Wednesday, May 23, 2012

Ajaran Paulus | Paul's Teaching

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 12

Paulus banyak sekali memberikan pengajaran dan nasihat kepada jemaat di Roma. Tetapi ajaran-ajaran itu tidak hanya untuk mereka, tetapi untuk kita juga sebagai umat Tuhan Yesus Kristus. Banyak nasihat, teguran, kata-kata yang membangung yang kita butuhkan di dalam hidup kita dapat ditemukan dalam perkataan Paulus. Ia mengajari kita agar kita hidup di dalam kasih, tidak pura-pura, menjauhkan yang jahat, saliing mendahului memberi hormat, jangan kendor dalam kerajinan kita, terus menyala-nyala dalam melayani Tuhan, bersukacita, bersabar dan banyak lagi. Mari kita fokus kepada salah satu dari ajaran Paulus ini. Satu hal yang sering kita lupa adalah bahwa kita perlu untuk saling mendahului memberi hormat. Ini tidak hanya berlaku dalam memberi salam, tetapi dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan yang Paulus ajarkan, seperti mengasihi, jauhkan yang jahat, terus rajin, saling mengasihi, kita perlu untuk memiliki sikap yang mendahului, bukan saling menunggu. Sebab bila kita saling menunggu, maka tidak akan ada yang melakukan apa yang Firman Tuhan ajarkan, sebab saling menunggu untuk ada yang memulai dahulu. Tetapi bila kita saling mendahului, maka semua orang akan melakukan Firman Tuhan tanpa saling menunggu dan kitapun menjadi teladan bagi saudara-saudara kita seiman. Oleh sebab itu biarlah kita saling mendahului dan jangan saling menunggu dalam melakukan Firman Tuhan. Dan biarlah kita pelajari sendiri, aplikasikan dan praktekkan ajaran dan nasihat Paulus dalam pasal ini, agar hidup kita berubah, pikiran kita diperbaharui.


English

Bible Reading: Romans 12

Paul gave many teachings and advices to the congregation in Rome. But these teachings are not only for them, but it is also for us the people of the Lord Jesus Christ. There are many advices, rebukes, encouragements that we need in life that we can find in Paul's words. He taught us to live in love, not to fake it, stay away from evil, to honor another above ourselves, not to be lacking in zeal, but keep serving the Lord, joyful, patience and many more. Let us focus now on one of these teachings. One thing that we tend to forget is that we need to honor one another above ourselves. This does not just applies in greeting or honoring one another, but in all that we do and what Paul teaches, such as love, keeping away from evil, not lacking in zeal, loving one another, we need to put others above ourselves, meaning that we do this for them first and not wait for each other to do it. FOr if we wait on each other, then no one will do what the Word of God teaches, because if we keep on waiting on each other, no one will want to start first. But if we put others above ourselves that we do this for them first, then everyone will do the Word of God without waiting on eac other and we will also become an example for our brethren. Threfore, let us put others above ourselves in that we do the Word of God for them first and do not wait on each other. And let us also learn ourselves, apply and practise the teachings and advices from Paul in this chapter so that our lives be changed and our minds renewed.

Tuesday, May 22, 2012

Mempraktekkan Iman | Practising Faith

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 88

Mazmur ini sepertinya diungkapkan oleh seseorang yang sakit parah, sehingga ia berkata bahwa ia dekat dengan liang kubur. Dalam mazmur ini kita dapat melihat bahwa ia memulai dengan sebuah pernyataan kepada Tuhan, bahwa Tuhanlah Allah yang menyelamatkan. Ia juga berseru-seru kepada Tuhan siang dan malam setiap harinya untuk Tuhan menolong. Inilah iman yang perlu kita contoh. Walaupun kesembuhan atau pemulihan belum terjadi, ia tetap akui dan nyatakan bahwa Tuhanlah Allah yang menyelamatkan dan ia tidak berhenti untuk meminta kepada Tuhan. Iman yang Tuhan berikan kepada kita melalui Firman-Nya perlu kita pratekkan dengan cara yang sama. Walaupun kita belum melihat kesembuhan, pemulihan, pertolongan atau turut campur Tuhan di kehidupan kita, tetapi kita tahu, akui dan beriman bahwa Tuhanlah penyelamat, penolong, penyembuh dan yang memulihkan kita. Dan tentunya kita tidak tinggal diam saja, tetapi kita terus berseru-seru kepada Tuhan siang dan malam dan lakukan bagian kita yang perlu kita lakukan. Oleh sebab itu, biarlah kita terus beriman kepada Tuhan dan praktekkan iman itu.


English

Bible Reading: Psalm 88

This psalm seems to be sung by someone who is at his deathbed or very sick, that he says that he is near death. In this psalm we can see that he started with a declaration to the Lord, that the Lord is the God who saves. He also cries out to the Lord day and night daily for the Lord to help. This is the kind of faith that we need to follow. Even though healing or restoration may not happen yet, he still confess and declare that the Lord is the God who saves and he did not stop to ask from the Lord. The faith that the Lord gave to us through His Words need to be practiced in the same way. Even though we have not yet seen healing, restoration, help or intervention of the Lord in our lives, but we know, confess and have faith that the Lord is our saviour, helper, healer, and one who restores us. And of course we do not just stay still, but we keep on crying out to the Lord day and night and do our part that we need to do. Therefore, let us keep on having faith to the Lord and practise that faith.

Monday, May 21, 2012

Tuhan Adalah Guru | The Lord Is A Teacher

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 86-87

Tuhan adalah Allah yang luar biasa. Ia Allah yang bekerja dengan cara yang misterius, Tuhan yang membela umat-Nya, Tuhan yang menjaga dan mengasihi anak-anak-Nya. Tidak ada allah yang seperti Tuhan yang begitu mengasihi dan melindungi kita dan yang melakukan hal-hal yang ajaib. Bila kita mengakui akan hal ini dan bahkan pernah mengalaminya secara pribadi, tidakkah kita memiliki kerinduan untuk mau berjalan di jalan-Nya? Mari kita ambil contoh dari dunia yang kita hidupi ini. Bila kita tahu ada orang seperti Robert Kiyosaki yang mengalami kesuksesan dan mengajarkan orang-orang untuk juga sukses, bukankah kita akan membayar untuk mendengarkan dan belajar dari dia? Begitu juga seharusnya sikap kita terhadap Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Tuhan yang mengenal segalanya, kehidupan, kesuksesan, jalan yang benar dan sebagainya. Dan Ia ingin mengajarkannya kepada kita, asalkan kita mau untuk belajar dari Tuhan. Maka dari itu, biarlah kita naikkan mazmur ini sebagai doa, yakni bahwa kita ingin Tuhan mengajar kita jalan-jalan-Nya, untuk kita berjalan di dalam kebenaran-Nya dan untuk hati memiliki rasa takut akan nama Tuhan. Biarlah Tuhan menjadi Pemimpin dan Guru kita dalam menjalani hidup ini.


English

Bible Reading: Psalm 86-87

The Lord is an amazing God. He is a God who works in mysterious ways. He defends His people, He protects and loves His children. There is no other gods like the Lord who loves and protects us so much and who does wondrous works. If we admit this and has even experienced it personally, would we not have the desire to want to walk in His paths? Let us take an example from the world we live in. If we know that there is a person like Robert Kiyosaki who experienced success and teaches it to others so that they may be successful too, would we not pay to listen and to learn from him? We should have the same attitude towards the Lord Jesus Christ. He is the Lord who knows all things, life, success, the right path and etc. And He wants to teach it to us, as long as we want to learn from the Lord. Therefore, let us lift up this psalm as our prayer, that is, we want the Lord to teach us His ways, so that we will walk in His truths and to have a heart that fear His name. Let the Lord be our Leader and Teacher in this life.

Sunday, May 20, 2012

Tuhan Telah Siap | The Lord is Ready

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 85

Bila kita melihat kepada sejarah Israel, ada beberapa kali di mana kita melihat bahwa bangsa Israel membangkitkan amarah Tuhan karena mereka berdosa di hadapan Tuhan. Tetapi kita tahu dari sejarah dan mazmur ini bahwa Tuhan tetap menyayangi umat-Nya, mengampuni dan dan menutupi segala dosa mereka. Tuhan juga tetap ingin memulihkan umat-Nya. Hanya saja, kita, sebagai umat-Nya, perlu untuk benar-benar bertobat dan mencari Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh. Kita perlu untuk ingin mendengarkan apa yang Tuhan firmankan, sebab Tuhan berfirman akan hal-hal yang baik, akan damai sehingga kita tidak kembali lagi kepada dosa. Jadi, jika kita ingin melihat pemulihan dari pada Tuhan, harus dimulai dari hati yang sungguh-sungguh bertobat dan ketaatan untuk mendengarkan Firman Tuhan. Sebab Tuhan telah siap untuk memulihkan dan memberkati, hanya saja, kita juga perlu untuk siap menerimanya. Jadi, persiapkanlah hati dan hidup kita untuk Tuhan datang, pulihkan  dan pimpin.


English

Bible Reading: Psalm 85

If we see the history of Israel, there are times where we see that Israel enraged the Lord because they sinned before the Lord. But we know from the history and from this psalm that the Lord still loves His people, forgives them and covered all their sins. The Lord also still wants to restore His people. It's only that we, as His people, need to really repent and seek the Lord with an earnest heart. We need to want to listen to what He wants to say, for the Lord speaks of the good things and of peace so that we won't go back to sins again. So if we want to see restoration from the Lord, it has to start from an earnest heart that really repents and obedient to listen to the Word of God. For the Lord is ready to restore and to bless, but we also need to be ready to receive it. So, prepare our hearts and lives for the Lord to come, restore and lead.

Saturday, May 19, 2012

Pelataran Tuhan | The Lord's Tabernacle

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 84

Mazmur ini mengungkapkan kerinduan hati yang rindu untuk bersama dengan Tuhan senantiasa. Ia menggambarkan bahwa bahkan burung-burungpun mendapatkan rumah di pelataran Tuhan dan rumah kita juga ada di pelataran Tuhan. Bagaimana dengan kerinduan hati kita? Adakah kita memiliki kerinduan yang sama untuk benar-benar berada di pelataran Tuhan, bersama-sama dengan Tuhan? Seperti bila kita pergi merantau ke kota lain atau bahkan ke negara lain, kita pasti merasakan rasa rindu untuk pulang ke rumah, di mana kita mendapatkan kasih yang selalu ada, kenyamanan, perlindungan dan sebagainya, begitu juga seharusnya kita merindukan pelataran Tuhan, untuk tinggal bersama dengan Tuhan. Bila bani Korah dapat mengungkapkan kerinduan mereka akan tinggal bersama-sama dengan Tuhan, apakah kita juga memiliki kerinduan yang sama? Biarlah kita lihat kehidupan kita dan biarlah kita benar-benar merindukan pelataran Tuhan. Bila kita belum ada kerinduan itu, biarlah kita terus mencari Tuhan, meminta agar kita mengalami Tuhan secara pribadi, sehingga kita dapat memiliki kerinduan bersama dengan Tuhan. Sebab Tuhanpun rindu untuk tinggal bersama dengan kita. Biarlah agar kita dapat berkata kepada Tuhan setiap harinya: "Lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain".


English

Bible Reading: Psalm 84

This psalm expresses a heart desire that longs to be with the Lord always. He pictured that even birds has a home in the tabernacle of the Lord and our house is also in the Lord's house. How about our heart desires? Do we have the same desire that longs to be in the tabernacle of the Lord, being with the Lord? Just as if we go across the city or even countries, we will feel homesick to want to go home where we will receive continual love, comfort, protection and etc, that is how we should long for the house of the Lord., to live with Him. If the sons of Korah can express their desire to live with the Lord, do we also have that desire? Let us look at our lives and let us really desire His tabernacle. If we do not yet have that desire, let us keep on seeking the Lord, asking the Lord so that we would experience more of Him personally so that we would have that desire to be with the Lord. Because the Lord also longs to dwell amongst us. Let it be that in the end we can say to the Lord daily: "Better is one day in Your court, than a thousand elsewhere."

Friday, May 18, 2012

Memuliakan Tuhan | Glorifying God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 83

Banyak dari bangsa-bangsa yang menyerang Israel karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka lebih kuat, lebih berkuasa daripada Tuhan yang memipin Israel dan juga karena mereka ingin menduduki kediaman-kediaman Allah. Sama seperti apa yang terjadi dengan kejadian menara Babel di jaman dahulu, manusia ingin mencoba untuk membuat menara yang tinggi yang sampai ke langit. Akar dari semua itu adalah kesombongan dan sikap yang menganggap diri sendiri jauh lebh kuat dari apapun. Marilah ktia periksa hati dan sikap kita. Adakah kita bersikap seperti contoh-contoh di atas? Adakah kita sombong sehingga kita merasa kita dapat melakukan segalanya tanpa Tuhan dan bahkan melebihi Tuhan? Adakah kita merasa bahwa ada hal-hal yang Tuhan tidak dapat lakukan tetapi kita dapat? Ada banyak hal yang menyangkut kesombongan dan biarlah kita periksa dan buang semua kesombongan yang ada di dalam hidup kita. Baik itu karena dosa keturunan, baik itu karena lingkungan, pergaulan atau apapun, biarlah kita selalu rendah hati dan hanya bersandar kepada Tuhan. Sebab siapakah kita, kecuali ciptaan Tuhan yang terbuat dari tanah dan debu? Maka dari itu, muliakan Tuhan dalam hidup kita dan bukan diri kita sendiri.


English

Bible Reading: Psalm 83

Many nations attacked Israelites because they wanted to show that they are stronger, more powerful than the Lord who leads the Israelites and also because they want to possess God's place. The same thing happened during the tower of Babel, men wanted to make a tall tower to the sky. The root of all this are proudfulness and attitude that think of ourselves far stronger than anything. Let us check our hearts and attitudes. Do we act as the examples above? Are we so proud that we feel that we can do everything without God and even more than what God can do? Do we feel that there are things that the Lord cannot do, but we can? There are many things that entrails proudfulness, and let us check and throw away all of it. Whether it comes from the sins of our ancestors, circumstances, community or anything, let us always be hiumble and only rely on the Lord. For who are we, except the Lord's creation, made from dust? Therefore, glorify the Lord in our lives and not ourselves.

Thursday, May 17, 2012

Mendengarkan Tuhan | Listening To God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 81-82

Tuhan rindu agar kita benar-benar mendengar akan suara-Nya dan Firman-Nya. Seringkali kita hanya sekedar memberikan telinga, tetapi kita tidak benar-benar mendengar dengan seksama. Sama seperti bila kita hanya sekedar memberikan telinga kepada teman memang kita tidak begitu dekat, kita hanya sekedar mendengarkan untuk berlaku sopan, padahal kita tidak benar-benar meresapi apa yang ia katakan. Sangat disayangkan, tetapi banyak dari kita berlaku demikian kepada Tuhan, kita mendengarkan Tuhan hanya sekedar berlaku sopan dan bukan karena kita benar-benar ingin tahu. Hal ini dapat dikarenakan oleh pikiran kita yang terlalu penuh akan hal-hal lain, atau juga karena ktia tidak benar-benar mengasihi Tuhan. Yang manapun situasi kita, biarlah kita bertobat dan benar-benar mendengarkan Tuhan, suara dan Firman-Nya scara keseluruhan. Luangkan waktu bersama dengan Tuhan dan bukan hanya berikan Dia waktu sisa. Biarlah ktia benar-benar membuka lebar telinga kita , mendengarkan dengan seksama apa yang Tuhan katakan, sehingga itu dapat mengubah hidup kita, dan bukan sekedar lewat saja. Maka itu, dengarkanlah Tuhan!


English

Bible Reading: Psalm 81-82

The ord longs for us to really listen of His voice and Words. Many times we only gave ear to hear, but we do not really listen with attention. The same as when we only gave ear to hear a friend whom we are not close with, we are only hearing him/her so not to be rude, while we really do not absorb what he/she said. Unfortunately, many of us ackt he same way to the Lord, we hear the Lord so not to be rude to Him and not really because we want to know. This can be cause by our minds which are full of other things or because we do not really love the Lord. Which ever it is that applies to us, let us repent and really listen to the Lord, His voice and Words as a whole. Spend time with the Lord and not only what ever time we have left. Let us really open our ears widely, listening wtih attention to what the Lord said, so that it will change our lives and not only just passing through. Therefore, listen to God!