Wednesday, May 16, 2012

Tuhan Tidak Meninggalkan | The Lord Will Never Leave US

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 11

Tuhan tidak pernah meninggalkan Israel seperti janji-Nya. Ia tidak pernah menyerah akan keselamatan Israel, tetapi Tuhan justru tetap memikirkan Israel agar mereka dapat selamat. Jika terhadap bangsa Israel yang begitu bebalnya, Tuhan masih terus menginginkan agar mereka selamat, hal yang sama juga Tuhan inginkan dari kita, agar kita juga dapat selamat dan bersama-sama dengan Dia. Tidak perduli seberapa jauh kita telah lari dari Tuhan, atau seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan, di dalam Tuhan ada pengampunan asalkan kita sungguh-sungguh bertobat (1Yohanes 1:9). Sebab bukan karena pekerjaan kita, kita dapat selamat, tetapi karena kasih anugrah Tuhan terhadap kita. Oleh karena itu, janganlah ktia tertipu oleh Iblis yang membuat kita berpikir bahwa Tuhan pasti tidak akan dapat menerima kita lagi karena apa yang telah kita lakukan. Tetapi ketahuilah bahwa di dalam Tuhan ada kasih karunia dan darah-Nya telah tercurah untuk membasuh dan menyucikan kita dari dosa. Maka dari itu, biarlah kita sungguh-sungguh bertobat, terima kasih karunia-Nya dan jangan kembali lagi kepada dosa yang sama. Ingatlah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan kasih anugrah-Nya selalu cukup untuk kita.


English

Bible Reading: Romans 11

The Lord never leaves Israel just like He promised. He never gave up on Israel's salvation, but the Lord kept on thinking about Israel so that they would be saved too. If the Lord keeps on wanting the Israelites to be saved although they were so stubborn and stiff-necked, the Lord also wants the same thing for us, that is for us to be saved and be with Him.  It does not matter how far we have run from Him, or how many sins we have done, in the Lord there is forgiveness as long as we really repent (1John 1:9).FOr it is not because of our works that we are saved, but it is because of the grace of God towards us. Therefore, do not be deceived by the devil who always makes us think that the Lord will not accept us anymore because of what we have done. But know for sure that in the Lord there is grace and His blood has been poured out to cleanse and sanctify us from sin. Therefore, let us really repent, receive His grace and do not go back to the same sin. Remember, the Lord never leaves us and iIs grace is always enough for us.

Tuesday, May 15, 2012

Kebangkitan Rohani | Spiritual Revival

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 79-80

Melalui doa-doa Asaf, kita dapat melihat betapa rindunya dia untuk melihat bangsa Israel pulih kembali di hadapan Tuhan. Bangsa Israel telah murtad dan tidak mengikuti jalan Tuhan dan hanya beberapa orang yang sadar akan hal itu dan meminta akan pertolongan Tuhan dan akan turut campur Tuhan untuk memulihkan, membangkitkan bangsa Israel. Walaupun tidak semua orang Israel sadar akan keadaan mereka yang hancur di hadapan Tuhan, yang jauh dari Tuhan, tetapi bagi mereka yang menyadarinya, mereka berdoa dan berseru-seru kepada Tuhan, meminta pertolongan dan pemulihan. Hal yang sama juga perlu kita lakukan di dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Kita tidak hidup untuk diri kita sendiri lagi, tetapi kita hidup untuk Kristus dan karena Kristus hidup untuk keselamatan bangsa-bangsa, maka kita juga perlu perduli akan keselamatan bangsa-bangsa. Jadi, bila ada di antara kita, dari keuarga, teman-teman, ataupun lingkungan gereja kita yang memerlukan kebangkitan dan pemulihan rohani, biarlah kita yang menyadarinya berkumpul dan berdoa syafaat bersama-sama untuk Tuhan bekerja dan memulihkan umat-Nya. Janganlah kita hanya sekedar tahu dan membiarkannya begitu saja, tetapi bila kita sadar, maka Tuhan juga ingin agar ada yang mendoakan mereka, sebab bila kita tidak meminta, maka kita tidak akan mendapatkan. Oleh sebab itu, marilah kita berdoa bagi bangsa-bangsa dan lingkungan kita yang membutuhkan kebangkitan dan pemulihan rohani.


English

Bible Reading: Psalm 79-80

Through the prayers of Asaph, we can see how he longs to see the Israelites be restored before the Lord. Israelites has gone astray and no longer following the path of the Lord and only a few people who realise this truth and ask of the Lord's help and His intervention to restore and revive the Israelites. Even though not all of them realise of their broken condition before the Lord, who are far from the Lord, but for them who realises it, they prayed and cried out to the Lord for help and restoration. The same thing we need to do in our lives as God's children. We no longer live for ourselves but we live for Christ and because Christ lives for the salvation of nations, then we need to care about the salvation of nations too. So, if there is any amongst us, from our family, friends of church community that needs spiritual revival and restoration, let us who realises it gather and intercedes together for the Lord to work and restore His people. Do not just know and let it be, but if we realise, then the Lord also wants us to pray for them, for if we do not ask, we do not receive. Therefore, let us pray for nations and our communities who needs spiritual revival and restoration.

Monday, May 14, 2012

Membagikan Tentang Tuhan Yesus Kristus | Sharing About The Lord Jesus Christ

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 10

Paulus mengajarkan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus melalui iman, mulut dan hati kita. Yakni dengan mulut kita mengakui dan dengan hati kita percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan bahwa Is telah bangkit dari orang mati. Paulus juga mengajarkan bahwa untuk orang dapat berseru akan nama Tuhan Yesus Kristus, mereka perlu percaya dahulu. Dan untuk orang dapat percaya, mereka perlu mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus. Dan bagaimana orang dapat mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus bila tidak ada orang yang memberitakannya. Dan pula bagaimana orang dapat memberitakan bila tidak ada yang diutus. Paulus mengajarkan dengan jelas bahwa kita perlu untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus Kristus, tentang kematian-Nya, kebangkitan-Nya dan keselamatan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita tidak perlu untuk menunggu diututs oleh gereja atau pemimpin kita, sebab Tuhan Yesus sendiri telah mengutus kita di dalam Matius 28:19-20 yang menuliskan bahwa Tuhan mengutus kita untuk jadikan seluruh bangsa murid Tuhan dan membaptis mereka di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Oleh sebab itu, biarlah kita lakukan bagian kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus Kristus kepada bangsa-bangsa, di mulai dari orang-orang yang ada di sekitar kita.


English

Bible Reading: Romans 10

Paul teaches that salvation can only be found in the Lord Jesus Christ through faith, our mouths and hearts. That is with our mouths we confess and with our hearts we believe that the Lord Jesus Christ is Lord and that He has risen from the dead. Paul also teaches that for one to call on the name of the Lord Jesus Christ, they need to believe first. And for them to believe, they need to hear about the Lord Jesus Christ. And how can they hear about the Lord Jesus Christ if no one tells them. and How do we tell if no one is sent. Paul clearly teaches that we need to share about the Lord Jesus Christ, about His death, His resurrection and salvation that is in the Lord Jesus Christ. We do not need to wait to be sent by the church or by our leader, because the Lord Jesus Christ Himself has sent us in Matthew 28:19-20 which said that the Lord sent us to make disciples of all nations and to baptise them in the name of the Father, Son and the Holy Spirit. Therefore, let us do our part in sharing about the Lord Jesus Christ to the nations starting from those around us.

Sunday, May 13, 2012

Kepuasan Manusia | Men's Satisfaction

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 77-78

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka telah melihat kuasa tangan Tuhan yang menyelamatkan mereka dari musuh yang mengejar mereka. Tetapi mereka masih saja tidak percaya kepada Tuhan dan bahkan menuntut daripada Tuhan hal-hal yang memuaskan daging dan nafsu mereka, seperti meminta air, lalu roti dan bahkan daging. Tuhan memberikan semuanya itu kepada mereka, air, roti dari surga dan juga daging-daging burung yang didatangkan melalui angin-angin. Walaupun demikian, mereka masih juga tidak puas. Pernahkah kita berlaku seperti Israel yang selalu hanya meminta akan hal-hal yang memuaskan nafsu mereka dan bukan apa yang mereka benar-benar butuhkan? Tidak ada salahnya bagi ktia untuk meminta kepada Tuhan, tetapi terlalu sering yang kita minta hanyalah untuk kepuasan hawa nafsu kita. Dan pada akhirnya kita tidak akan puas dan akan terus meminta dan meminta untuk hawa nafsu kita. Oleh sebab itu, biarlah kita belajar untuk tidak mengikuti hawa nafsu, tetapi biarlah kita percaya penuh kepada Tuhan bahwa Ia dapat dan akan memenuhi kebutuhan kita dan akan memenuhinya dengan melimpah. Sebab bila Ia dapat membelah laut, menurunkan roti dari surga, memimpin dengan tiang api dan tiang awan, beserta melakukan apa yang telah Ia lakukan, masakan Ia tidak akan memenuhi kebutuhan umat-Nya yang mengasihi-Nya dengan melimpah? Maka dari itu, biarlah kita ikuti Tuhan dan bukan hawa nafsu kita, sebab Tuhan akan dapat memuaskan kita.


English

Bible Reading: Psalm 77-78

When the Israelites went out of Egypt, they saw the power of the hands of God who saved them from the enemies who were after them. But they still did not believe in the Lord and even demanded from the Lord of things which satisfies their desires of the flesh, such as water, bread and even meat. The Lord gave them all of that to them, water, bread from heaven and bird meat which He gave through the wind. Even so, they still was not satisfied. Have we ever act like the Israelites who only asks of the things that satisfies their fleshly desires and not really what they needed? It is not wrong to ask from the Lord, but too often we only asks for things which satisfies our fleshly desires. And in the end, we was not satisfied and will keep on asking for our fleshly desires. Therefore, let us learn to not follow our fleshly desires, but let us believe fully in the Lord that He is able to fulfill our needs and will fulfill it in abundance. For, if He is able to split the sea, gave bread from heaven, leads with pillar of fire and cloud and doing what He did, would He not fulfill the needs of His people who loves Him in abundance? Therefore, let us follow the Lord and not our fleshly desires, for only the Lord is able to satisfies us.

Thursday, May 10, 2012

Anak-Anak Perjanjian | Children Of The Promise

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 9

Paulus berkata bahwa tidak semua orang dari Israel adalah orang Israel dan tidak semua orang yagn terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham. Sebab yang menentukan bukanlah keturunan darah dan daging, tetapi anak-anak perjanjian. Sebab walaupun orang Israel adalah bangsa yang terpilih untuk di mana Tuhan Yesus Kristus dilahirkan dan keselamatan dimulai, tetapi tidak semua orang Israel percaya  dan menerima janji itu. Dan kita yang bukan orang Israel secara darah dan daging, kita mendapatkan bagian sebagai anak-anak Abraham karena kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita juga banyak melihat bagaimana orang Israel menolak Tuhan Yesus Kristus, tetapi biarlah kita tidak demikian. Biarlah kita belajar untuk tidak tegar tengkuk kepada Tuhan seperti orang Israel, tetapi biarlah kita sadar bahwa kita masing-masing dipanggil oleh Tuhan dan dibentuk untuk suatu tujuan, sama seperti tukang periuk membuat sebuah bejana dari sebongkah tanah liat. Bila kita percaya bahwa kita adalah anak-anak Abraham melalui perjanjian, biarlah kita juga percaya bahwa Tuhan memanggil dan membentuk kita untuk suatu tujuan, dan oleh karena itu, biarlah kita taat kepada pimpinan Tuhan dan hidup di dalam perjanjian Tuhan.


English

Bible Reading: Romans 9

Paul said that not all from Israel are Israelites and not all who are counted as Abraham's descendants are Abraham's children. For what determines it is not by blood and flesh, but children of the promise. Because, even though Israel are a chosen nation for the Lord Jesus Christ to be born and where salvation initiates, but not all the people in Israel believes and receives that promise. And us, who are not Israelites by blood and flesh, we received a portion as Abraham's children because we believed in the Lord Jesus Christ. We also have seen how the Israelites rejected the Lord Jesus Christ, but let us not do the same. Let us learn to not be stubborn towards the Lord like the Israelites did, but let us realise that each one of us are called and shaped by the Lord for a purpose, the same as a potter who made a vessel from a lump of clay. If we believe that we are Abraham's children through the promise, let us also believe that the Lord called us and shapes us for a purpose, and therefore, let us obey to the leadership of the Lord and live in His promise.

Wednesday, May 9, 2012

Hanya Tuhan | Only God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 72-73

Dalam Mazmur Asaf, ia berkata bahwa tiada yang lain yang ada di sorga selain daripada Tuhan. Tidak ada yang diingini di bumi selain daripada Tuhan, bahkan sampai daging dan hati kita lenyap, gunung batu dan bagiannya tetap Tuhan selama-lamanya. Mazmur Asaf ini dijadikan lagu dan banyak dinyanyikan oleh kita. Tetapi apakah kita benar-benar menghidupi kata-kata ini ketika kita menyanyikannya? Asaf mendapatkan kesimpulan ini setelah ia melihat bagaimana di dunia ini banyak orang yang tidak mengenal Tuhan dan tidak hidup di dalam kebenaran Tuhan, tetapi sepertinya mereka hidup leibh enak di banding kita yang hidup di dalam Tuhan. Tetapi Asaf mendapatkan jawaban atas pergumulannya dan inilah kesimpulannya. Dan lebih dari itu, Asaf juga berkata bahwa siapa yang jauh dari Tuhan akan binasa dan ia suka dekat dengan Tuhan, menaruh tempat perlindungan pada Tuhan agar ia dapat menceritakannya. Kita juga dapat belajar dari kesimpulan Asaf ini. Walaupun banyak hal yang sepertinya lebih baik bila tidak hidup di dalam Tuhan, tetapi sebenarnya itu semua menuju kebinasaan dan karena Asaf tahu akan hal itu, ia ingin lebih dekat lagi dengan Tuhan dan bahkan ingin menceritakannya kepada orang-orang agar merekapun sadar bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan. Jadi, biarlah kita juga sadar bahwa keselamatan hanya di dalam Tuhan, bahwa di sorga dan di bumi hanya ada Tuhan yang layak di sembah dan agar kita benar-benar mengingini Tuhan lebih dari segalanya dan membagikan kebenaran ini kepada orang-orang di sekitar kita.


English

Bible Reading: Psalm 72-73

In the psalm of Asaph, he said that there is none in heaven beside the Lord. There is none that he desire on earth beside the Lord, even though the heart and flesh is gone, the Lord is the strength of his heart and his portion forever. This psalm of Asaph has been made to a song that is sung by us. But do we really live these words when we sings it? Asaph had this conclusion when he saw how in the world there are a lot of people who does not know the Lord and do not live in the truth of the Lord, but seems as if they live a better life compared to us who lives in the Lord. But Asaph got the answer over his struggles and this is the conclusion. And more over, Asaph also said that those who are far from the Lord will perish and he loves to be close to the Lord, putting his trust in the Lord so that he may share it. We too can learn from this conclusion. even though it seems as if life is better without the Lord, but in fact that is heading towards destruction and because Asaph knows this he wants to be closer to the Lord and even want to share it around to others so that they may realise that salvation is only in the Lord. So, let us also realise that salvation is only in the Lord, that in heaven or on earth there is only God who is worthy to be worshiped and so that we really wants the Lord more than anything else and share this truth to others around us.

Tuesday, May 8, 2012

Meminta Pertolongan Tuhan | Asking The Help From God

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 70-71

Kita banyak sekali melihat doa-doa Daud meminta tolong, perlindungan dan kekuatan kepada Tuhan. Di saat dia dalam peperangan, di masa mudanya, masa tuanya, semuanya menunjukkan bahwa Daud benar-benar berserah kepada Tuhan dan bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan. Seberapa sering di dalam kehidupan kita, di mana kita berkata bahwa kita bisa tanpa berpikir lebih dahulu atau karena kita merasa bisa, dan berapa sering kita meminta kekuatan kepada Tuhan untuk memimpin agar kita bisa? Terutama di dalam hal yang memang kita telah diberikan talenta, lebih mudah untuk kita langsung berkata bahwa kita bisa, dan tidak meminta kekuatan dan pimpinan Tuhan. Marilah kita belajar seperti Daud yang selalu meminta kekuatan dan pertolongan dari Tuhan, sehingga Tuhanlah yang menjadi pemegang kontrol hidup kita.


English

Bible Reading: Psalm 70-71

We have seen a lot of David's prayers that ask of help, protection and strength from the Lord. When he was a war, during his youth, in his old age, all of that shows that David really surrendered to the Lord and that his life in in the Lord's hands. How often in our lives do we say that we can  without even thinking of it first or because we feel that we can, and how often do we ask the Lord's for strengths to lead so that we can? Especially in things where the Lord has given us the talents, it is easier for us to say that we can and do not ask for strengths and guidance of the Lord. Let us learn from David who always ask for strengths and help from the Lord, so that the Lord is the one who controls our lives.