bagaimana Tuhan Yesus itu kuasa dan luar biasa? Ataukah kita ingin memiliki pengalaman pribadi dengan Yesus? Adakah kita kerinduan untuk mendekat kepada Yesus dan minta Ia tinggal di dalam hidup kita, ataukah kita hanya puas mendengar tentang-Nya saja? Marilah kita belajar seperti orang-orang Samaria ini yang mendekat kepada Yesus dan meminta-Nya tinggal bersama-sama dengan mereka. Biarlah kita datang kepada Yesus setiap hari dan minta agar Tuhan Yesus yang tinggal di dalam kita tiap hari.
English:
Bible Reading: John 4
We have heard a lot about the Samaritan woman who met with Jesus. The Samaritan woman chatted with Jesus and believed that Jesus is Christ. Then, she told the stories to the people of Samaria and many believed because of her testimonies. But they did not stop there, they came to Jesus and wnt to hear more of His words. After they heard Him themselves, they believed not only because of the testimonies, but because they have experienced it themselves.
We can learn from the Samaritans, They did not just believed when they heard the testimony, but they wanted to experienced it themselves, they want to experience Jesus personally, that they came to Him and wanted to hear Him. What about us? Are we satisfied with just hearing the testimonies of others of how the Lord Jesus is great and marvelous? Or do we want to have personal experience with Jesus? Do we have the desire to come to Jesus and ask Him to stay in our lives, or are we satisfied to just hear about Him? Let us learn from the Samaritans who draw near to Jesus and ask Him to stay with them. Let us come to Jesus every day and ask so that the Lord Jesus dwell in us every day.
Pembacaan Alkitab: Yohanes 4
Kita sudah banyak mendengar tentang wanita Samaria yang bertemu dengan Yesus. Wanita Samaria itu bercakap-cakap dengan Yesus menjadi percaya bahwa Yesuslah Kristus. Setelah itu ia menceritakan hal itu kepada seluruh orang-orang di kota Samaria dan banyak orang yang menjadi percaya karena kesaksian wanita Samaria itu. Tetapi mereka tidak berhenti sampai di sana, mereka menghampiri Yesus dan mereka ingin mendengar lebih lagi akan perkataan-perkataan Yesus. Setelah mereka mendengar sendiri akan ucapan Yesus, maka mereka menjadi percaya juga, bukan hanya karena kesaksian wanita Samaria itu, tetapi karena mereka sendiri telah menyaksikannya.
Kita dapat belajar dari orang-orang Samaria ini. Mereka tidak hanya percaya ketika mendengar kesaksian, tetapi mereka ingin mengalaminya sendiri, mereka ingin mengalami Yesus secara pribadi, sehingga mereka datang kepada-Nya dan ingin mendengarkan-Nya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita puas hanya dengan mendengar kesaksian orang-orang akan bagaimana Tuhan Yesus itu kuasa dan luar biasa? Ataukah kita ingin memiliki pengalaman pribadi dengan Yesus? Adakah kita kerinduan untuk mendekat kepada Yesus dan minta Ia tinggal di dalam hidup kita, ataukah kita hanya puas mendengar tentang-Nya saja? Marilah kita belajar seperti orang-orang Samaria ini yang mendekat kepada Yesus dan meminta-Nya tinggal bersama-sama dengan mereka. Biarlah kita datang kepada Yesus setiap hari dan minta agar Tuhan Yesus yang tinggal di dalam kita tiap hari.
English:
Bible Reading: John 4
We have heard a lot about the Samaritan woman who met with Jesus. The Samaritan woman chatted with Jesus and believed that Jesus is Christ. Then, she told the stories to the people of Samaria and many believed because of her testimonies. But they did not stop there, they came to Jesus and wnt to hear more of His words. After they heard Him themselves, they believed not only because of the testimonies, but because they have experienced it themselves.
We can learn from the Samaritans, They did not just believed when they heard the testimony, but they wanted to experienced it themselves, they want to experience Jesus personally, that they came to Him and wanted to hear Him. What about us? Are we satisfied with just hearing the testimonies of others of how the Lord Jesus is great and marvelous? Or do we want to have personal experience with Jesus? Do we have the desire to come to Jesus and ask Him to stay in our lives, or are we satisfied to just hear about Him? Let us learn from the Samaritans who draw near to Jesus and ask Him to stay with them. Let us come to Jesus every day and ask so that the Lord Jesus dwell in us every day.
Subscribe to:
Posts (Atom)