Monday, May 7, 2012

Kasih Tuhan | Love Of God

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 8

Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan Yesus Kristus. Paulus dengan jelas mengatakan bahwa penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang, mau, hidup, malaikat, pemerintah, yang ada sekarang, yang akan datang, atas kuasa-kuasa yang ada di atas atau dibawah ataupun sesuatu mahkluk lain, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Sebab Tuhan dan kasih-Nya tinggal di dalam kita melalui Roh-Nya dan Ia mencurahkannya tiap hari. Tidak ada hal apapun di dunia ini yang dapat memisahkan kasih Kristus atas kita karena Tuhan sangat mengasihi kita. Hanya satu yang dapat membuat kita tidak merasakan kasih-Nya, yakni bila kita sendiri yang menolak atau pergi dari kasih Tuhan, tetapi Tuhan tetap mengasihi kita dan kasih-Nya tidak pernah meninggalkan kita dan tidak terpisah dari kita. Jadi, sisanya tinggal tergantung akan pilihan kita, apakah kita ingin hidup di dalam kasih Tuhan atau tidak. Jadi, ketahuilah bahwa dalam segala sesuatu, di setiap saat, Tuhan mengasihi kita dan Ia mencurahkan kasih-Nya kepada kita.


English

Bible Reading: Romans 8

There is nothing that can separate us from the love of the Lord Jesus Christ. Paul said it clearly that tribulation, distress, persecution, famine, nakedness, peril, sword, death, life, angels, principalities, powers, things presents, things to come, height, depth or other created things, cannot separate us from the love of God. Because the Lord and His love lives in us through His Spirit and He pours it out daily. There is nothing in this world that can separate us from the love of Christ because the Lord loves us so much. Only one that can make us do not feel His love, that is if we ourselves rejects or go away from His love, but the Lord still loves us and His love never leaves us, and it is not separated from us. So the rest is up to us to choose, do we want to live in the love of God or not. So, know that in all things, every moment, the Lord loves us and He pours out His love to us.

Sunday, May 6, 2012

Menjadi Teladan | Becoming An Example

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 69

Di dalam mazmur Daud ini, ada saat di mana Daud mengakui kelemahannya, kebodohannya, ketidak-mampuannya dan kesalahan-kesalahannya di hadapan Tuhan.  Hal ini menunjukakn kerendahan hati yang Daud miliki yang dapat kita teladani. Kita seringkali tidak mau mengakui kesalahan, kelemahan, kebodohan atau ketidak-mampuan kita, tetapi sebaliknya kita condong untuk berlagak seolah-olah kita tahu dan bisa walaupun sebenarnya tidak. Ini adalah bagian dari kesombongan yang perlu kita buang dan kita perlu untuk belajar mengakui kelemahan-kelemahan dan kesalahan kita. Sebab tanpa kita akui, maka kita tidak dapat menyerahkannya kepada Tuhan untuk Tuhan bekerja di tengah-tengah kelemahan-kelemahan kita. Satu lagi yang Daud katakan di sini yang dapat kita teladani adalah bahwa ia meminta kepada Tuhan agar jangan sampai kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahannya menyandungi orang yang ingin mencari Tuhan. Begitu juga kita perlu bersikap, yakni agar hidup kita tidak menjad batu sandungan bagi orang lain, tetapi menjadi berkat dan teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Oleh sebab itu, biarlah kita buang kesombongan, belajar rendah hati dan serahkan hdup kita untuk Tuhan terus ubah agar menjadi teladan.


English

Bible Reading: Psalm 69

In this psalm of David, there are times where David admitted his weaknesses, his foolishness, inability and iniquities before the Lord. This shows a humility of David's heart what we can take example from. Often, we do not want to admit our iniquities, weaknesses, foolishness or inability, but instead we tend to act as if we know and able even though we do not. This is a part of proud-fulness that we need to get rid of and we need to learn to admit our weaknesses and our iniquities. Because without us admitting it, then we cannot surrender it to the Lord for Him to work in the midst of our weaknesses. One more thing that David said here that we can take example from is that he ask the Lord so that his iniquities and weaknesses do not stumble those who wants to seek the Lord. This is also one of the attitudes we should learn, that is so that our lives do not become a stumbling block to others, but becomes a blessing and example for those around us. Therefore, let us get rid of our proud-fulness, learn to be humble and surrender our lives for the Lord to keep on changing us to be an example.

Saturday, May 5, 2012

Meninggikan Tuhan | Liftimg the Lord On High

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 68

Daud mengalami kuasa tangan Tuhan di dalam hdupnya di mana ia selalu ditolong dan diselamatkan oleh Tuhan. Tetapi Daud tidak diam saja ketika ia telah mengalami kuasa tangan Tuhan di dalam hidupnya. Ia menyanyikannya, ia menaikkan mazmur dan ia meninggilan Tuhan di atas segalanya. Ia menceritakan kedahsyatan Tuhan kepada orang-orang dan ia juga menghimbau saudara-saudaranya bangsa Israel untuk sama-sama memuji, meninggikan Tuhan. Ini salah satu cara Daud mengungkapkan rasa terima kasih dan syukurnya kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita lakukan setelah kita mengalami kuasa tangan Tuhan di dalam kehidupan kita? Apakah kita memuji Tuhan, meninggikan Tuhan, menyanyikannya, atau menceritakannya? Ataukah kita hanya sekedar berkata terima kasih dan meneruskan kehidupan kita begitu saja? Tuhan adalah Allah yang tinggi dan patut menerima pujian dan penyembahan yang melebihi segalanya. Jadi, bila kita belum benar-benar memuji dan meninggikan Tuhan dari lubuk hati kita yang paling dalam dan secara nyata, marilah kita belajar dari Daud. Satu hal lagi yang dapat kita pelajari dari Daud adalah bahwa ia membagikan dan menceritakannya kepada orang-orang, serta mengajak orang-orang untuk sama-sama memuji Tuhan. Daud tidak menyimpan sendiri apa yang Tuhan lakukan, tetapi ia membagikannya agar orang lain pun dapat mengalaminya dan yang sudah mengalami dapat sama-sama memuji Tuhan. Jadi, marilah kita juga memuji dan meninggikan Tuhan serta membagikannya kepada orang-orang di sekitar kita.


English

Bible Reading: Psalm 68

David experienced the power of the hand of God in his life where he was always helped and saved by the Lord. But David did not just stay quiet when he experienced the power of God in his life. He sings it, he lifts up psalms and lift God on high above all things. He tells the greatness of God to others and he also encourages others to also praise, and lifts the Lord on high.This is one of the way David expressed his thanks and gratefulness to the Lord. What about us? What do we do when we have experienced the power of the hands of God in our lives? DO we praise the Lord, lifts Him on high,sings it or tell stories of it? Or do we just said thank you and continue with our own life just like that?The Lord is the Most High God and deserves to receive praise and worships that go beyond all things. So, if we haven't really praise and lifets the Lord on high from our deepest heart and in action, let us learn from David. One more thing that we can learn from David is that he also shares it and tell of it to others and also encourages others to also praise the Lord. David did not keep it to himself, but he shares it to others so that they too can experience and those who have experienced it can praise the Lord together with him. So, let us also praise and lifts the Lord on high and shares it to others around us.

Friday, May 4, 2012

Berbuah Bagi Tuhan | Bearing Fruits For The Lord

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 7

Paulus mengajarkan bahwa tubuh lama kita telah mati oleh karena Yesus Kristus, melalui baptisan air. Dan semua itu agar kita tidak lagi menjadi hamba dosa dan agar kita lepas dari hukum dosa. Sehingga kita menjadi milik Kristus dan agar kita berbuah bagi Tuhan, sebab kita tidak lagi hidup di bahwa hukum dosa, tetapi kita hidup menurut Roh di dalam kehidupan baru bersama Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu, biarlah kita periksa kehidupan kita ini. Sudah berapa lama kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai satu-satunya TUhan dan Juru Selamat pribadi kita? Dan selama kita telah menjadi orang percaya, apakah kita telah hidup menurut Roh dan berbuah ataukah kita masih saja hidup di bawa hukum dosa dan kembali kepada kehidupan kita yang lama? Adakah perubahan di dalam hidup, karakter, sifat dan gaya hidup kita? Bila kita hidup sebagia orang percaya yang hanya sekedar ke gereja karena merasa harus dan tidak benar-benar ada perubahan hidup, maka kita perlu untuk benar-benar bertobat, sebab bila kita hidup di dalam Roh, maka kita akan berbuah bagi Tuhan.


English

Bible Reading: Romans 7

Paul teaches that our old lives has died because of Jesus Christ, through water baptism. And all of that is so that we are no longer slaves of sin and so that we are set free from the law of sin. Such that we belong to Christ and so that we would bear fruits for the Lord, for we are no longer living under the law fo sin but we are living by the Spirit in a new life with the Lord Jesus Christ. Therefore, let us check our lives. How many years has it been since we believed in the Lord Jesus Christ as our only Lord and personal Saviour? And all this time we lived as a believer, have we lived according to the Spirit or do we still live under the law of sin and go back to the old lives which was buried? Is there any changes in our lives, character, attitude and lifestyle? If we live as a believer who only come to church because we feel that we have to and do not really have any life changes, then we need to really repent, because if we live by the Spirit, we will bear fruits for the Lord.

Thursday, May 3, 2012

Mengucap Syukur Senantiasa | Giving Thanks Always

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 66-67

Israel mengucapkan syukur kepada Tuhan bukan hanya karena mereka telah ditolong Tuhan dan telah melihat kuasa tangan Tuhan. Tetapi mereka juga mengucap syukur karena mereka diuji oleh Tuhan, karena mereka dimurnikan oleh Tuhan. Seringkali ketika kita diuji, kita tidak sadar dan baru akan melihat bahwa semuanya itu baik ketika kita telah melewatinya dan melihat hasil dari ujian itu. Kita tahu bahwa tantangan membuat kita makin kuat karena itu membuat kita makin mencari Tuhan dan bersandar kepada Tuhan. Oleh karena itu biarlah kita belajar untuk benar-benar mengucap syukur akan segala hal dan bukan hanya akan hal-hal yang baik. Tetapi di dalam situasi yang tidak menguntungkan, keadaan yang buruk, kita perlu untuk juga mengucap syukur kepada Tuhan. Sebab dengan mengucap syukur dari hati yang paling dalam, kita benar-benar beriman bahwa Tuhan yang pegang kontrol dan Ia yang akan memimpin kita melewati segala hal, baik ataupun buruk. Jadi, biarlah kita benar-benar beriman penuh kepada Tuhan agar ktia dapat selalu mengucap syukur.


English

Bible Reading: Psalm 66-67

Israelites gave thanks to the Lord not only because they were helped by the Lord and have seen the mighty hands of the Lord. But they also gave thanks because they have been tested by the Lord and they are purified by the Lord. Many times when we are tested, we do not realise it and will only see that all is good when we have gone through it and have seen the results of that test. We know that challenges makes us stronger because it makes us seek the Lord more and rely on Him more. Therefore, let us learn to really give thanks over all things and not only for the good things. But in not so good situation, bad circumstances, we also need to give thanks to the Lord. For by giving thanks from the deepest of our hearts, we really have faith that the Lord is in control and He will lead us through all things, good or bad. So, let us really have faith in the Lord so that we may give thanks at all times.

Wednesday, May 2, 2012

Hidup Bagi Kristus| Living For Christ

Indo

Pembacaan Alkitab: Roma 6

Melalui baptisan air, tubuh lama kita dan dosa-dosa yang ada bersama tubuh lama kita telah mati dikuburkan dan seperti Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati, begitu juga kita bangkit dengan kehidupan baru bersama dengan Kristus. Dan Paulus dengan jelas mengajarkan bahwa oleh karena itu, manusia lama kita telah disalibkan dan tubuh dosa kita telah hilang kuasanya, sehingga kita tidak lagi menghambakan diri kepada dosa. Kita bukan lagi hamba dosa, tetapi kita hidup bagi Tuhan Yesus Kristus. Jadi, sebenarnya dosa sudah tidak ada kuasa atas kita, tetapi seringkali kita yang memilih untuk menghambakan diri lagi kepada dosa. Tuhan telah menghapus semuanya, menebus hidup kita dan membebaskan kita dari kuasa dosa, sisanya pilihan hidup setiap harinya ada di tangan kita. Apakah kita memilih untuk kembali kepada dosa atau kita hidup untuk Tuhan Yesus Kristus? Biarlah hari ini kita memilih untuk hidup bagi Tuhan Yesus Kristus dan terus seperti itu untuk selamanya. Biarlah kita ingat akan apa yang Tuhan telah perbuat bagi kita, dan bahwa dosa tidak memiliki kuasa atas kita karena kasih karunia Tuhan di dalam kita, dan mengingat hal itu, biarlah kita memilih untuk hidup bagi Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran-Nya.


English

Bible Reading: Romans 6

Through water baptism, our old lives and all the sins has died and buried, and like the Lord Jesus Christ who was raised from the dead, so are we raised with new life in Christ. And Paul clearly teaches that our old lives has been crucified and that our sinful body no longer has power, so that we would no longer makes ourselves slaves of sin. We are no longer slaves of sin, but we live for the Lord Jesus Christ. So, in fact, sin no longer has power over us, but may times it is us who chose to make our selves slaves of sin. The Lord has wiped it all, redeemed our lives and freed us from power of sin, the rest is the daily choice of life that is in our hands. Do we choose to go back to sin or do we live for the Lord Jesus Christ? Let it be that we choose to live for the Lord Jesus Christ today, and let that continues until forever. Let us remember of what the Lord had done for us and that sin no longer has power over us because of the Lord's grace in us, and remembering this, let us choose to live for the Lord Jesus Christ and His truth.

Tuesday, May 1, 2012

Kerinduan Kita| Our Desire

Indo

Pembacaan Alkitab: Mazmur 63-65

Daud adalah seseorang yang tidak takut untuk mengungkapkan isi hatinya, terutama terhadap Tuhan. Dan di sini kita dapat melihat kerinduan hati Daud yang paling dalam, di mana ia benar-benar merindukan hadirat Tuhan di dalam hidupnya. Sebab ia tahu hanya Tuhan yang dapat memuaskan jiwanya. Daud adalah seseorang yang memiliki segalanya, ia memiliki kedudukan, kekayaan, kehormatan, wanita, kekuatan dan seluruh kerajaan di bawah kuasanya. Tetapi yang dapat memuaskan jiwanya hanya Tuhan. Begitu juga di dalam kehidupan kita, hanya Tuhanlah yang dapat memuaskan jiwa kita. Kita mungkin telah mencoba banyak hal untuk memuaskan jiwa kita, misalnya, kekayaan, kehormatan, pengetahuan, seks, makanan, pesta pora, obat-obatan dan sebagainya. Tetapi tidak ada yang dapat benar-benar memberikan kita kepuasan dan tidak ada yang kekal, semuanya bersifat sementara. Dan hanya Tuhan Yesus Kristuslah yang dapat mengisi tempat yang kosong itu di hati kita, yang dapat memuaskan jiwa kita melebihi segala yang lain.

Bila kita sudah pernah menikmati, merasakan kepuasan yang Tuhan berikan, apakah kita benar-benar merindukan Tuhan seperti yang Daud ungkapkan? Seperti tanah yang kering dan tandus yang merindukan air. Bayangkan bila kita tidak minum apa-apa selama berhari-hari dan berada di padang gurun, di mana panasnya matahari mengeringkan kita. Bukankah kita akan tidak perduli akan apapun yang kita miliki, dan hanya memikirkan untuk merasakan segarnya air, bahkan hanya setetes saja itu sudah menyegarkan. Inilah kerinduan yang perlu kita miliki terhadap Tuhan dan hadirat-Nya. Tetapi seringkali kita masih lebih sering mengisi kehidupan kita dengan hal-hal lain dan bukan dengan Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita periksa hati kita, bertobat dan benar-benar merindukan Tuhan setiap harinya, mencari dan mengisi kehidupan kita dengan hadirat Tuhan.


English

Bible Reading: Psalm 63-65

David is a man who is not afraid to express his heart, especially towards the Lord. And here we can see the deepest desire of David's heart, where he really longs for the Lord in his life. For he knows that only the Lord is able to satisfy his soul. David is a man who has it all, he has position, riches, honour, women, power and the whole kingdom is under his authority. But what can satisfy his soul is only the Lord. The same thing with us too, only the Lord is able to satisfy our soul. We may have tried many things to satisfy our soul, such as, riches, honour, knowledge, sex, food, parties, drugs and others. But none that can really give us that satisfaction and none that is eternal, all are temporary. And only the Lord Jesus Christ who is able to fill that empty space in our hearts, who is able to satisfy our soul above all things.

If we have tasted the satisfaction the Lord gave, do we really long for the Lord like what David expressed? Like a dry and parched land who longs for water. Imagine if we do not drink at all for many days, and in the desert, where the heat of the sun dries us. Would we not care for what we have and just thinking of wanting to taste the freshness of water and even just a drop would be refreshing. This is the kind of desire that we need to have with the Lord and His presence. But many times we still tend to fill our lives with other things and not the Lord. Therefore, let us check our hearts, repent and really earnestly long for the Lord every day and fill our lives with His presence.