Saturday, January 7, 2012

Roh Kudus | Holy Spirit

Indo:

Pembacaan Alkitab: Yohanes 16

Tuhan Yesus sendiri yang telah mengatakan bahwa Ia akan mengirimkan Roh Kudus untuk menggantikan Dia setelah Ia naik ke Surga. Tuhan Yesus berkata bahwa melalui Roh Kuduslah orang-orang dapat diinsafkan dari dosa, kebenaran dan penghakiman. Roh Kudus jugalah yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Jadi jika pada perjanjian lama Bapa sendiri yang beracara di tengah-tengah umat-Nya dan bila pada jaman Yesus, Yesus Kristus yang lahir sebagai manusia yang beracara di tengah-tengah umat-Nya, pada jaman sekarang ini, Roh Kuduslah yang beracara di tengah-tengah kita.

Mengetahui hal ini, marilah kita minta agar hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus setiap harinya dan marilah kita bersekutu erat dengan Roh Kudus. Dalam segala hal yang kita lakukan, baik itu membaca Firman Tuhan, memuji, menyembah, bersaksi, memberitakan Injil, melayani, bekerja, mengurus rumah tangga, biarlah kita bersandar dan meminta Roh Kudus untuk memimpin kita di dalam seluruh kebenaran. Dan bila Roh Kudus yang bekerja, ingatlah bahwa bukan karena kekuatan kita, tetapi apa yang kita lakukan, buah yang kita hasilkan semua karena Roh Kudus. Jadi, biarlah kita selalu bersekutu dengan Roh Kudus.


English:

Bible Reading: John 16

The Lord Jesus Himself has said that He will send the Holy Spirit to take His place after He ascends to heaven. The Lord Jesus said that the Holy Spirit is the One who will convict us from sin, truth and judgment. The Holy Spirit is also the One who will lead us into the whole truth. So if in the old testament the Father Himself is the One who works in the midst of His people and in the times of Jesus, Jesus Christ who was born as man who works in the midst of His peoiple, in this era, the Holy Spirit is the One who works in our midst.

Knowing this, let us ask so that our lives be filled with the Holy Spirit everyday and let us have an intimate relationship with the Holy Spirit. In all things that we do, may it be reading the Bible, praising, worshiping, testifying, preaching the Gospel, ministering, working, taking care of household things, let us rely and ask the Holy Spirit to lead us in the whole truth. And if the Holy Spirit Who works, remember that it is not by our strength, but what we do, the fruits we bear are all because of Holy Spirit. So let us always communicate with the Holy Spirit.

Blessings,

Maruli Saputra

Friday, January 6, 2012

Mengarahkan Hidup Kepada Tuhan | Focusing Our Lives To The Lord

Indo:

Pembacaan Alkitab: 2Tawarikh 25-27

Melalui kehidupan raja-raja Yehuda, dengan jelas kita dapat simpulkan bahwa hanya mereka yang hidupnya terarah kepada Tuhan yang mengalami kuasa, kemenangan dan penuh dengan anugrah Tuhan. Dan bagi mereka yang berubah setia, yang meninggalkan Tuhan, maka mereka keluar dari perlindungan Tuhan dan dari anugrah Tuhan, sehingga mereka mengalami kekalahan, kehancuran dan sakit penyakit. Hal-hal ini Tuhan biarkan tertulis agar kita dapat memilih sendiri jalan mana yang ingin kita tempuh.

Di dalam hidup kita ini, kita perlu adanya sebuah visi atau gol yang membuat hidup kita ini terarah kepada suatu tujuan. Tetapi banyak dari kita yang memiliki visi, gol atau tujuan yang bersifat sementara. Mari kita belajar dari raja-raja Yehuda. Marilah kita arahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Biarlah kita berjalan menuju Tuhan sehingga kita dapat hidup bersama dengan Tuhan dan mengalami kuasa, kemenangan dan anugrah Tuhan. Arahkanlah pandangan kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan bukan kepada hal-hal lainnya.


English:

Bible Reading: 2Chronicles 25-27

Through the lives of the kings of Judah, it is clear that we can conclude that those whose lives are focused on the Lord experienced power, victory and grace. And those who became unfaithful and leave the Lord, they went out of the path of the Lord, His protection and grace that they experience defeat, destruction and sicknesses. These things are written so that we may choose for ourselves which path we want to walk in.

In our lives, we need to have a vision or goal which makes our lives focused to something. But many of us have a temporary vision or goal. Let us learn from the kings of Judah. Let us focus our lives to the Lord Jesus Christ. Let us walk towards the Lord that we may live with the Lord and experience power, victory and grace of God. Place our focus on the Lord Jesus Christ and not on other things.

Blessings,

Maruli Saputra

Thursday, January 5, 2012

Sahabat Tuhan | Friend Of God

Indo:

Pembacaan Alkitab: Yohanes 15

Tuhan Yesus di sini mengatakan dan mengajarkan dengan jelas bahwa kita perlu untuk tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan beserta Firman-Nya di dalam kita. Sebab bila tidak, maka kita tidak akan berbuah dan akan dipotong serta dicampakkan ke dalam api. Tetapi bila kita tinggal di dalam Tuhan dan berbuah, kita akan dipangkas agar kita makin berbuah lagi. Dan ketika kita tinggal di dalam Tuhan dan Forman Tuhan di dalam kita, kita akan makin mengenal Tuhan dan jika kita taat mengasihi dan melakukan perintah-perintah-Nya, maka Tuhan tidak lagi memanggil kita hamba tetapi sebagai sahabat. Bukankah kita semua ingin menjadi sahabatnya Tuhan?

Untuk kita dapat menjadi sahabat Tuhan, kita perlu untuk mengenal-Nya. Dan untuk kita mengenal-Nya, maka kita perlu untuk tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita. Dan semakin kita mengenal serta taat melakukan Firman dan perintah-Nya, maka kita akan makin mengenal Tuhan, sifat-Nya, hati-Nya dan kerinduan-Nya. Ketika kita makin mengenal isi hati-Nya dan melakukannya, maka kita bukan lagi hamba yang hanya mengerjakan apa yang diperintahkan, tetapi kita adalah seorang sahabat yang mengenal Tuhan dan rela untuk memberikan nyawa kita bagi Tuhan, sahabat kita. Yakni, karena kita mengasihi Tuhan dan mengenal isi hati-Nya, kita rela memberikan hidup kita ini untuk melihat isi hati-Nya terjadi. Sama seperti Tuhan yang telah memberikan nyawa-Nya bagi kita, biarlah kita juga berikan hidup kita bagi Dia.

Jadi, biarlah kita terus hidup di dalam Tuhan dan Tuhan beserta Firman-Nya di dalam kita agar kita makin mengenal Tuhan setiap harinya sampai kita disebut sebagai sahabat dan bukan lagi hamba. Ingatlah, seorang sahabat mengenal sedangkan seorang hamba hanya menaati. Biarlah kita memiliki hati seorang hamba yang selalu rendah hati, tetapi juga biarlah kita mau mengenal hati Tuhan dan menjadi sahabat-Nya.


English:

Bible Reading: John 15

The Lord Jesus here says it and teaches it clearly that we need to abide in the Lord and the Lord alongwith His Words in us. If not, then we would not bear fruits and will be cut and thrown into the fire. But if we abide in the Lord and bear fruit, we will be prune so that we would bear more fruits. And when we abide in the Lord and His Words in us, we will come to know the Lord more and if we obediently love and do His commands, then the Lord will no longer calls us us servant, but friend. Don't we all want to be His friends?

For us to be able to become friend of God, we need to know Him. And for us to know Him, we need to abide in Him and Him in us. And the more we know and obediently do His Words and commands, the more we will know the Lord, His characters, His heart and desires. When we know more of His heart and desires and do them, then we are no longer His servant who only do what is commanded, but we are a friend who knows the Lord and is willing to give our lives to the Lord as our friend. That is, because we love the Lord and know His heart's desires, we are willing to give our lives to see His heart's desirwes come true. Just as the ord had given His life for us, let us also give our lives to Him.

So, let us continue to abide in the Lord and the Lord alongwith His Words in us so that we would come to know the Lord everyday until we are called a friend of God and no longer servant. Remember that a friend is one who knows while a servant is one who only obeys. Let us have a heart of a servant who is always humble, but also let us want to know the heart's desires of the Lord and become a friend of God.

Blessings,

Maruli Saputra

Wednesday, January 4, 2012

Bergantung Kepada Tuhan | Relying On The Lord

Indo:

Pembacaan Alkitab: 2Tawarikh 23-24

Raja Yoas adalah raja yang termuda ketika ia menjadi raja, yakni pada saat ia berumur tujuh tahun. Dan imam Yoyadalah yang pada saat itu menjadi semacam penasihat dan pendukung Yoas. Oleh karena imam Yoyada, Yoas dapat menjadi raja dan Yehuda hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Tetapi ketika imam Yoyada meninggal, maka Yoas tidak lagi mengingat akan apa yang telah dilakukan oleh imam Yoyada dan apa yang telah diajarkannya mengenai hidup bersama Tuhan. Yoas meninggalkan Tuhan dan mulai menyembah berhala-berhala. Hal ini tidak hanya terjadi pada jaman raja Yoas saja, tetapi seringkali umat Tuhan meninggalkan Tuhan ketika tidak ada pemimpin yang mencari Tuhan. Inilah kelemahan dan tindak laku yang salah, yakni bergantung kepada manusia dan bukan kepada Tuhan.

Sayangnya, banyak dari orang percaya juga berlaku sama dengan Israel, di mana kita menjadi terlalu bergantung kepada pemimpin kita hingga bila sudah tidak ada lagi pemimpin itu, maka kita mulai meninggalkan Tuhan. Misalnya, bila kita pindah ke kota atau negara lain, atau bila pemimpin kita yang pindah ke tempat lain, maka banyak dari kita yang condong untuk tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan dan lama-kelamaan kita akan meninggalkan Tuhan. Oleh karena itu, biarlah kita belajar untuk bergantung kepada Tuhan dan bukan manusia. Jadi, bila memang ada saat di mana pemimpin kita sudah tidak ada, atau jatuh, atau melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita tidak jadi kecewa atau tidak meninggalkan Tuhan.

Jadi, janganah kita bergantung kepada manusia, tetapi marilah kita bergantung hanya kepada Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran-Nya.


English:

Bible Reading: 2Chronicles 23-24

King Joash was the youngest king, who became a king when he was 7 years old. And priest Jehoiada was the one who became some kind of an advisor and supporter for Joash. Because of Jehoiada, Joash became king and Judah lived according to the Word of God. But when Jehoiada died, then Joash no longer remembers what Jehoiada has done and what Jehoiada has taught with regard to live with the Lord and he started to worship idols. This did not happened only in the times of Joash, but many times, the people of the Lord left the Lord when there was no leader who seeks the Lord. This is a weakness and thr wrong act, that is to rely on men and not on the Lord.

Unfortunately, many believers act the same way, where we becomes too reliant upon our leader that when s/he is no longer there, we started to leave the Lord. For example, when we moved to another city or country or when our leader move to another place, then many of us tend to no longer have the heart to seek the Lord and as time goes by we will leave the Lord. Therefore, let us learn to rely on the Lord and not on men. So when there are times whrer our leader is no longer there, or fall into sin, orhave done things which is not we had hoped for, we do not become disappointed and bitter or leave the Lord.

So, do not rely upon men, but let us rely only onto the Lord Jesus Chirst and His truth.

Blessings,

Maruli Saputra

Tuesday, January 3, 2012

Percaya & Mengasihi Tuhan | Believing & Loving The Lord

Indo:

Pembacaan Alkitab: Yohanes 14

Tuhan Yesus dengan jelas berkata bahwa mereka yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan bahkan lebih besar. Hal ini Tuhan Yesus katakan sebab Ia akan meninggalkan dunia tidak lama lagi dan akan naik ke Surga dan akan mengirimkan seorang Penolong bagi kita. Tetapi, Tuhan ingin agar tetap ada yang meneruskan pekerjaan-Nya di dunia. Sama seperti seorang bapa atau raja yang ingin anak-Nya dapat meneruskan bisnis atau kerajaan-Nya, begitu juga Tuhan Yesus ingin agar ada yang meneruskan pekerjaan-Nya di dunia ini. Oleh sebab itu, bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita adalah anak-anak-Nya dan sudah sepatutnya kita meneruskan pekerjaan Bapa kita. Tuhan bahkan berjanji bahwa kita akan melakukan hal yang lebih besar, sebab kita memiliki jauh lebih banyak waktu dan dengan adanya Penolong, yakni Roh Kudus yang Tuhan kirim untuk tinggal di dalam kita, maka kita akan dapat meneruskan pekerjaan Tuhan dan bahkan jauh lebih besar.

Tuhan tidak berhenti di situ saja, tiga kali Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka yang mengasihi Tuhan akan menuruti dan melakukan perintah-Nya. Singkatnya, dari yang pertama Tuhan katakan tentang meneruskan pekerjaan-Nya bila kita mempercayai-Nya dan yang satu ini di mana bila kita mengasihi Tuhan, maka kita akan menuruti perintah-Nya, Tuhan sebenarnya meminta agar kita tidak hanya asal bicara saja. Tetapi apa yang kita katakan, percayai itu terbukti nyata di dalam kehidupan kita melalui perbuatan-perbuatan kita juga. Dengan begitu Bapa dimuliakan melalui kehidupan anak-Nya. Sama seperti orang tua yang bangga dan dipuji-puji ketika anaknya sukses, berhasil dan taat, begitu juga Tuhan akan bangga dan dimuliakan bila kita anak-anak-Nya hidup memancarkan kehidupan Tuhan Yesus dan bahkan melakukan hal-hal yang jauh lebih besar dari apa yang Tuhan Yesus pernah lakukan di bumi sebagai manusia.

Jadi, biarlah kita buktikan kepercayaan dan kasih kita kepada Tuhan agar dunia melihat dan Bapa dimuliakan melalui kehidupan kita.


English:

Bible Reading: John 14

The Lord Jesus clearly said that those who believes in Him will do His works and greater works. This is said because Jesus will be leaving the earth very soon and will ascend to Heaven and will send a helper. But the Lord wants to have people to continue His works on earth. Just like a father or a king who wants His children to continue running the business or kingdom, the Lord Jesus also wants to have His children to continue His works on earth. Therefore, for us who believes in the Lord Jesus Christ, we are His children and it should be our honour to continue the work of our Father. The Lord even promised that we will do greater works, because we have more time and with the Helper, who is Holy Spirit whom the Lord has sent to live in us, then we will be able to do the works of the Lord and even greater works.

The Lord did not stop there, three times the Lord Jesus says that those who loves the Lord will obey His commands and do it. In short, from the first one, where the speaks about continuing His works if we believe in Him and this one where if we love the Lord, then we will follow His commands, the Lord actually wants us to not only say things. But what we say and believe in are proven to be true and real in our lives through our deeds and actions too. That way, the Father is glorified through the lives of His children. Just like parents who are proud and are praised when their children are successful and obedient, the Lord is also proud and will be glorified if His children reflects the life of the Lord Jesus and doing even greater works than what the Lord Jesus had done on earth as a man.

So, let us prove our believe and our love to the Lord so that the world may see and the Father may be glorified through our lives.

Blessings,

Maruli Saputra

Monday, January 2, 2012

Siapa Yang Kita Percayai | Who Do We Trust

Indo:

Pembacaan Alkitab: 2Tawarikh 21-22

Jika kita lihat sejarah dari raja Ahazia, raja Yehuda, kita dapat melihat bahwa karena orang-orang yang dipercayai oleh raja Ahazia adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, maka kehidupannyapun tidak mengikuti kebenaran Tuhan. Karena nasihat-nasihat yang diberikan mereka sama sekali menentang Firman Tuhan, sehingga kehidupan raja Ahazia melawan Firman dan kebenaran Tuhan.

Dari sini, biarlah kita perhatikan orang-orang yang kita percayai dalam hidup kita. Karena kita mengenal Firman Tuhan, biarlah Apa yang mereka katakan perlu kita bandingkan dengan kebenaran Tuhan, sehingga kita tidak menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Biarlah kita mencari lingkungan orang-orang yang kenal kebenaran Firman Tuhan sebagai orang-orang yang dapat kita percayai untuk memberikan kita nasihat yang sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab orang-orang yang kita percayai sangat mempengaruhi kehidupan kita. Jadi, marilah kita dengan Firman Tuhan menerima nasihat-nasihat yang sesuai dengan Firman Tuhan dan tidak mengikuti nasihat yang tidak sesuai. Bila memungkinkan, biarlah kita memiliki kakak-kakak rohani, atau seorang mentor, atau pemimpin yang mengenal kebenaran Firman Tuhan sebagai penasihat-penasihat dan orang-orang yang kita percayai, sehingga kita menjaga agar hidup kita tidak menyimpang dari Firman Tuhan.

Englihs:

Bible Reading: 2Chronicles 21-22

If we look at the history of king Ahaziah, king of Judah, we can see that because of his trusted people who do not believe in the Lord, Gof of Abraham, Isaac and Jacob, his life is walking down the path that do not follow the truth of the Lord. Because of the advices of these people which go against the truth of God, the life of King Ahaziah was also against the Word and truth of God.

From here, let us take a closer look at the people whom we trust in our lives. Because we know the Word of God, let what they say be compared to the truth of God, so that we won't go astray from the Word of God. Let us seek an environment full of people who knows the truth of God as people whom we can trust to give us advices which is in accordance to the Word of God. Because the people we trust really affects our lives. So, let us with the Word of God, receive advices which is in accordance to the Word of God and do not follow those which is against. If possible, let us have spiritual brethrens or a mentor or leader who lknows the Word of God as our advisor and people whom we trust, so that we take care our lives to not go astray from the Word of God.

Blessings,

Maruli Saputra

Sunday, January 1, 2012

Kuasa Doa & Puasa | Power Of Prayer & Fasting

Indo:

Pembacaan Alkitab: 2Tawarikh 19-20

Ketika raja Yosafat mengalami dilema dan masalah karena ia diserang oleh bani Moab dan Amon, ia tidak lari mencari kekuatan manusia, tetapi ia mencari Tuhan. Dan ia tidak hanya sendirian mencari Tuhan, tetapi ia mengajak seluruh Yehuda sama-sama berpuasa dan berdoa mencari Tuhan di masa sulit ini. Dan dari kejadian ini kita dapat lihat akan kuasa dari doa dan puasa secara bersama-sama.

Karena seluruh bangsa Yehuda sama-sama berdoa dan puasa mencari Tuhan, Tuhan menjawab mereka dengan memberikan kemenangan yang dashyat di mana mereka tidak perlu berperang dan hanya menaikkan pujian bagi Tuhan. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari saat seluruh bangsa Yehuda berdoa dan puasa mencari Tuhan. Mereka bersatu dalam hati, jiwa dan roh untuk mencari Tuhan dan pertama-tama memuji dan membesarkan Tuhan, mendeklarasikan janji Tuhan, lalu mereka mengaku akan kelemahan dan ketidak-bsanggupan mereka, lalu meminta pertolongan Tuhan. Dan pada akhirnya Tuhan menjawab dengan dashyat.

Marilah kita juga belajar seperti Yehuda dalam berdoa dan puasa bersama atau secara individu. Marilah kita satukan hati kita dalam satu roh dan mulai dengan memuji dan menyembah Tuhan, lalu mendeklarasikan janji dan Firman Tuhan di hidup kita, lalu merendahkan hati dan mengaku kelemahan dan ketidak-mampuan kita dan barulah kita meminta turut campur Tuhan di hidup kita. Dengan begitu kita benar-benar mencari Tuhan dan merendahkan diri kita di hadapan Tuhan. Dan hasilnya akan dapat kita alami bila kita dengan sungguh-sungguh berdoa, berpuasa dan mencari Tuhan. Berdoa dan puasa itu besar kuasanya. Marilah kita lakukan dengan sungguh-sungguh.

English:

Bible Reading: 2Chronicles 19-20

When king Jehoshaphat faced a dillema and a problem when the Moabites and the Amonites attacked him, he did not run to seek the strength of men, but he sought the Lord. And he wasn't alone, but he asked the whole Judah to pray and fast together with him to seek the Lord in this difficult time. And from this we can see the power of corporate prayer and fasting.

Because the whole Judah prayed and fasted together to seek the Lord, the Lord answered them by giving them an amazing victory where they did not have to battle but only sing praises to the Lord. There are a few things which we can learn when the whole Judah pray and fasted to seek the Lord. They united in one heart, soul and spirit in seeking the Lord and firstly they praised and glorified the Lord, declaring the promise of God, then they admit and confessed their weaknesses and inability and then they asked for the Lord's help. And in the end, the Lord answered with power.

Let us also learn to be like Judah in praying and fasting whether individually or together. Let us unite our hearts in one spirit and start with praising and worshiping the Lord, then declare the promise and the Word of God in our lives, then humble ourselves and admit/confess our weaknesses and inability and then we ask for the Lord's hand to intervene in our lives. That way, we really are seeking the Lord and humbling ourselves before the Lord. And the result will be able to be experienced if we really pray and fasted to seek the Lord. Praying and fasting is powerful. Let us do it with a steadfast heart.

Blessings,

Maruli Saputra