Tuesday, February 7, 2012

Jalan Keluar | A Way Out

Indo:

Pembacaan Alkitab: Ester 7-8

Dari dua pasal ini kita dapat melihat jawaban dari Tuhan atas apa yang bangsa Israel telah doakan melalui doa dan puasa. Kita juga melihat apa yang terjadi kepada Haman karena kesombongannya dan kepada Mordekhai karena kerendahan hatinya. Oleh anugrah Tuhan, Ester mendapatkan perkenanan di mata raja Ahasyweros sehingga ia tidak kena hukuman mati saat ia menghadap raja walaupun tidak dipanggil. Terlebih lagi, raja Ahasyweros rela memberikan apapun yang Ester inginkan, bahkan sampai setengah dari kerajaan akan diberikan kepada Ester bila dikehendaki.

Melalui semuanya ini kita dapat melihat bahwa Tuhan memberikan jalan keluar bagi bangsa Israel, Ester dan Mordekhai. Tetapi diperlukan doa dan puasa, penyandaran dan penyerahan diri kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan dengan mutlak bahwa Tuhan akan melepaskan bangsa Israel dari musibah yang akan datang dan diperlukan juga tindakan nyata yang menyertai iman dan doa-doa itu. Seperti apa yang Paulus katakan di 1Korintus 10:13, bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatan manusia dan pada waktu kita dicobai, Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada kita.

Pertanyaanya sekarang adalah, apakah yang kita lakukan di saat kita menghadapi masalah? Apakah kita menggerutu, komplain, putus asa dan bahkan menyalahi Tuhan? Mari kita tinggalkan gerutu dan komplain dan mari kita bersandar kepada Tuhan lebih lagi. Bila kita ada masalah, berdoalah, percayalah kepada Firman Tuhan dan kepada Tuhan yang akan memberikan jalan keluar dan bertindaklah sesuai dengan iman itu.


English:

Bible Reading: Esther 7-8

From these two chapters, we can see the answers from God upon what the Israelites have prayed for through fasting and praying. We can also see what happened to Haman because of his proudness and to Mordecai because of his humility. By the grace of God, Esther received favour from king Ahasuerus such that she did not get sentenced to death when she came to the king without being called. Moreover, king Ahasuerus was willing to give anything that Esther asks for and even up to half of his kingdom he will give.

Through all this we can see that the Lord gave a way out for the Israelites, Esther and Mordecai. But it needed prayer and fasting, reliance and surrender to the Lord, believing in the Lord fully that the Lord will deliver the Israelites from the coming trouble and it also needed an action that follows the faith and the prayers. Just like what Paul said in 1Corinthians 10:13, that the trials we experience do not go beyond the strength of men and when we are in trial, the Lord will give us a way out.

The question now is, what do we do when we are in trouble? Do we sulk, complaint, give up and even blaming God? Let us leave behind alll of that and let us rely on the Lord. If we have problems, pray, believe in the Word of God and in the Lord who will give us a way out and act according to that faith.

Monday, February 6, 2012

Rendah Hati & Integritas | Humility & Integrity

Indo:

Pembacaan Alkitab: Ester 5-6

Sejarah tentang Haman dan Mordekhai adalah kisah yang umum di dunia ini. Ada orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dan selalu fokus kepada dirinya sendiri dan ingin agar dihormati selalu. Ada juga orang yang jujur, benar dan tidak melakukan yang melanggar Firman Tuhan. Dan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi ini ingin menghancurkan orang yang benar ini. Tetapi dari kisah Haman dan Mordekhai kita dapat melihat bahwa Firman Tuhan itu nyata dan benar, yakni bahwa mereka yang meninggikan diri akan direndahkan dan mereka yang rendah hati akan ditinggikan. Haman yang berpikir bahwa ia yang akan dihormati oleh raja, menasihati raja untuk meninggikan seseorang seperti raja sendiri dan akhirnya ia malu dan kesal sendiri sebab yang ditinggikan bukanlah dia melainkan Mordekhai, orang yang ia benci. Dan Mordekhai yang hanya melakukan apa yang benar dan yang sepatutnya, tanpa ia minta dan tanpa ia duga, ia di tinggikan seperti seorang raja.

Dari sini, kita dapat melihat bagaimana Tuhan bekerja untuk menjaga umat-Nya dan melakukan Firman-Nya untuk merendahkan yang tinggi hati dan meninggikan yang rendah hati. Oleh karena itu, tidaklah perlu kita khawatir di dunia ini. Tantangan dan tekanan akan melanda kita, tetapi bila kita tetap setia kepada Firman Tuhan, hidup dengan jujur, benar dan penuh dengan integritas, maka pada saatnya Tuhan sendiri yang akan meninggikan kita untuk kemuliaan nama-Nya. Oleh karena itu, biarlah kita tidak ikuti jejak Haman yang fokus ke dirinya sendiri dan ingin kehormatan. Tetapi biarlah kita belajar seperti Mordekhai yang melakukan apa yang benar, tanpa kompromi dan memiliki kerendahan hati dan integritas.


English:

Bible Reading: Esther 5-6

The history about Haman and Mordecai are a common story in this world. There are those who has high positions and always focus on himself and want to be honoured and praised always. There are also those who are honest, righteous and do not trespass the Word of God. And the people who have high positions want to destroy the righteous person. But in the story of Haman and Mordecai, we can see that the Word of God is true, that they who are proud will be made low and those who are humble will be lifted high. Haman who thought that he was the one whom the king wants to honour, advised the king to treat that person as a king and in the end he felt shameful and annoyed because it is not him who is lifted high, but it was Mordecai, whom he hates. And Mordecai who only did what was right without asking for anything and without he expected it, he was lifted up high just like a king.

From here we can see how the Lord works to take care of His people and did according to His Words to make low those who are proud and to lift up those who are humble. Therefore, we do not need to worry in this world. Challenges and oppressions will come, but if we are faithful to the Word of God, live in honesty, righteousness and with integrity, then at the right time the Lord Himself will lift us up for His glory. Therefore, let us not follow the footsteps of Haman who focuses on himself and wants to be honoured. But let us learn to be like Mordecai who did what was right without compromise and have humility and integrity.

Sunday, February 5, 2012

Berpuasa | Fasting

Indo:

Pembacaan Alkitab: Ester 3-4

Ketika bangsa Israel berada di dalam kesusahan besar, yakni bahwa mereka semua akan dibinasakan oleh karena titah yang keluar dari Haman dengan memakai nama raja, bangsa Israel berpuasa dan meratap. Dan ketika Esterdiminta untuk menghadap raja, Ester tahu bahwa jika tidak dipanggil oleh raja, maka kemungkinan besar, hukuman mati akan jatuh kepada Ester. Dan di saat susah dan di saat Ester memerlukan kuasa Tuhan untuk bekerja melakukan yang tidak mungkin, ia berpuasa tiga hari dan tiga malam dan ia pun meminta seluruh bangsa Israel juga berpuasa bersama-sama dengan dia. Berpuasa ini bukan hanya dilakukan oleh Ester, tetapi banyak kali ketika Israel membutuhkan kuasa tangan Tuhan bekerja, mereka berpuasa dan berdoa.

Dari sini kita dapat lihat bahwa puasa itu sangatlah penting untuk kita lakukan. Sebab dengan kita berpuasa, kita menekan kedagingan kita dan kita mendekat kepada Tuhan. Dengan kita tidak makan, kita memakai waktu itu untuk mencari Tuhan, berdoa kepada-Nya. Dan makin banyak waktu yang kita ganti, yakni untuk kebutuhan kita digantikan dengan waktu untuk mencari dan berdoa kepada Tuhan, maka kita juga akan semakin dekat dengan Tuhan. Terlebih lagi bila kita ingin melihat kuasa Tuhan yang besar terjadi di kehidupan, keluarga, gereja, kota dan negara kita, maka kita perlu untuk berpuasa dan berdoa dan dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu marilah kita belajar untuk berpuasa dan berdoa, agar kuasa Tuhan makin dinyatakan di bumi ini.


English:

Bible Reading: Esther 3-4

When the Israelites were in a pinch, that is that they all will be killed because of the law that was passed down by Haman in the name of the king, the Israelites fasted and wept. And when Esther was asked to meet the king, Esther knows that if she was not called to meet the king, then most probably Esther will be sentenced to death. And in this times of trouble and when Esther needs the power of the Lord to work to do the impossible, she fasted three days and three nights and she also asked the Israelites to also fasted with her together. Fasting was not only done by Esther, but many times when they need the power of the Lord to work in their midst, they fasted and prayed.

From here we can see how fasting is important for us to do. Because with fasting, we are suppressing our fleshly desires and we are drawing near to God. By not eating, we are using that time to seek the Lord and pray to Him. And the more time we exchange, that is our needs exchanged with the time to seek the Lord and pray, then we will become closer to the Lord. Moreover, if we want to see the power of God be done in our lives, families, church, cities and nations, then we need to fast and pray and be done together. Therefore let us learn to fast and pray so that the power of the Lord be revealed on this earth.

Saturday, February 4, 2012

Dari Manusia Vs Dari Tuhan | From Men Vs From God

Indo:

Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 5

Di dalam pasal ini kita dapat melihat bagaimana para rasul banyak melakukan mujijat ketika mereka taat kepada Tuhan untuk memberitakan Injil. Ada orang yang disembuhkan, ada juga yang dibebaskan dari rasukan setan dan bahkan penjarapun tidak dapat menahan mereka sebab malaikat Tuhan dikirimkan untuk membebaskan mereka dari penjara. Dari sini kita dapat melihat bahwa memang betul perkataan Tuhan bahwa tanda-tanda dan mujijat akan mengikuti mereka yang bersaksi dan memberitakan Injil bagi nama Tuhan Yesus. Tetapi bukan hanya itu saja, dari sidang yang dilakukan oleh orang Farisi dan apa yang dikatakan dan disetujui oleh mereka, bahwa jika memang dari Tuhan maka tidak akan dapat dilenyapkan, dan bila bukan dari Tuhan, tentu akan lenyap pada waktunya, itu adalah benar. Segala sesuatu yang bukan dari Tuhan tidak akan bertahan lama, tetapi segala sesuatu yang dari Tuhan pasti akan terus berlangsung.

Jadi yang manakah yang mau kita kejar di dalam kehidupan kita ini? Yang manakah yang ingin kita lakukan selama kita masih hidup di dunia ini? Apakah kita mengejar apa yang dari manusia, atau apa yang dari Tuhan? Apakah kita berjalan sesuai dengan keinginan kita sendiri ataukah kita mencari apa yang Tuhan inginkan dan ikuti? Biarlah kita belajar untuk berserah kepada Tuhan agar Ia yang memimpin kita masuk ke dalam rencana-Nya dan berjalan di dalam jalan-Nya. Banyak pilihan yang terpaparkan bagi kita di dunia ini, ada yang dari Tuhan, ada yang dari manusia. Untuk itu, biarlah kita meminta Roh Kudus untuk memimpin kita agar kita memilih jalan yang Tuihan inginkan dan bukan apay yang kita inginkan. Sebab bila dari Tuhan, maka tidak akan lenyap, tetapi bila dari manusia, maka itu hanyalah sementara dan akan kenyap.


English:


Bible Reading: Acts 5

In this chapter we can see how the apostles did many miracles when they obeyed the Lord to preach the Gospel. There are healing, deliverance and even jail could not hold them down because the angel of the Lord was sent to set them free from jail. From here we can see that the Word of God is true, that signs and wonders will follow those who testify and preach the Gospel for the name of the Lord Jesus. But it is not only that, from what was said and agreed upon when the apostles was in court, that if it is from the Lord then no one can overthrow it but if it is from men, then it will come to nothing, is true. Everything that is not from the Lord will not last long but everything that comes from the Lord will keep on going.

So which one will we chase after in this life? Which one do we want to do while we are still on this earth? Do we chase after what is from men or from God? DO we walk according to our own desires or do we seek what the Lord wants and follow it? Let us learn to surrender to the Lord so that He is leading us to enter His plans and to walk in His path. There are many options laid before us in this world, there are those which are from God and those which are from men. Therefore, let us ask the Holy Spirit to lead us so that we would choose the path the the Lord wants and not what we want. Because if it is from the Lord, it will not perish, but if it is from men, it will only be temporary and will come to nothing.

Friday, February 3, 2012

Kemuliaan Dari Ciptaan-Nya | Glory From His Creations

Indo:

Pembacaan Alkitab: Ester 1-2

Sebagai raja, Ahasyweros, bangga akan segala yang ia miliki dan ia ingin menunjukkan dan membagikan kebanggaannya itu kepada orang banyak. Raja memamerkan kekayaan, kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya. Dan ia juga ingin memamerkan sang ratu yang begitu elok rupanya. Bila kita menjadi raja Ahasyweros, dengan segala kekayaan,kemuliaan, keindahan dan kebesaran yang ia miliki, tentunya kitapun akan ingin memamerkan apa yang kita miliki karena kita sangatlah bangga. Terlebih lagi bila kita memiliki seorang pendamping yang sangat elok rupanya, sebab keelokan dan keindahan sang istri itulah kebanggaan sang suami.

Tuhan kita juga sama, Ia adalah Allah yang besar dan memiliki kekayaan, kemuliaan, keindahan dan kebesaran yang jauh melebihi apa yang raja Ahasyweros miliki. Tuhan memamerkan kepada manusia, segala ciptaaan-Nya, dari berbagai macam tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan, bunga-bunga, binatang yang di udara, di air dan di darat, dan banyak hal. Banyak sekali keindahan alam yang begitu indah, mulia yang dapat kita lihat dan itulah yang Tuhan pamerkan kepada kita setiap harinya. Bahkan sampai dengan matahari, bulan dan bintang serta segala planet, dan semesta alam yang sekarang dapat kita lihat melalui foto-foto satelit. Sungguh, bila kita lihat akan semuanya itu, Tuhan adalah Raja yang besar, layak dimuliakan dan ditinggikan. Tetapi bukan hanya itu saja, tetapi Tuhan juga ingin agar umat-Nya, yang adalah mempelai-Nya, juga dipamerkan oleh karena keelokannya sehingga semua orang dapat melihat dan mencontohinya. Oleh karena itu, marilah kita terus hidup di dalam Firman Tuhan sehingga kehidupan kita makin diubahkan dan menjadi lebih layak sebagai mempelai Tuhan. Biarlah kehidupan kita dapat menjadi saksi dan contoh bagi orang lain. Biarlah nama Tuhan dimuliakan melalui kehidupan kita seperti nama-Nya yang dimuliakan melalui keindahan ciptaan-Nya.


English:

Bible Reading: Esther 1-2

As a king, Ahasuerus, is proud of all the things that he has and he wants to show it and share his proud to everyone. The king showed the riches of his glorious kingdom and the splendor of his excellent majesty. And he also want to show his queen who was beautiful to behold. If we are king Ahasuerus, with all the riches of the kingdom and the splendor of his majesty, surely we too, will show what we have because we are so proud of it. Moreover if we have a partner who is beautiful to behold, because the beauty of a wife is the glory of the husband.

Our Lord is the same too, He is a God who is great and has many riches, glory, splendor and majesty beyond what king Ahasuerus had. The Lord showed to men, all his creations, from the different kinds of plants, trees, flowers, animals of the air, water and dry land and many other things. There are a lot of nature that is so beautiful and glorious that we can see and those are what the Lord is showing to us everyday. Even the sun, moon and stars along with all the planets and the universe which we can now see through satellite photos. Truly, if we look at allof it, the Lord is a great King, worthy to be praised, glorified and magnified. But not only that, the Lord also wants so that His people, who are His bride also be showed because of her beauty so that everyone may see and take example from her. Therefore, let us keep on living in the Word of God so that our lives may keep on being changed and be more suitable as the Lord's bride. Let our lives become a testimony and example for others. Let the name of the Lord be glorified through our lives as His name was glorifie3d through the beauty of His creations.

Thursday, February 2, 2012

Keputusan Kita | Our Decision

Indo:

Pembacaan Alkitab: Nehemia 13

Kita lihat bagaimana pertobatan Israel tidak tahan lama dan ketika Nehemia pergi dari hadapan mereka, mereka kembali berbuat jahat dan ketika Nehemia balik, ia menemukan mereka semu melanggar Firman Tuhan yang telah diperintahkan. Selama sejarah Israel dari pimpinan Musa sampai dengan pimpinan Nehemia ini, kita dapat melihat bahwa Israel hanyalah mengikuti pemimpin yang ada dan mereka hanyalah terbawa oleh emosi sesaat. Tetapi kehidupan, cara berpikir dan gaya hidup mereka tidak berubah.

Dan sangat disayangkan banyak juga dari orang percaya yang demikian, yakni hanya ikut-ikutan dan tidak ada perubahan secara pribadi di dalam kehidupannya. Sehingga ketika pemimpin yang mereka ikuti mulai salah langkah, atau ada yang lebih berpengaruh datang walaupun pengaruh yang buruk, maka mereka mulai mengikuti yang buruk itu. Oleh karena itu, marilah kita periksa iman dan keputusan hidup kita sebagai orang percaya. Apakah kita hanya mengikuti orang, keluarga, dan teman-teman kita? Ataukah kita benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat? Bila memang kita sungguh-sungguh dan bukan ikut-ikutan, biarlah kehidupan kita, cara kita berpikir dan gaya hidup kita diubahkan oleh Firman Tuhan dan oleh pimpinan Roh Kudus untuk memancarkan Kristus di dalam hidup kita.


English:

Bible Reading: Nehemiah 13

We see how the repentance of the Israelites did not last long and when Nehemiah went away from them, they went back to sin and when Nehemiah was back, he found that all of them had sinned against the Word of God. Along the history of Israel from the leadership of Moses until Nehemiah, we can see that the Israelites only follows the leader and they are only brought by their emotions at that time/ But their lives, their paradigm and lifestyle did not change.

And unfortunately there are many believers who are like that, that is only following others and there is no personal change in his/her life. Such that when their leader took a wrong step or when there is a leader with a stronger influence, though it is a bad influence, they will start to follow the bad influence. Therefore, let us check our faith and our decision in life as a believer. Do we only follow others, families and friends? Or do we really believe that the Lord Jesus Christ is the only Lord and Saviour? If we are serious and not only following others, let our lives, our paradigm, and lifestyle be changed by the Word of God and by the guidance of the Holy Spirit to reflect Christ in our lives.

Wednesday, February 1, 2012

Jangan Takut Untuk Bersaksi | Do Not Be Afraid To Testify

Indo:

Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 4

Banyak dari kita mungkin merasa takut bila kita memberitakan Firman Tuhan atau bersaksi dan bahkan bila kita diminta untuk berdoa akan mujijat terjadi bagi mereka yang memerlukan. Mungkin karena kita takut ditolak, diejek, atau karena kita takut akan bagaimana bila setelah kita berdoa, mujijat tidak terjadi. Tetapi melalui kejadian yang terjadi atas Petrus dan Yohanes, kita dapat belajar sesuatu dari mereka. Walaupun mereka ditangkap, disidang dan diancam, mereka tidak berhenti untuk memberitakan Firman Tuhan. Mereka tahu bahwa Roh Kuduslah yang akan memberikan kepada mereka kekuatan, keberanian dan juga kuasa seperti yang Tuhan Yesus janjikan. Dan bila kita perhatikan, oleh karena Roh Kuduslah Petrus dan Yohanes dapat berkata-kata ketika mereka disidang dan melalui Roh Kuduslah mereka mendapatkan keberanian kembali untuk memberitakan Injil Kristus.

Inilah yang dapat kita pelajari dari para rasul, yakni untuk hidup bergantung kepada Roh Kudus dan untuk percaya penuh kepada Firman-Nya. Sebab Tuhan menjanjikan Roh Kudus yang akan memberikan kuasa untuk bersaksi dan Tuhan juga yang berkata bahwa kuasa dan tanda-tanda mujijat akan mengikuti kita. Jadi, marilah kita jangan takut untuk memberitakan Injil, tetapi biarlah kita meminta hikmat, keberanian dari Roh Kudus. Sebab Roh Kudus yang akan memimpin, memberi kuasa dan menaruh perkataan di mulut kita, bila kita dengan sungguh-sungguh percaya dan melakukan Firman Tuhan untuk bersaksi bagi Tuhan.


English:

Bible Reading: Acts 4

Many of us maybe are afraid if we have to share the Gospel or testify and even if we are asked to pray so that miracle will happen for those who needs it. Maybe because we are afraid of being rejected, mocked or maybe we are afraid that after we pray there is no miracle. But through the incident that happened to Peter and John, we can learn something from them. Even though they were captured, trialed in court and was threatened, they did not stop to share the Gospel. They know that the Holy Spirit is the one who will give to them strength, courage and power just like the Lord Jesus promised. And of we take notice, because of the Holy Spirit, Peter and John are able to say what they said in court and through Holy Spirit, they gained courage to share and testify about the Gospel.

This is what we can learn from the apostles, that is to live reliant on the Holy Spirit and to believe fully in the Word of God. Because the Lord promised that the Holy Spirit will give power to testify and the Lord said that power, signs and miracles will follow us. So, let us not be afraid to share the Gospel, but let us ask for wisdom, courage from the Holy Spirit. Because the Holy Spirit will lead, give power and put words in our mouth, if we truly believe and do the Word of God to testify for the Lord.